Latest News

Showing posts with label Ninoy N Karundeng. Show all posts
Showing posts with label Ninoy N Karundeng. Show all posts

Friday, February 12, 2021

[Ninoy Karundeng] MUNARMAN DAN PEMBIAYAAN TERORISME DARI KARYAWAN BUMN KE FPI DAN HTI


 *MUNARMAN DAN PEMBIAYAAN TERORISME 
DARI KARYAWAN BUMN KE FPI DAN HTI*
*Munarman makin terjepit. Aliran dana FPI dari dalam dan luar negeri membuat ngeri.* Paparan PPATK terkait dana terorisme yang dikumpulkan oleh FPI makin melebar. Tugas Densus 88 dan Polri untuk menelisik ke sektor sumbangan dari karyawan BUMN dan PTN di Indonesia.

*Publik ingat pegawai Krakatau Steel di Cilegon ditangkap Densus 88.*Tiga ditangkap di Banten dan satu ditangkap di Jawa Tengah. Mereka anggota jaringan teroris Jamaah Ansharut Daullah (JAD) Banten dan Jawa Tengah. JAD adalah jaringan I*IS, sama dengan yang menjadi naungan Munarman dan 100 orang yang dibaiat oleh Munarman.

Dari 100-an anggota I*IS dari organisasi teroris FPI tersebut, Polri tengah menelusuri aliran dana dari FPI dan HTI. Keterlibatan Munarman dalam kejahatan terkait kekerasan sudah dimulai ketika dia menjadi mastermind, otak pelaku pembunuhan di Cikeusik.

*Petualangan akar terorisme Munarman dimulai ketika dia jadi Panglima Komando Laskar Islam.* Kerusuhan Cikeusik dan Temanggung dipicu oleh provokasi ormas radikal intoleran Forum Umat Islam pimpinan Munarman. Dia sangat kuat, SBY pun dibuat tidak berkutik pada 2011.

*Munarman menantang, dia ancam akan menggulingkan SBY jika berani dia membubarkan FPI.*SBY bersimpuh di ketiak Munarman, dan SBY membesarkan ormas teroris FPI sejak saat itu. Hadiah diberikan berupa Markaz Syariah pencurian tanah di PTPN VIII Megamendung.

*Munarman memang kuat karena didukung dana besar. Buktinya transfer dana* yang terekam Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dari dalam dan luar negeri makin besar sejak 2011 sampai dengan 2020. Kekuatan yang tak ada banding. Dan, dana itu sedang ditelusuri termasuk ke 100-an teroris I*IS anggota FPI yang dibaiat di Makassar.

*Mau bukti besaran dana teroris FPI? Dana sumbangan dari para karyawan BUMN,* ASN dan luar negeri sungguh mencengangkan. Kekuatan dana ini yang membuat FPI mendapat dukungan para preman untuk bergabung.

*Pun para teroris anggota JAD dan I*IS perlu ormas pelindung sebagai kamuflase kegiatan terorisme* mereka. FPI tempat paling nyaman bagi mereka. Karena menggunakan isu agama sebagai alat untuk menutupi aksi intoleransi, radikalisme, dan terorisme mereka. Dan, di situ ada pentolannya: Munarman!

Bukti kekuatan dana teroris tersebut, Muhammad Rizieq Shihab (MRS) FPI mencanangkan membangun masjid besar berbiaya ratusan miliar di Megamendung, sepulang dari pelarian di Mekah. Lahan yang diserobot milik BUMN PTP VIII yang terpapar kadrun, radikalisme, terorisme, karena kongkalikong dengan FPI. Maka, sampai kini Erick Thohir dan PTPN VIII tidak mampu menarik kembali lahan yang diserobot FPI. 

Bahwa BUMN terindikasi radikal itu nyata. Pengajian dan khotbah Jum’at yang diisi oleh kaum radikal telah membuahkan hasil. Proses cuci otak telah dilewati selama puluhan tahun. Radikal. Khilafah. Jadi teroris.

*Kekuatan kaum radikal di BUMN tak terbayangkan*. Pilpres 2019 menggambarkan betapa BUMN dan ASN tidak mendukung pemerintah. BUMN dan ASN telah dijadikan surga untuk pengembangan ideologi yang melawan Pancasila.

*Tak kurang dari 70% mereka terindikasi terpapar radikalisme*. Hal ini bisa dengan mudah dilihat ketika BUMN mengundang Bakhtiar Nasir, Felix Siauw, Tengku Zul, Somad, dan para pembicara lain yang narasi ajarannya provokatif.

