Latest News

Showing posts with label Surat Terbuka. Show all posts
Showing posts with label Surat Terbuka. Show all posts

Friday, March 5, 2021

Surat Terbuka untuk Pak Benny Harman dari kami orang NTT


*Surat Terbuka untuk Pak Benny Harman* 
*dari kami orang NTT*
*Jangan biarkan Orang Baik seperti pak Jokowi di hantam dan di jatuhkan*
*hanya karena masalah sepele.* Dia datang untuk kita. Dia datang karena cinta. Dia Cinta NTT. Mari kita jaga pemimpin kita. *Bapa Mama, paman, abang, ina ama, kk nyong, kk nona, tolong bantu share semoga bisa di dengar untuk mengetuk hati nurani Bapak Benni agar berani untuk membela masyarakat NTT bukan kepentingan partainya.*

Thursday, February 4, 2021

Janganlah Lupkan "NASIB" Orang Yang Terus Berjuang Dengan Berani Membela Rakyat.


*NASIB*
*Pontang Panting Permadi Arya, Denny Siregar, Bang Ade Armando, Aoki Vera, Rudi S Kamri,* Aku dan kawan2 bertahun-tahun melawan Radikalisme, Intoleransi, Bullying, Rasisme, Hoax, Penghinaan terhadap Kepala Negara, Pemerintah, Pancasila, NKRI, NU, Kiayi-Kiayi NU, Banser, Umat Minoritas, dll oleh mereka yg tempo hari begitu kuat : FPeI, Kadrunista, Kampreter, dan Makhluk-makhluk ga puguh karu, kami jarang mendapatkan dukungan dan pembelaan, bahkan Medsos berkali-kali di serang hingga out. 

*Sering mati-matian perang sendiri, demi NU, Kiayi, Pancasila, NKRI*. Sementara mereka tak seberani kami2 berperang di alam Ghoib. Perih, letih, membara di rasain sendiri, bahkan kawan-kawan aja takut hanya sekedar kasih tanda Jempol karna kuat dan hebatnya Lawan. Siapa sih yg ga takut dg FPeI saat itu, sekelas jajarannya Pak Jokowi aja banyak yg takut, sehingga bermain di dua kepribadian, apalagi hanya kelasnya cebong-cebongan. 

*Andai Tuhan ga memunculkan Nyai Nikita Mirzani, aku yakin belum membukakan mata kita*semua, betapa sesungguhnya mereka itu parasit yg berbahaya namun ternyata lemah. Ga akan muncul Pangdam Sekelas Mayjen Dudung, Kapolda Metro Pak Fadil, dan berani copotin Baleho-baleho yg sudah terlanjur jadi sesembahan. 

*Sekelas Anies, Ridwan Kamil, Nasdem, Demokrat, Golkar, dan partai-partai besar saja ngeri*, pengen menyambut kedatangan Sang Emam, dan ingin segera setor muka, ga berani mengkritik kerumunan massa yg begitu masif di masa pandemi yg berbahaya, sekelas Satgas Covid saja gemeteran sambil bagi2 masker dan ga berani menegur, jika kegiatan FPeI itu melanggar, kepala otoritas Angkasa Pura saja ga berani bilang ada kerugian atas kelakuan para begundal itu, sekelas penguasa jalan tol aja ga berkutik ketika jalan tol di bikin camping dan lumpuh dg menggelar tikar. Sudahlah semua juga tau... 

*Tapi ketika semua sudah "berhasil", FPeI dibubarkan tanpa perlawanan, demo di pukul mundur*, baleho yg sudah bagaikan Tuhan bersihbersih dari Ibu Kota, laskar bagaikan anak ayam kecemplung Comberan, semua girang, merasa jadi pahlawan, merasa seolah paling berperan. 

*Lupa dgn jerih payah Permadi Arya, Nikita Mirzani, Denny Siregar, Eko Kunthadi, Ade Armando*, Aoki Vera, Rudi S Kamri, dll, dll. Seolah semua terjadi tanpa orang-orang itu, seolah oknum KNPI sangat NKRI dan anti Rasis. Seolah Mayjend, Irjend dsb turun dari langit. Semua ini ada prosesnya. 

