Latest News

Showing posts with label Iyyas Subiakto. Show all posts
Showing posts with label Iyyas Subiakto. Show all posts

Friday, March 19, 2021

SUASANA KONDISI POLITIK SAAT INI HOROR, JOKOWI MENAKUTKAN !!

*SUASANA KONDISI POLITIK SAAT INI* *HOROR, JOKOWI MENAKUTKAN !!*
*22 tahun pasca runtuhnya orba kita tidak merasakan perubahan yg signifikan. 6,5 thn pertama di era Habibie, GUSDUR dan Megawati kita hanya diberi pemanis kembang gula, manis di permukaan, pahit pada dasarnya.*

Masa transisi itu sulit dilalui karena sejatinya hanya segelintir orang yg benar² mau berubah dari kemapanan hidup dgn cara siluman, setiap bangun pagi nafas kita hanya diisi oleh barang bersubsidi. Itu yg disebut oleh arwah Soeharto dgn jargon " enak zaman ku tho ".

Beberapa kali kita katakan munculnya SBY adalah sebuah kecelakaan fatal buat Indonesia, bayangkan selain porak poranda masalah pembangunan, dan keuangan, dia juga membiarkan berseminya bibit perpecahan antar anak bangsa dalam kerentanan yg nyata khususnya agama.

*Pembiarannya terhadap HTI, FPI yg ber DNA teroris adalah bukti dia tak perduli Indonesia mau jadi apa, yg penting dia HEPI sambil nyanyi. Atau itulah kapasitasnya, sehingga outputnya nyaris menghanguskan Indonesia.*

Sampai pada titik masuk ke zona membahayakan SBY hanya prihatin. Untung saja Tuhan berkehendak lain, Jokowi di hadirkan, HTI dan FPI di bubarkan, Indonesia terselamatkan.

*Hadirnya Jokowi bak mimpi diujung tidur panjang, tapi begitu tersentak kita terbangun didepan kenyataan, bahwa hasil kerjanya jelas ada di depan mata.* 

Jokowi benar² bekerja, dan Indonesia seperti mendapat nutrisi dan transfusi darah baru, darah kebenaran.

Ibarat terserang kanker stadium 4, Indonesia nyaris sekarat. Jokowi bak dokter spesialis, dia mengenal anatomi Indonesia, dia sentuh dari Aceh sampai Papua yg masih menyimpan rasa sakit akibat ulah orba, dan SBY yg tak merubah apa² utk bangsa besar ini, malah badannya dia sendiri yg tambah melebar tapi kerjanya hambar.

*Jangan biarkan kopimu dingin, bola liar sedang menggelinding. Demokrat adalah kuda jingkrak yg pelananya di perebutkan dua jocky. Kita lihat siapa yg akan bertahan duduk diatasnya, Moeldoko atau AHY, karena yg terjadi disana akan mempengaruhi arah politik Indonesia.* (_*teruskan baca artikel menarik di bawah ini ... *_👤👪👫👇)
Saat ini ada dua kutub tarik menarik antara rakyat dan para pengkhianat, rakyat mau Jokowi 3 kali, pengkhianat maunya Jokowi berhenti. Lihat saja pancingannya dimana2, PKS, Amin Rais, dan ada juga umpan kepura²an seperti Nasdem. Kenapa mereka melempar isu itu, ya karena mereka mengukur kekuatan dan jago yg akan di pasangkan.

*Secara politik benar kalau isu 3 PRIODE di lempar oleh mereka sebagai umpan berharap di tangkap Jokowi kemudian di smash balik. Serangannya bisa macam² bisa dibilang Jokowi tak patuh UU, atau mungkin isu keserakahan kekuasaan akan di hembuskan.*

*Bertemunya Nasdem dan Golkar adalah bak CLBK, kita tau SP siapa, dan Golkar siapa, serta sosok yg mana yg masih bermain disana, tentunya yg jelas msh ada JK. Politikus tua dan kawakan yg kondisinya sdg di pergunjingkan dgn isu macam² ini tidak akan berhenti sebelum mati.*

Jokowi sdh bbrp kali menolak isu itu, dia tdk mau. Manusia yg patuh akan kebenaran ini tidak mau melanggar akhlak politik apalagi memaksakan akhlaknya utk sebuah kekuasaan.

*Pertanyaannya kalau Jokowi nggak mau walau jelas figurnya masih sangat diperlukan.* Dan itu bukan asal2an, rakyatlah yg memintanya, jd pak Jokowi tdk harus merasa di jerumuskan, bagaimana kalau kelak hasil kerjanya dihancurkan para buaya yg kelaparan karena selama Jokowi memimpin mereka susah menelan tangkapan yg selama ini mereka santap beramai².