*Kini ketika PPATK menelusuri rekening teroris FPI, semuanya semakin tampak.* Banyak pihak lari tunggang-langgang meninggalkan FPI. Mereka menyelamatkan diri. Maka sejak MRS dicokok, KAMI, Fadli Zon, Cikeas mengalihkan isu kudeta Demokrat, Din Syamsuddin, Hidayat Nuw Wahid tiarap. 

*Chaplin dan bahkan Anies Baswedan pendukung FPI pun tiarap.* Mereka paham bukti keterlibatan Munarman dalam I*IS tidak terbantahkan. Termasuk pengakuan dari 100 anggota I*IS dan FPI di Makassar yang dibaiat di depan Munarman.

Bukti transfer dana FPI untuk gerakan terorisme semakin kuat. Sumber dana dari para ASN dan pegawai BUMN yang mengalir ke FPI sungguh sangat menyesakkan Indonesia. Namun, seluruh bukti foto, video MRS mengajak mendukung I*IS itu akan menyeret Munarman sebagai pentolan FPI dan I*IS di Indonesia. Munarman ditangkap hanya soal waktu. 
(Penulis: Ninoy Karundeng).

Thursday, February 11, 2021

[Ninoy Karundeng] JOKOWI TAHU KEKUATAN MUNARMAN FPI-I*IS YANG TAK DIKETAHUI PUBLIK


*JOKOWI TAHU KEKUATAN MUNARMAN FPI-I*IS YANG TAK DIKETAHUI PUBLIK*
*Jokowi sejak lama telah memetakan kekuatan FPI, pasca pembubaran HTI.*

*Kekuatan FPI sejatinya bukan pada pion tukang obat Muhammad Rizieq Shihab (MRS)* yang juga pendukung I*IS tetapi ada pada Munarman, selain Sobri Lubis.

*Bagi Jokowi, untuk menghancurkan FPI, setelah HTI harus dilakukan structural changes* di dalam tubuh organisasi penegak hukum: pemotongan generasi, setelah sukses masa Tito Karnavian. Kini ada pada Listyo Sigit Prabowo. Dan, dukungan masyarakat yang dipimpin Nikita Mirzani. Momentum yang disebut Now or never untuk menghancurkan FPI.

*Bahkan MRS dengan bukti aliran dana PPATK, dengan penggalangan dana dari luar negeri*, untuk mendukung kegiatan kampanye penghancuran Indonesia, pendongkelan pemerintahan sah Jokowi-Ma’ruf. MRS dapat dipastikan akan menikmati dinginnya dinding penjara lebih lama.

*Proxy pendukung lainnya ada pada pentolan MUI seperti Tengku Zulkarnaen dan gerakan 212* dan HTI yang meski berbeda platform ideologi berbeda, namun bersatu melawan pemerintah. Ujungnya adalah men Suriah kan Indonesia. MUI selalu berada pada posisi mencari arah angin, termasuk ketika menjungkalkan Ahok.

*Sampai saat ini Jokowi paham betul Munarman tetap tidak bisa ditangkap.*

*Pasalnya adalah Munarman bukan hanya pentolan organisasi teroris FPI, dia adalah anggota proxy* tertinggi I*IS di Indonesia yang terkait dengan organisasi teroris seperti JAD dan organisasi teroris Majelis Mujahidin Indonesia Timur. Kekuatan Munarman ini berakar lama. Sejak 2008.

*Sepak terjang paling kentara dimulai ketika Munarman jadi Panglima Komando Laskar Islam.*

*Kerusuhan Cikeusik dan pentolan ormas radikal intoleran Forum Umat Islam ada dalam komando* Munarman. Saking kuatnya Munarman, bahkan SBY pun dibuat tidak berkutik.

*Munarman mengancam akan menggulingkan SBY jika berani membubarkan FPI.* SBY mencium kaki Munarman dan semakin membesarkan ormas teroris FPI sejak saat itu.

*Buktinya adalah transfer dana yang terekam Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)* dalam dan luar negeri makin besar sejak 2011 sampai dengan 2020. Kekuatan yang tak ada banding.

*Bahkan begitu Muhammad Rizieq Shihab (MRS) mendarat di Jakarta, FPI mencanangkan* membangun masjid besar bernilai miliaran di Megamendung. Lahan yang diserobot kongkalikong dengan BUMN PTP VIII yang terpapar kadrun. Sampai kini PTPN VIII tidak mampu menarik kembali lahan yang diserobot. 

*Kenapa PTPN VIII dan Erick Thohir tidak berkutik?* Karena kekuatan besar di balik organisasi teroris FPI dengan pentolan Munarman yang mengakar ke mana-mana – termasuk BUMN yang dikuasai oleh kaum kadrun, khilafah dan teroris seperti di Krakatau Steel.