_*ADA CAMPUR TANGAN TUHAN, DG MELALUI MULUT JANDA SEXY NYAI NIKITA MIRZANI. JANGAN LUPAKAN INI BRO, JANGAN... TANPA NYAI KITA SEMUA MASIH BEREMBUNYI DI DALAM SELIMUT...*_

*Bahkan kini ada cabang NU yg akan memanggil Abu Janda karna merasa selalu di rugikan.* Aku sih pengen tanya sama Pengurus NU yg ada di Jakarta itu, ketika NU, Kiayi NU, Anggota Banser, dll di bully, di lecehkan, dihina adakah mereka berani memanggil para penghina tersebut. Rasanya sih jauhhhh... Hahahaha

*Kita lupa ya, Papa Pigai itu kalok lagi menghina Presiden seperti Papa Pigai ini* orang yg paling berjasa di Nusantara ini. Saya tau Papa ini sedang di manja oleh siapapun, karna memang ngegemesin, Badannya yg montok, subur, tampan, bikin kita pengen cubit pipinya sambil bilang "ihhh Papa ini ngegemesin deh".

*Harusnya Papa Pigai itu juga jgn terlalu manjalah, sedikit macho deh*, jangan rempong kayak Mama2 rebutan kangkung di Mamang sayur yg keliling komplek. Saya juga pengen tanya sama Papa Pigai, sudah sebesar apa sih jasanya buat Republik ini. 

*Sudahlah, Mas Permadi Arya, sabar ya, biarpun yg selama ini kita bela mati-matian* dan kini berbalik membenci dan ingin menyingkirkan kita janganlah kita berkecil hati, hadapi dg jantan, maklum lawan kita saat ini Papa Manja. Dan semua orang bahkan partai seolah ingin cari sanjungan dari para Papa Manja. Setidaknya kita tau, betapa mereka2 yg sekarang berusaha menyingkirkan Mas Abu Janda sesungguhnya Pengecut dan manja. 

*Halo KNPI, namamu akan tenggelam, jika isinya makhluk model sekelas Aris*, bagi kami yg biasa perang di Alam Ghoib, makhluk2 model itu ga lebih dari ondel-ondel yg dipakek ngamen keliling. Jika ga segera kalian benahi, hehehe organisasi kalian tak ubahnya dg laskar yg tinggal cerita itu.... 

*Malu dong, yg akan kalian singkirkan itu aktivis Anti Radikalisme, Anti Intoleransi*, Anti Rasis, Anti Bullying, cinta NU, cinta Pancasila, Cinta NKRI. Jika kalian ga budek dan ga buta, silahkan buka chanel2 perjuangan Abu Janda, Denny Siregar, Aoki Vera, dll. 

*Jangan sok NKRI, kalok cuma mau ngamen, kalok pengen jabatan berusahalah dg ilmu* dan kebaikan, bukan dg sok pengen jadi Manusia Manja. 

*Halo mas Muanas Alaidit, gimana nih dunia makin manja aja...* Papa Pigai Ngopi yukk.... Biar macho....

_*jika setuju silahkan di bagi....*_

*Penggiat MedSos*

Wednesday, February 19, 2020

SEMOGA YANG MULIA BAPAK PRESIDEN JOKOWI MEMBACA TULISAN INI


"SEHARUSNYA INI URUSAN SAYA.."
Kritikan buat Presiden Joko Widodo.
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/02/semoga-yang-mulia-bapak-presiden-jokowi.html]
“Tuanku, madu yang Tuan makan tumpah di lantai,” kata penasihat raja.
Raja tidak menggubrisnya. Madu itu dimakan lalat. Lalu lalat dimakan cicak, seekor kucing datang dan memakan cicak itu, lalu kucing itu dikejar-kejar oleh anjing.
Raja hanya berkata, “Itu bukan urusan saya...”

Pemilik kucing emosi melihat kucingnya dikejar anjing lalu memukul anjing itu. Pemilik anjing marah dan bertengkar dengan pemilik kucing, masing-masing dibela oleh temannya.
Lalu, lewatlah sepasukan tentara. Setelah mendengarkan penjelasan mereka, sebagian tentara membela pemilik kucing dan sebagian lagi membela pemilik anjing.
Terjadilah pertempuran hebat.

Beberapa jam kemudian, sang raja dan penasihatnya berdiri di atas puing-puing kota yang hancur karena pertempuran itu.
Penasihat raja hanya tertunduk lesu kala sang raja berkata, “Seharusnya ini urusan saya”....