Mereka menyantap APBN, APBD, SDA, BBM, IKAN DILAUT, dst. Apa tidak sia² jerih payah membangun jatuh bangun selama 10 tahun mau diserahkan ke penyamun yg sudah lama manyun. 

*Bagaimana Jokowi punya perasaan di jerumuskan, ada 86 jt suara yg memilihnya, dan saat ini dgn kepuasan kepemimpinannya bisa lebih dari 100jt yg pasti mendukungnya, insyaallah.*

Tapi ini bukan lagi soal dukung dan tidak mendukung. Ini masalahnya ada pada Jokowi yg sudah bbrp kali menolak di calonkan lagi.
Pertanyaanya dan lagi² pertanyaan, siapa yg akan menggantikan. 

*Kita tidak ada harapan kalau menunggu partai yg mengusung*  , apalagi dari calon yg digadang²kan apa yg bisa kita harap dari mereka, belum lagi sebagian dari mereka msh ber DNA orba dan harum Cendana.

*Tapi apa mau dikata kalau Jokowi tak bersedia, kita tunggu signal Jokowi dan bgmn Demokrat di sikat. Disana ada Moeldoko, ada juga Gibran sebagai kuda hitam tapi memberi harapan.*

Indonesia diujung masa transisi, sayang kalau pondasi yg di bangun ulang Jokowi di estafet kan kepada pencuri. Kita bakal gigit jari dan mereka menari lagi.

*DUH GUSTI, NGERI KAMI MENATAP MASA DEPAN NEGERI INI SEPENINGGAL JOKOWI, TAPI KAMI YAKIN TUHAN AKAN MEMBUKA HATINYA, AGAR DIA TAK PERGI BEGITU SAJA SEBELUM MENYIAPKAN PENGGANTINYA. SEMOGA KESATRIAANNYA TERUS ADA UNTUK INDONESIA.*

*DIA DI SEGANI DUNIA, DI CINTAI RAKYATNYA DAN DI TAKUTI LAWAN²NYA.*
By. Iyyas Subiakto.

Thursday, February 25, 2021

"KETINGGIAN MALU KEPADA JOKOWI!"

 
*"KETINGGIAN MALU KEPADA JOKOWI!"*
*TERNYATA MANTAN DAN TOKOH SERTA VIGUR PUBLIK YANG SUDAH PADA TUA* *BELUM JUGA SADARKAN DIRI...*

By Iyyas Subiakto!

Semalam saya menulis; 

SBY, 
JK, 
DS, 
AR,
Dan seterusnya...
Mereka seharusnya malu kepada Jokowi, 

Setelah saya pikir,

Tidak usah sampai ke Jokowi, 
Bahkan kepada Dr. Terawan saja,
Mereka ini cuma seupil di ujung lubang hidung...

Kalau dengan Jokowi,
Kita kasih 1 saja hasil kerjanya,
Kepada mereka dan mereka kita minta bisa tunjuk 1 saja hasil kerjanya yang bisa menyamakan nilai harga BBM untuk rakyat Papua, 

Mereka sudah habis semua!!

*Pemerataan harga BBM dan pengambilan saham Free Port adalah karya monumental Jokowi* kepada rakyat Papua, yang selama 70 tahun merdeka rasa keadilan atas 1 liter BBM saja tak terurus oleh presiden sebelumnya.... 

Dalam harga BBM itu,
Ada nilai kemanusiaan yang tinggi, 
Ada pemerataan dan keadilan...

*Sementara SBY, JK, DS, AR dkk ini kan cuma kelompok Pencitraan dan Haus Kekuasaan serta Rakus Kekayaan, belum lagi muncul coro busuk mau menurunkan Jokowi, ini akibat ngaca di lumpur Lapindo.*

Sekarang kita minta,
Mereka ngaca di punggung Dr. Terawan! 

Pencipta Vaksin Nusantara berbasis Cell dendritik ( baca artinya ) yang masih menyelesaikan uji klinis ke 2...

Dr. Terawan,
Adalah Pencipta Teori Cuci Otak,
Bagi Pasien Stroke yang tak diakui IDI...

Tetapi sudah menyembuhkan lebih dari 40.000 pasien dan salah satunya teman baik saya Aldy, 

Sekali lagi TEMAN BAIK saya,
Di depan mata kepala saya sendiri!!