*Munarman adalah otak bisnis, terorisme, radikalisme dalam tubuh FPI, bersama Sobri Lubis* dan Haikal Hassan.

*Kini keterlibatannya makin kentara dalam tubuh ISIS. Afiliasi FPI dengan I'IS* juga terang benderang lewat pidato pentolan teroris FPI Muhammad Rizieq Shihab.

*Munarman sampai dia  tidak akan mampu diketahui keberadaannya.*

*Tidak seorang pun di Indonesia yang bisa mendeteksi keberadaannya.*

*Dia bisa jadi menggunakan berbagai lapisan alat komunikasi yang hanya dimiliki oleh pakar IT* berbasis big data. Seperti halnya Hanif Alatas yang terlibat dalam Cyber Terrorism.

*Selain memiliki dana besar, Munarman juga menguasai media besar Indonesia.* Juga dukungan kuat Cikeas, Cendana, Chaplin dan para koruptor dan proxy-nya yang ingin menghancurkan Indonesia.

*Gelimang uang FPI ini membuat Munarman dan FPI sulit dibabat, Sampai Jokowi menemukan* momentum yang dijalankan dengan sangat baik oleh TNI/Polri dan media sosial yang luar biasa.

*Jokowi tetap memahami kesulitan menghancurkan proxy pentolan I*IS-FPI: Munarman.*
(Penulis: Ninoy Karundeng).

Sunday, February 7, 2021

[Ninoi K] Mengamati Bramacorah Rizieq Shihab Lewat Media Pendukung dan Penentangnya

 

Mengamati Bramacorah Rizieq Shihab Lewat Media Pendukung dan Penentangnya

Ada hal yang menarik ketika menonton kehancuran bramacorah Muhammad Rizieq Shihab (MRS) lewat media massa. Dari press conference Polda Metro Jaya dan Mabes Polri jelas tidak pernah menggunakan kata habib. Namun kenapa Detik selalu menyematkan kata habib meski mendengarkan konferensi pers yang sama?

Dalam psikologi kata, kecenderungan pikiran wartawan dan idelogi media massa bisa dikenali. Dalam kasus MRS, pembedanya cuma satu kata: habib.

Di media sosial FB, Instagram, Twitter pun kecenderungan ini sama, malah lebih tampak. Orang yang menggunakan kata habib pasti pendukung MRS. Orang yang hanya menyebut Rizieq pasti penentang MRS.

Jelas dan faktual karena media sosial tidak memiliki aturan ideologis yang dikendalikan oleh pemiliknya. Medsos sangat berbeda dengan media massa online resmi, yang di belakangnya ada kepentingan politik.

Berita tentang bekas pentolan organisasi teroris FPI yang sudah menjadi ormas terlarang seperti PKI dan HTI, sungguh menarik. Bisa dilihat benang merah kecenderungan media massa mendukung atau menentang dengan pilihan kata ketika menyebut MRS, dengan kata kunci habib. MRS atau HRS), Rizieq atau Habib Rizieq.

Sangat mudah menentukan, dengan cara simplifikasi tentu, Detikdotcom miliki SBY pasti akan menyebut Habib Rizieq. Republika, Harian Terbit, TV One, PKS Piyungan, Suara Merdeka, Pikiran Rakyat, Kedaulatan Rakyat, Fajar, Pos Kota, Panjimas, Jawa Pos pasti menggunakan kata habib. Termasuk dalam kelompok ini adalah Kumparan. Media ini pendukung Rizieq Shihab.

CNN Indonesia? Meskipun milik SBY juga namun untuk memberi pembeda menggunakan kata Rizieq tanpa habib. Untuk menunjukkan perbedaan dengan Detik tentu. Biar kelihatan bau Amerika, padahal milik SBY.

Media penentang MRS dengan senang hati menghilangkan kata habib. MetroTV, Kompas, Suara Pembaruan, Tribun, Manado Pos, Bali Pos tentu alergi menggunakan kata Habib. 

Kenapa ada dua perbedaan dalam penyebutan MRS atau HRS? MRS adalah simbol gerakan, meskipun dia seorang bramacorah. Karena penggunaan kata habib disalahgunakan oleh MRS untuk kejahatan, premanisme, penyerobotan tanah, bahkan terorisme. Tak layak gelar terhormat habib disematkan ke bramacorah cabul MRS.

Publik sering tak paham. Bahwa media massa, televisi, media online dan off line, memiliki kecenderungan mendukung atau menentang pemerintah. Untuk memahaminya sebenarnya sangat mudah. Bahkan kecenderungan politik suatu media massa, ideologinya, pemiliknya, akan terlihat nyata. Tidak bisa bersembunyi.