"Bukan urusan saya", nampaknya menjadi kalimat populer sejak Presiden Jokowi sering menjawab pertanyaan insan media perihal problem Indonesia. Menurutnya, persoalan daerah menjadi domain pimpinan daerah, bukan Presiden.

Sebagaimana yang pernah ia sampaikan dalam forum Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) tahun 2017, Jokowi meminta setiap permasalahan daerah tak diadukan kepadanya. “Jangan sampai persoalan-persoalan daerah dibawa ke saya, dikit-dikit saya, enggak lah,” ujar Jokowi seperti dilansir media-media nasional. “Nanti gubernur kerjanya apa, bupati, menteri, kerjanya apa? Ooh, ini ke menteri ya sudah selesaikan ke menteri, bupati selesaikan ke bupati, tidak semua di saya,” ucap Jokowi.

Menurut saya, apa yang diucapkan presiden Jokowi ada benarnya. Jangan semua urusan daerah harus diselesaikan oleh presiden...
Memang seharusnya presiden hanya fokus memikirkan dan melaksanakan hal-hal yang berskala nasional, yang berdampak pada kepentingan nasional ...

Namun tindakan Jokowi sendiri sering bertolakbelakang dengan apa yang diucapkannya.

Pernahkah anda mendengar nama waduk Godang ?
Saya yakin tak ada netizen yang tahu kecuali rumahnya di daerah situ..
Waduk Godang adalah waduk sangat kecil yang terletak di kabupaten Karanganyar. Luasnya tak sampai 100 ha. Bandingkan dengan waduk Gajah Mungkur yang luasnya 8.800 ha atau waduk Jatiluhur yang luasnya 8.300 ha.
Peresmian waduk Godang ini dilakukan oleh Presiden Jokowi sendiri ! 😊

Suharto adalah presiden yang terbanyak membangun waduk. Namun beliau hanya meresmikan waduk-waduk besar saja. Waduk kecil diserahkan pada Gubernur atau bupati setempat. Ga diborong semua..

Indonesia sudah punya puluhan jalan underpass. Tapi Jokowi masih sangat ingin meresmikan setiap underpass. Underpass di Kabupaten Kulonprogo diresmikan presiden. Demikian juga underpass Kentungan, Jogja.

Belum lagi setiap ruas jalan tol yang rata-rata panjangnya kurleb 15 km, wajib diresmikan sendiri oleh presiden. Jadi pak Jokowi sibuk ke sana ke mari hanya untuk meresmikan setiap RUAS jalan tol. Pernahkan anda baca ada Menteri atau Gubernur yang pernah meresmikan sepenggal jalan tol di era Jokowi ? Kalau ada tolong saya diinformasikan.

Bolehkah presiden membagi-bagikan sertifikat tanah untuk rakyatnya ?
Sangat boleh...
Tapi kalau setiap kali ada pembagian sertifikat tanah kudu dilakukan sendiri oleh presiden, rasanya jadi aneh ...
Harusnya presiden cukup 1 atau 2 x membagikan sertifikat tanah secara simbolis saja. Selebihnya bisa dilakukan oleh Gubernur atau Bupati di masing-masing daerah. Sejak menjabat jadi presiden, sudah berapa puluh kali beliau keliling daerah untuk bagi-bagi sertifikat tanah ?
Wasting time banget kan...

Sementara kasus intoleransi agama yang sudah merebak kemana-mana malah dicuekin saja, beliau malah menyuruh pemdanya yang menyelesaikan padahal beliau sudah tahu, pemdanya sangat memihak pada kaum intoleran..

Bila ada 1 atau 2 kasus intoleransi agama di daerah, memang kepala daerahnya yang wajib menyelesaikannya. Namun kalau kasus intoleran ini sudah menjalar ke puluhan daerah, jelas pemerintah pusat kudu waspada dan harus bergerak cepat...
Jangan tutup mata dan bilang, "ini bukan urusan saya".