Dalam 1 bulan dia bisa berjalan dan ngantor, 
Mungkin sekarang sudah main futsal!!

Inilah akibatnya,
Negara yang dihuni banyak asosiasi, 
Akhirnya nyerimpeti kaki.....

*Dr. Terawan,*
*Adalah salah satu manusia bermanfaat tanpa mencari manfaat pribadi, dia seperti juga Jokowi yang bekerja dalam diam dan karyanya tak perlu di museum kan,*

Karena semua hasil kerjanya bukan untuk ketenaran melainkan untuk kemanusiaan tanpa mengenal perbedaan agama atau suku yang selalu disalah gunakan...

Akhir² ini,
Kelompok yang namanya disebut diatas adalah sebagian dari pengganggu NKRI, 

Jangan sebut mereka bekas apa, 
Mau bekas Presiden, Wapres, Ketua Ormas Agama, Budayawan, dst. 

Kalau mereka masuk ranah dalam arti menyinyiri kinerja pemerintah saat ini yang mereka sendiri tak bisa melakukannya, 

Maka keberadaannya tak ubahnya seperti HTI dan FPI yang sengaja menghalangi kemajuan NKRI bahkan bisa merestui mengganti ideologi....

Puluhan tahun,
Mereka berkuasa tak mampu membubarkan HTI, 
Atau malah memeliharanya seperti mereka beternak FPI.

Kan kelihatan,
Mereka memakai FPI sebagai pasukan bayaran yang membahayakan, 

Buktinya orang " sepintar " JK bisa mengatakan Rizieq pemimpin kharismatik, ini kepintaran atau pikiran yang di pelintir kepentingan yg membahayakan. 

Bukti lainnya,
Saat Rizieq di kandangkan dia malah mau ngurus Taliban, apa mau menunjukkan bahwa sel kesesatan itu memang diternakkan untuk meluluh lantakkan Indonesia ke depan...

*Dalam waktu yang sama,*
*JK juga mengatakan ada kekosongan kepemimpinan, kita bisa menduga bahwa isu pemakzulan* yang selalu di dengungkan dan terakhir saat deklarasi KAMI di TIM jelas² di depan barisan para deklarator ada yang membawa spanduk " turunkan Jokowi ". 

Artinya,
*Deklarasi itu ada konsfirasi dengan orang sejenis yang nadanya sama menjurus ke pemerintahan* Jokowi...

*Dari sanalah,*
*Kita menarik benang merah bahwa FPI dibiayai.* 

*Makanya saat 92 rekening FPI di obok OJK mereka menggelinjang seperti kepegang urat gelinya*, yang membuat gelisah hatinya.

Para kelompok Pensiunan yang makin menonjolkan kepikunan nya ini, jadi malah mempertontonkan keburukan dan iri hati kepada Jokowi, salahnya mereka adalah  membandingkan Jokowi yang mengarungi samudra kebenaran sebagai pemimpin, sementara mereka berkutat pada kubangan lumpur dosa kekuasaan yang pernah di jalankan.

Mereka bukan memberikan manfaat, 
Tapi memanfaatkan negara dan jabatan saat mereka menjabat atau saat mereka berkutat menikmati manfaat demi kepuasan syahwat berkuasa dan mencari kaya. 

Sehingga saat mereka melihat kebenaran mata hatinya nanar seolah kebenaran adalah fatamorgana, dan keburukan yg dilakoninya adalah nirwana yg membuai cara hidupnya. 

Semoga mereka diberi kesempatan bertobat kalau tidak, tua dan mati dalam Suulkhatimah, dilingkupi keburukan akhlak. 

*Nauuzhubillah minzhaliq.*

Mari kita tunggu hasil uji kelinis kedua Vaksin Nusantara, bila gagalpun sudah ada usaha besar untuk bangsa dan kemanusiaan, bukan seperti mereka yg berniat menjegal Indonesia menjadi negara gagal seperti saat mereka mengurusnya, andai mereka tak menjual negara, minimal mencari kawan gagal bersama.

*Terima kasih kita kepada;* 
Jokowi, 
Terawan, 
Sri Mulyani, 
Retno Marsudi, 
Basuki Hadi Mulyo, 
Basuki Cahaya Purnama, 
Erick Thohir, 
Nadiem Makarim, 
Yaqut dan jajaran orang baik lainnya dalam kabinet kerja yang telah membuat Indonesia masuk pada gerbang kemajuan nyata menjadi negara maju...

*Inilah sebagian besar nama² orang yg telah mempermalukan manusia diatas,* dan membuat kita lebih jelas melihat mana Kapas dan mana Pempers Bekas.