Salah satu contoh adalah media televisi Aljazeera, media ini memiliki kecenderungan mendukung terorisme yakni Ikhwanul Muslimin, dan terorisme lainnya. Untuk itu wartawan Aljazeera Mahmood Hussein pun dipenjara sampai sekarang karena terlibat terorisme di Mesir.

Pilihan kata-kata yang digunakan oleh Al Jazeera jelas menunjukkan Mahmood Hussein bukan sekedar wartawan, namun ahli propaganda yang menyamar sebagai wartawan, bahkan setelah diselidiki oleh Intelijen Mesir, dia terlibat dalam terorisme dan anggota Ihwanul Muslimin.

Karena media adalah peracik kata-kata, maka lewat kata-kata pula media akan terlihat kecenderungan keberpihakannya. Bahkan kecenderungan politik, ideologi, pemiliknya, akan terlihat.

Media massa online dan bukan online memiliki pendana dan pemilik. Wartawan adalah ibarat kuda, redaksi adalah pencari rumput, pemilik adalah kusir. Ke mana pun arah kuda, tergantung kusir, namun dalam menjalankan kuda, pencari rumput ujung tombak harian.

Kuda tidak memiliki hak apa pun. Namanya juga kuda. Maka yang terjadi adalah apapun yang diinginkan oleh pencari rumput (redaksi) dan kusir (pemilik) harus dilaksanakan. Tidak ada ruang untuk berdebat.

Oleh sebab itu, rilis media yang waras, termasuk Kepolisian tidak menggunakan kata Habib Rizieq, HRS. Kata MRS dan Muhammad Rizieq Shihab (MRS) yang dipilih.

Tujuannya agar tidak ada glorifikasi salah terkait kata habib yang terhormat, jangan sampai disalahgunakan dan disematkan ke bramacorah penjahat pentolan organisasi yang 37 anggotanya adalah para teroris.

Maka dengan meng-klik sebuah media online, jika menemukan kata HRS atau Habib Rizieq dipastikan wartawan atau media tersebut pendukung si cabul Rizieq Shihab. Begitu sebaliknya, jika yang ditemukan cuma MRS, atau Rizieq, media tersebut penentang bramacorah Rizieq Shihab. Mari kita jaga marwah Habib dengan tidak menyematkan Habib di depan MRS alias Rizieq Shihab. (Penulis: Ninoy Karundeng)

==========================

MUNARMAN FPI MEMBANGKANG POLRI AKAN SERET MENANTU RIZIEQ SHIHAB OTAK CYBER TERRORISM

Biar sudah jadi tersangka Munarman FPI tetap membangkang. Giliran Hanif Alatas menantu Muhammad Rizieq Shihab (MRS) akan diseret Polisi. Tinggal menunggu waktu.  Hanif Alatas terkait cyber terrorism.

Hanif Alatas di balik Group Telegram AnginGunung dan People Power313. Sumber dan produsen hoaks, fitnah, provokasi, ajakan demo, perpecahan bangsa, jihad sesat ala FPI.

Negara tidak boleh kalah oleh political deal. Oleh pengkhianat bangsa MRS. MRS membuat hoaks: seolah ada dokumen perjanjian antara FPI dengan Badan Intelijen. Untuk bargaining position.  Tidak pernah ada deal dan dokumen antara Intelijen dengan teroris FPI. Bualan MRS tukang obat mabuk agama.

Polda Metro dan Mabes Polri harus tegas. Hanif Alatas harus dicokok. Bukan hanya soal kerumuman. Namun soal cyber terrorism yang sangat berbahaya. Hanif Alatas adalah pembangkang sama dengan Munarman. 

Hanif otak FPI bersama dengan Munarman. Sejak 2017, 2018 dia menjadi aktor kerusuhan. Hanif Alatas mengajak demo reuni 212, meski Jakarta dalam PSBB. Hanif bersama Rizal Kobar aktor demo gagal total 1812.

Bersama Munarman dan Sobri Lubis, Hanif Alatas mengatur strategi pergerakan ormas FPI. Dia giring menjadi lebih dekat dengan gerakan radikal dan terorisme. Strategi pendanaan FPI dia kelola. Hadiahnya anak provokator cabul MRS.

Hanif Alatas dan Bahar Smith juga dengan kedok agama merusak keharmonisan Manado. Untungnya, warga Manado mengusir mereka di Bandara Sam Ratulangi. Hanif Alatas bukan sembarangan. Dia aktor FPI bersama Munarman dan Sobri Lubis.

MRS sebenarnya budak kacung Munarman. Tapi soal duit dari Cikeas, Cendana, dan Chaplin, Munarman dan MRS berbagi proporsional. Mewah bersama. Berkedok agama. Islam sebagai alat bisnis. Bisnis FPI provokasi mengumpulkan massa, dengan cara menjual program radikalisme, terorisme, pembangkangan hukum dan demo.