Gereja GKI Yasmin, Bogor dan HKBP Filadelfia, Bekasi sudah puluhan tahun punya izin yang lengkap. Bahkan gugatan sudah inkrach di tingkat Mahkamah Agung dan dimenangkan mereka. Namun mereka tetap dilarang ibadah oleh pemdanya yang ketakutan karena ancaman kekerasan oleh kaum beringas. Akhirnya selama bertahun-tahun mereka setiap minggu beribadah di trotoar depan istana negara. Masa panjenengan cuekin terus, pakdhe... padahal panjenengan dibekali 450 ribu polisi dan 500 ribu tentara bersenjata lengkap untuk menegakkan keadilan dan ketertiban. Belum lagi dukungan dari puluhan juta umat NU yang sangat toleran. Masa panjenengan masih keder terhadap sekelompok kecil kaum beringas..??
Karena pemerintah melakukan pembiaran inilah, kaum beringas jadi semakin kalap melakukan persekusi terhadap rumah-rumah ibadah di banyak daerah..

Puluhan kasus intoleransi agama di Indonesia Barat kini mulai dibalas dengan intoleransi juga di Indonesia Timur. Bila terus dibiarkan tanpa solusi yang adil dan tegas, akan terjadi baku balas dan bukan hanya kota yang bakal luluh lantak.. negeri ini bisa hangus terbakar, pakdhe...
Jangan nanti setelah semuanya hancur lebur, baru panjenengan menyesal dan berkata,"Seharusnya ini urusan saya.."
Yahh... terlambat sudah ..

"Pakdhe, kritikan akan menguatkan panjenengan...
Puja-puji hanya akan menghancurkan panjenengan.."
Percayalah..
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/02/semoga-yang-mulia-bapak-presiden-jokowi.html]
#agoes_ibram

Tags

3 Denny Siregar (14) Aoky Vera (11) 1 Ade Armando (7) Ninoy N Karundeng (7) 2 Raja Bonar (6) Eko Kuntadhi (6) 4 Rudi S Kamri (5) Andre Vincent W (5) Iyyas Subiakto (4) Perangi Radikalisme (4) Analisis Politik (3) Politik (3) Surat Terbuka (3) BUMN (2) Birgaldo Sinaga (2) Dugaan Rekayasa (2) Jubir Teroris (2) Kejahatan Organisasi (2) Pembohongan Publik (2) Perangi Teroris (2) Tingkah Laku (2) Tirta (2) Tito Gatsu (2) Ajaran Nabi (1) Akhmad Sahal (1) Aneh Bin Nyata (1) Aoki Vera - Live (1) Aroma Koruptor (1) Asi News (1) Azab DKI (1) Balap Mobil (1) Banjir Jakarta (1) Benahi DKI (1) Berita Sidang (1) Biografi Ade Armando (1) Dikormersialisasi (1) Diluar Logika (1) Dosen Universitas (1) Dugaan Cina (1) Fakta Sejarah (1) Fraksi Tv (1) Gratis Masuk Sekolah (1) Gubernur DKI (1) Hafal Alquran (1) Halal Dan Haram (1) Hutang Negara (1) Ideologi Negara (1) Instrospeksi Diri (1) Janji Politikus (1) Jaya Wijaya (1) Joko Widodo (1) Jubir FPI (1) Kadrun Berjatuhan (1) Kebobrokan Pejabat (1) Kebodohan Gubernur (1) Kebohongan Pejabat (1) Ken Setiawan (1) Korupsi (1) Kura-Kura (1) Maling Teriak Maling (1) Masalah Reklamasi (1) Melengserkan Jokowi (1) Membela Negara (1) Mobil Kalengkaleng (1) NKRI Harga Mati (1) Neo PKI (1) Nyai Dewi Tanjung (1) Orde Baru (1) Organisasi Bermasalah (1) Ormas Bermasalah (1) Pancasila (1) Pembongkar Kasus (1) Perangi Korupsi (1) Prilaku DPR RI (1) Proxy War (1) Raja Bonar (1) Rencana Menjatuhkan (1) Revisi UU KPK (1) Sarang Teroris (1) Sejarah Kelam (1) Setia Kecurangan (1) Siapa Raja Bonar (1) Soal Banjir (1) Suara Rakyat (1) Syarat Jadi Presiden (1) Terlalu Go3blog (1) Tidak Berlangsungkawa (1) Tolak Wisata Halal (1) Tunggangi Papua (1) Umat Islam (1) Vaksin (1) Wakil Rakyat (1) Wanita Jepang (1) William (1) Wisata Netral (1)