*Kita sadar bahwa hidup kita akan terus berdampingan dgn keburukan*, satu hal yg harus terus di jaga kita harus waspada dan bisa membandingkan mana kebaikan dan mana keburukan, agar kita tidak terperosok masuk pada pusaran kesesatan. 

*Jangan menyalahkan setan kalau anda ikutan di sana, karena Tuhan pasti tak suka.* 

Salam Indonesia.

Monday, February 22, 2021

KETIKA ANGKA TOGEL DI STEL.


*KETIKA ANGKA TOGEL DI STEL*

Pemprov DKI mengeluarkan angka dampak banjir dari thn 2002 sampai 2021. Dapat di tebak tujuannya agar kelihatan era Anis banjir dapat di kendalikan dan yg terdampak menyusut jauh. Namun lucunya ngarang angkanya kurang cermat shg kelihatan seperti angka keramat tapi tak bermanfaat.

Lihat angka 2015, 2020 curah hujannya naik RW yg  digenangi air turun, nggak kira² dari 702 RW menjadi hanya 390 RW. 

Dan konyolnya data majalah Tempo 2015, RW yg tergenang hanya 53 di 12 kelurahan, jadi angka banjir pun di Mark up. Ini kelakuan, karena realnya RW tergenang 2015 adalah 53, thn 2020, 390 ini yg bener.

Begitu juta luas are yg tergenang dari 281km² menjadi 156km².

Yang lebih ekstrim thn 2021, curah hujan katanya turun padahal kita tau seluruh Indonesia sedang diguyur hujan deras, indikatornya banjir besar dimana². Lha Jakarta yg sdg jd kolam Koi terbesar didunia curah hujannya dikatakan turun dari 377 ke 226. 

Lagi² mereka membuat pembualan murahan, mau seolah² ngomong pakai data, tapi makin nyata songongnya. RW yg tergenang ditengah banjir merata turun dari 390 ke 113 RW dan wilayah tergenang turun secara drastis dari 281 ke 156 dan 2021 hanya tinggal 4 km².

Tujuan semua itu hanya mereka mau mengatakan bhw Anis lebih baik dari Jokowi dan Ahok mengurus Jakarta. Kecoak juga tau kalau Anis itu seujung kuku kaki Ahok pun tak ada bisanya mengurus Jakarta.

Yang membuat kita geleng kepala, orang se Balai Kota, DPRD semua seolah disirap Anis gak bisa apa², manut semua. Ini akibat  mulut mereka di sumpal duit APBD yg gak kira².

Hiburan sebagian warga bisa menikmati gulai ikan Koi, kalau yg asli bisa ratusan juga harganya. 

Berengsek Gubernurnya, nikmati gulai Koi nya. Tapi Tuhan tetap tidak suka.
Iyyas Subiakto

Tuesday, February 16, 2021

[Iyyas Subiakto] KETIKA JK AMNESIA LAGI.



*KETIKA JK AMNESIA LAGI.*
Viral statement JK kala ia bertanya bagaiamana caranya mengkritik tanpa di tangkap polisi. Dia lupa membedakan antara keritikan dan makian, antara keritikan dan bullyan, antara keritikan dan fitnah, atau jangan² diapun sudah lupa membedakan antara Tuhan dan Setan, makanya cenderung selalu kesurupan.

Masih panas di kepala kita saat JK begitu bangganya menyambut imam besarnya sang tukang obat pulang. JK bilang Rizieq pemimpin kharismatik, hadirnya Rizieq yg dielu²kan saat pulang karena ada kekosongan kepemimpinan nasional, apa itu keritik, itu fitnah boss. Wong jelas presiden masih di istana, dan baru saja JK keluar dari istana utk yg kedua kalinya, kok bisa2²nya dia bilang kekosongan pemimpin, mana ada negara boleh kekosongan pemimpin.

Andaipun arti kekosongan itu diartikan bhw Jokowi tak pantas memimpin Indonesia, harusnya mata hatinya terbuka bhw Jokowi terpilih dua kali oleh pemilu, bukan dgn jalan kudeta seperti yg pernah di rencanakan kelompok yg kalah perang.

JK adalah pengusaha, politikus Golkar yg dibesarkan sejak masa orba sehingga DNA nya tak bersih² amat atas budaya nepotisme, mumpungisme, sinisme, pasilitasisme, dan se abrek isme. 