Itulah sebabnya Munarman tetap melestarikan nama: FPI. Nama FPI dipakai Munarman untuk membangun imajinasi kisah sukses bisnis kebohongan. Hanif Alatas juga setuju.

Hanif Alatas sebagai Ring 1 MRS mengelola dana besar untuk menghancurkan NKRI. Bersama Cendana, Chaplin, dan Cikeas. Plus sumbangan dari ratusan ribu kotak amal di minimarket, kerjasama teroris dengan cukong. Kotak amal di minimarket dikuasai selain oleh teroris MMI, ACT, JAT, juga PKS dan gerakan Ikhawanul Muslimin (IM).

Untuk itu, Polri harus bertindak tegas. Menyeret mastermind: Muhammad Hanif Alatas. Menantu MRS selain dua anak MRS: Zahra dan Zulfa. Sebelum semuanya terlambat dan kabur ke luar negeri. Kini Wahyu Budi Laksono bercokol di Syria dengan @Opposite6891-nya.

Merasa di atas angin, kuat tanpa batas dia menamai diri: Poros Mekkah. Poros Petamburan. Yang terlibat dalam akun itu Zahra Shihab, Zulfa Shihab. Sesuai bukti, keluarga otak cabul MRS, anak-anak dan menantu, terlibat dalam gerakan Cyber Terrorism.

Cyber terrorism digunakan untuk membangun opini. FPI terus menyebarkan berita bohong. Lewat intenet. Kebencian terhadap Jokowi, TNI, Polri, mengadu domba umat. Terakhir terungkap Jerman terlibat teroris FPI di Indonesia.

Kasus Hanif Alatas pelanggaran PSBB yang dilakukan menantu MRS harus diusut. Karena Sobri Lubis dan kawan-kawan sudah menjadi tersangka kasus kerumuman.

Munculnya Hanif Alatas ke permukaan sebenarnya menjadi pesaing Munarman dalam mengendalikan FPI. Karena baik Munarman maupun Hanif Alatas, termasuk begundal anak-anak MRS adalah para provokator. Dalam video beredar anak cewek MRS juga provokator dan kebencian. Persis seperti MRS membual mengadu-domba, memanipulasi informasi.

Hanif Alatas harus ditangkap. Bukan soal kerumuman saja. Kasus terorisme siber alias Cyber Terrorism. Terorisme siber yang dilakukan Hanif Alatas sangat membahayakan negara. Karena setiap hari dia aktif menyebarkan berita bohong.

Dengan segala kecerdasan di bidang siber, Hanif Alatas mengendalikan konten, lalu memanfaatkan proxy cyber, dan menaikkan materi ujaran kebencian, provokasi, kebohongan, untuk melawan negara. Perbuatan Hanif Alatas dengan FPI yang memang teroris mengarahkan Hanif Alatas sebagai teroris siber. 

Polisi yang sudah memiliki bukti terkait akun group telegram AnginGunung dan Peoplepower13. Juga BIN, BAIS, harus bertindak untuk secara komprehensif menghancurkan terorisme. Maka segera menangkap Hanif Alatas. Ini harapan Jokowi. Juga harapan NKRI yang aman dan damai. Tanpa FPI. (Penulis: Ninoy Karundeng).

Friday, February 5, 2021

[Ninoy N Karundeng] MUNARMAN BAIAT ANGGOTA ISIS KADO LISTYO SIGIT PRABOWO UNTUK JOKOWI

 

*MUNARMAN BAIAT ANGGOTA ISIS* 
*KADO LISTYO SIGIT PRABOWO* 
*UNTUK JOKOWI*
*Mantap. Inilah kado awal Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk Presiden Jokowi*. Munarman melakukan baiat terhadap para anggota ISIS. Kapolri tentu akan bertindak tegas untuk menangkap keterlibatan Munarman dalam aksi terorisme. Ini sesuai dengan perintah Presiden Jokowi untuk tegas melawan aksi premanisme, intoleransi, radikalisme, dan terorisme yang mengancam eksistensi NKRI.

*Organisasi teroris ISIS adalah bagian dari Munarman. Pengakuan anggota ISIS dan FPI* yang dibaiat oleh Munarman tidak mengejutkan. Sepak terjang cerdas Munarman dalam gerakan radikal, intoleransi, dan terorisme dengan FPI sebagai kendaraannya nyaris sempurna.

*Dengan kedok membela Islam, publik awam digiring untuk membenci pemerintah*, bahkan terhadap SBY yang membesarkan FPI pun sebagai organisasi teroris FPI berani bersikap menantang. Apalagi terhadap Jokowi yang memang anti radikalisme, terorisme, dan bahkan membubarkan ormas teroris khilafah HTI.

*Dikotomi antara Islam radikal yang diajarkan Munarman dan Muhammad Rizieq Shihab (MRS)* dengan Islam Nusantara diperbesar. Nilai-nilai budaya tradisional diejek, dilecehken, dibenamkan oleh FPI. Betapa budaya Sunda yang adiluhung seperti ucapan salam Sampurasun pun hendak diganti oleh FPI dengan hanya salam ala kadrun. Pancasila pun tak luput dilecehkan oleh MRS.

*Senjata membangun kebencian terhadap budaya Nusantara adalah melabeli kegiatan budaya* dengan menyebut sebagai syirik, musyrik, kafir, dan bukan Arab. FPI, Munarman dan teroris mengunggulkan budaya Arab yang jahiliah sebagai budaya superior.

*Publik digiring untuk merendahkan budaya sendiri.* Bahkan pakaian Arab mirip karung goni hitam dianggap syar’i. Paling benar. Juga daster Arabia para lelaki dianggap identitas superior menggantikan budaya sarung santri. MRS dan Munarman membangun identifikasi teroris dan non-teroris dari pakaian yang dikenakan. Haram dan halal.

*Sejak awal, gelagat liat aksi radikalisme Munarman menyadarkan eksistensinya* di gerakan terorisme. Saya melihat Munarman lebih dalam. Munarman adalah otak bisnis, terorisme, radikalisme dalam tubuh FPI, bersama Sobri Lubis dan Haikal Hassan. Kini keterlibatan Munarman makin kentara. Salah satu dari 19 teroris FPI yang ditangkap dibaiat oleh Munarman.

*Munarman dengan kekejamannya telah terlibat melakukan pembunuhan terhadap anggota* *Ahmadiyah* di Cikeusik, Pandeglang Banten. Kerusuhan Cikeusik berupa pembakaran rumah, mobil motor dan pembantaian jemaat Ahmadiyah adalah pola aksi teroris. Munarman adalah Panglima Komando Laskar Islam pada saat kerusuhan Cikeusik dan pentolan ormas radikal intoleran Forum Umat Islam.

*Betapa sebagai otak gerakan penyerangan di Cikeusik,* FPI pada saat itu telah mampu mengatur pergerakan massa yang sangat rapi. Para anggota FPI datang menggunakan bis. FPI melakukan operasi untuk mengepung para jemaat Ahmadiyah. Di setiap gang ada anggota FPI. Dengan titik rumah milik Suparman.

Tampak sekali aksi serangan menerapkan teori dan strategi militer yang sangat canggih dan terlatih. Hanya dengan pelatihan serangan ala Cikeusik bisa seperti itu. Penempatan anggota FPI dalam radius 1-10 km, secara berlapis juga merupakan benteng untuk membendung aparat keamanan. Di situlah sepak terjang aksi terorisme Munarman yang terendus, kini terbukti terkait dengan ISIS.

*Dalam serangan ke Cikeuseik, pola kerusuhan dengan menyulut sentiman sesat,* syirik, musyrik diteriakkan dengan takbir sebagai senjata mengompori massa. Tak pelak rumah-rumah dibakar, motor, mobil tak luput dari serangan. Puluhan orang terluka. Tiga orang anggota Ahmadiyah tewas dibantai oleh para anggota teroris FPI.

*Kejahatan kemanusiaan pembantaian oleh FPI terhadap jemaat Ahmadiyah pada 2011* ini tidak tersentuh oleh hukum. Bahkan Munarman menantang akan menjatuhkan SBY jika berani membubarkan FPI. Tentu SBY yang penakut ciut, bertekut lutut dan mencium kaki Munarman.

*Keberadaan FPI semakin berkibar, tiga tahun setelah pembantaian Cikeusik,* aksi terorisme FPI makin berkembang. Laskar khusus FPI diberi pelatihan ala militer. Senjata apapun dimiliki oleh FPI seperti pengakuan Rizieq Shihab. Sangat kuat. Bahkan FPI pun bisa menyusup ke militer dengan mendapatkan pelatihan di Banten. Semuanya karena peran Munarman.

*Pada 2014, FPI dan GARIS mendukung ISIS. FPI sebagai gerakan klandestin terorisme*, berkedok sebagai ormas pembela Islam. Para koruptor, Cikeas, Cendana, Chaplin sejak dulu, dan politikus seperti pentolan PKS Hidayat Nur Wahid yang berpaham Wahabi dan Ikhwanul Muslimin, juga Din Syamsuddin, membela teroris FPI. Juga tentu politikus apkiran seperti Amien Rais, Busyro Muqaddas, dan gerombolan 212 mendukung FPI.