Kembali kepada keritik, kenapa Jokowi bilang mengkeritiklah yg apik jgn asal bunyi, karena keritik yg baik pasti ada bobotnya utk dijadikan korektif. Lha inikan gak pernah diterima selama Jokowi memimpin, yg ada hanya fitnah, cemooh, cibiran pinggir jalan, dari mulai rakyat gak makan aspal sampai ngapain buat jalan di Papua, JK lupa idenya apa selama jadi wapres, atau dia lupa harga BBM di Papua 10x lebih mahal dari Jawa, atau karena sibuk karena waktu itu hanya mikirin jualan semen Bosowa ke Papua.

Kondisi saat ini dgn kemajuan teknologi, jangan asal mangab karena rekam jejak kita sangat mudah di cari, jadi belajarlah menjadi orang yg bijak bukan asal njeplak.

Kita tak perlu sungkan menunjuk hidung bekas pejabat yg akhlaknya korengan. Kita tanya apa beban moral JK terhadap Anis yg merusak Jakarta, apa beban moralnya atas banyaknya pembangunan yg mangkrak jaman SBY dan dia sbg wapres. Jadi tak usah berlagak mengurus Indonesia kalau rekam jejaknya saja pernah merusak Indonesia. 

Sinisme JK kepada Jokowi itu karena dia merasa tak bisa apa², tapi wong memang sejatinya dia gak bisa apa², kalau bisa dia sudah jadi presiden, bukan preseden, 11-12 sama yg cuma bisa nyinden, kalah jauh dari Via Valen.

Jadi mari kita balas keritik JK, tapi jangan bawa 50 pengacara ya. Keritik saya satu saja, JK terlalu banyak bicara yg tak bijak, kedepan sebaiknya gak usah banyak bicara, karena selain bobotnya gak ada, juga gak ada gunanya. Dah itu sajah !

Iyyas Subiakto

Tags

3 Denny Siregar (14) Aoky Vera (11) 1 Ade Armando (7) Ninoy N Karundeng (7) 2 Raja Bonar (6) Eko Kuntadhi (6) 4 Rudi S Kamri (5) Andre Vincent W (5) Iyyas Subiakto (4) Perangi Radikalisme (4) Analisis Politik (3) Politik (3) Surat Terbuka (3) BUMN (2) Birgaldo Sinaga (2) Dugaan Rekayasa (2) Jubir Teroris (2) Kejahatan Organisasi (2) Pembohongan Publik (2) Perangi Teroris (2) Tingkah Laku (2) Tirta (2) Tito Gatsu (2) Ajaran Nabi (1) Akhmad Sahal (1) Aneh Bin Nyata (1) Aoki Vera - Live (1) Aroma Koruptor (1) Asi News (1) Azab DKI (1) Balap Mobil (1) Banjir Jakarta (1) Benahi DKI (1) Berita Sidang (1) Biografi Ade Armando (1) Dikormersialisasi (1) Diluar Logika (1) Dosen Universitas (1) Dugaan Cina (1) Fakta Sejarah (1) Fraksi Tv (1) Gratis Masuk Sekolah (1) Gubernur DKI (1) Hafal Alquran (1) Halal Dan Haram (1) Hutang Negara (1) Ideologi Negara (1) Instrospeksi Diri (1) Janji Politikus (1) Jaya Wijaya (1) Joko Widodo (1) Jubir FPI (1) Kadrun Berjatuhan (1) Kebobrokan Pejabat (1) Kebodohan Gubernur (1) Kebohongan Pejabat (1) Ken Setiawan (1) Korupsi (1) Kura-Kura (1) Maling Teriak Maling (1) Masalah Reklamasi (1) Melengserkan Jokowi (1) Membela Negara (1) Mobil Kalengkaleng (1) NKRI Harga Mati (1) Neo PKI (1) Nyai Dewi Tanjung (1) Orde Baru (1) Organisasi Bermasalah (1) Ormas Bermasalah (1) Pancasila (1) Pembongkar Kasus (1) Perangi Korupsi (1) Prilaku DPR RI (1) Proxy War (1) Raja Bonar (1) Rencana Menjatuhkan (1) Revisi UU KPK (1) Sarang Teroris (1) Sejarah Kelam (1) Setia Kecurangan (1) Siapa Raja Bonar (1) Soal Banjir (1) Suara Rakyat (1) Syarat Jadi Presiden (1) Terlalu Go3blog (1) Tidak Berlangsungkawa (1) Tolak Wisata Halal (1) Tunggangi Papua (1) Umat Islam (1) Vaksin (1) Wakil Rakyat (1) Wanita Jepang (1) William (1) Wisata Netral (1)