*Dengan lantang MRS dan FPI mendukung ISIS.* Munarman melakukan baiat kepada para anggota ISIS. Artinya Munarman sebagai pentolan ISIS di Indonesia jelas terlibat dalam terorisme. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo harus mengusut tuntas keterlibatan Munarman dalam pembunuhan di Cikeusik, dan keterlibatan Munarman sebagai pimpinan ISIS di Indonesia.

*Ini sejalan dengan harapan Presiden Jokowi yang memberangus HTI, FPI, FUI* yang senyatanya terlibat kerusuhan di Cikeusik dan Temanggung beberapa tahun lalu. Dan, Munarman adalah target karena jelas terlibat dalam pembaiatan anggota ISIS yang tertangkap, yang juga anggota FPI. Klop. Tidak ada ruang lagi bagi Munarman dan FPI sebagai bagian dari gerakan teroris. (Penulis: Ninoy Karundeng).
WAKILRAKYAT.IniOK.com

Saturday, January 30, 2021

[Ninoy Karundeng] Ketika Tempo Jadi Budak Bohir

*Ketika Tempo Jadi Budak Bohir*
https://wakilrakyat.iniok.com/2021/01/ninoy-karundeng-ketika-tempo-jadi-budak.html

_KETIKA TEMPO JADI BUDAK PARA BOHIR Tempo_. *Atau Tempe.* Itulah yang terngiang dalam pikiran banyak orang, setiap mendengar kata Tempo. Padahal, dulu Tempo adalah enak dibaca dan perlu. Waktu berlalu. *Tempo berubah dari media berbobot ke media robot.* Kaki tangan bohir yang mengendalikannya. 


*Tempo hanyalah nama integritas masa lalu. Bukan sekarang.* Publik ingat kasus ketika Tempo menjadi budak KPK pro Novel Baswedan – anti Firli Bahuri. Oposan Presiden Jokowi. Ujung dari peran Tempo sebagai buzzer KPK Novel adalah dukungan ke Anies Baswedan, Jusuf Kalla, tewasnya 6 teroris FPI pun dia bela. Pekan ini, Majalah Tempo mengeluarkan opini dengan judul mentereng, dengan cover Herman Hery. Bancakan Bansos Banteng. 


*Opini Tempo tentang korupsi Juliari Batubara digiring liar.* Menyasar Puan Maharani. Kata Madam diarahkan padanya. Opini yang menyerang elite PDIP. Cara Tempo mengemas narasi pelintiran sungguh cerdas. Betapa wawancara blunder Herman Hery dimanfaatkan oleh Tempo dengan sangat baik. Omongan ngalor-ngidul tak karuan kisah perjalanan hidup Herman Hery dibungkus oleh Tempo menjadi narasi opini, tentang keterlibatan elite PDIP. 


*Bahkan Tempo pun mengulas kasus serempetan mobil Herman dengan Ronny Kosasih* di arteri Pondok Indah di 2018. Juga kasus soal penyitaan minuman keras di Ende 2015, bahkan soal ketika menjadi saksi di KPK yang menjerat Jacobus Purwono. Semua dipaparkan sebagai batu lompatan opini tentang kriminalisme Herman. 


*Lalu, Tempo menarasikan sendiri pertanyaan keterlibatan Puan Maharani,* meskipun Herman Hery tidak menyebutkannya. Sangkalan, jawaban, atau afirmasi Herman dipakai Tempo menyatakan dugaan keterlibatan Ketua DPR tersebut. Nanya sendiri, dijawab sendiri. Itulah cara menggiring opini ngawur. Lebih parah lagi, tempo pun mengulas bocoran informasi dari sumber yang mantap: penegak hukum. Ikhwal pembocoran informasi dari penegak hukum ini menjadi menarik. Tempo melanggar hukum. 


*Bersamaan dengan Tempo, orkestrasi penggiringan opini tanpa dasar secara simultan* dilakukan oleh skondan Tempo: Najwa Shihab. Najwa menggunakan kata Madam untuk topik yang sama. Untuk saling mendukung. Klop kaki tangan Cendana, dengan kaki tangan Novel dan Anies Baswedan. Slogan mentereng Tempo sebagai media yang memaparkan paparan mendalam dan investigatif hanyalah omong kosong. 


*Tempo Majalah tak lebih dari kaki tangan kelompok kepentingan.* Bahkan tak segan melakukan jurnalisme fitnah dan hoaks. Namun dengan kecerdasan menulis opini tingkat tinggi. Publik awam akan terkecoh cara penyajian informasi gaya post-truth Tempo baik majalah maupun koran. Tidak ada yang berbeda keduanya. Bagi Tempo yang penting melempar isu. Kata-kata seperti ditengarai, diduga, disandingkan dengan hasil wawancara Herman Hery. Agar seolah penggiringan opini tak berdasar Tempo hasil dari wawancara. 


*Narasumber tidak jelas, sumber informasi yang tidak bisa dikonfirmasi,* dijadikan dasar merangkai cerita. Suatu cara menggiring isu dan penghakiman terhadap elite PDIP agar tampak seolah telah melakukan jurnalisme yang berimbang. Sejatinya Tempo tak lebih dari melakukan jurnalisme pelacuran: demi sensasi murahan dan duit. 


*Narasi terkait Herman Hery yang dibungkus Tempo sebagai alat menyerang Puan* Maharani tidak mengena telak. Pasalnya, Tempo seharusnya mengulik keterangan yang lebih pas dari Ihsan Yunus, karena lebih tampak jelas gambaran keterlibatannya dalam urusan Bansos. Bukan lewat pintu Herman Yunus. Sampai di titik ini, tidak ada satu pun bukti, baik wawancara dengan Herman, Lia, dan narasumber tidak jelas lainnya, tentang keterlibatan Puan Maharani. 


*Kegilaan Tempo yang menggiring opini seenak jidat sendiri, seperti Najwa Shihab* ketika dia menggiring seolah ada penganiayaan sebelum 6 teroris FPI tewas, harus dihentikan. Dilawan. Jurnalisme ngawur – dengan dibungkus dengan cara cerdas – tetap akan menunjukkan kejahatan Tempo. Kita terlalu lama membiarkan Tempo beropini ngawur. 


*Sejak sebelum Pilpres 2019, kasus perang opini KPK*, penyerangan pribadi Presiden Jokowi sebagai Pinokio, membuat Tempo makin keranjingan. Tempo merasa kebal hukum. Sepak terjang seperti itu harus dihentikan. 


*Sama halnya ketika publik mengritisi, menyerang, dan menghancurkan Najwa Shihab* sebagai *kaki tangan Cendana. Tempo pun berubah menjadi Tempe busuk*. (Penulis:_ Ninoy Karundeng_)

*Kami selalu menyuarakan pikiran Rakyat*

Friday, January 1, 2021

[Ninoy K] PERANG OPINI SUDAH BEREDAR DI SOSMED



PERANG OPINI SUDAH BEREDAR DI SOSMED ... Kanselir Jerman Angela Merkel Dukung FPI Pendukung ISIS 
Kunjungan tak terduga ke markas kelompok radikal FPI dilakukan oleh seorang diplomat Jerman menimbulkan keresahan. Manuver kebijakan Kanselir Jerman Angela Merkel bisa dilihat sebagai tindakan mencampuri urusan dalam negeri Indonesia dan berlawanan dengan hukum internasional, apalagi mendukung terorisme di Indonesia.

Menghadapi persoalan terorisme di dalam negeri Jerman sendiri, kini Jerman justru menjadi negara Barat pertama yang menghubungkan diri dengan kelompok teroris yang terafiliasi dengan ISIS. Lebih gila lagi kunjungan tersebut digunakan oleh FPI untuk mengampanyekan intoleransi, radikalisme, dan terorisme di Indonesia.

Beberapa foto beredar menunjukkan seorang diplomat perempuan Jerman, dikenali dari plat mobil diplomatic Jerman, menunjukkan seorang perempuan kulit putih masuk ke markas FPI di Jakarta. FPI pun menyampaikan pernyataan pers, menyampaikan duka cita dan dukungan Jerman terhadap kematian enam orang teroris FPI yang tewas karena menyerang aparat kepolisian.

FPI terkenal dengan aksi terornya; mulai membakar rumah Jemaah Ahmadiyah di Nusa Tenggara Barat sampai melakukan pembunuhan di Cikeusik Jawa Barat. Senyatanya, FPI adalah kelompok teroris yang tujuannya penerapan hukum Syariah di Indonesia.

Baru-baru ini video beredar luas aksi FPI menyerang orang Kristen yang sedang beribadah di Bekasi Jawa Barat. Dua orang anggota FPI, dipimpin Ustad Muliana, Ketua FPI Bekasi merangsek masuk ke rumah orang yang sedang beribadah, mengancam dan membubarkan kegiatan beribadah.

FPI secara hukum sudah tidak lagi diakui sebagai ormas karena izinnya habis pada 2019, namun sebagai kelompok teroris, FPI terkait dengan organisasi trans-nasional seperti Hizbut Tahrir, ISIS, Wahabi dan Ikhwanul Muslimin, mendorong intoleransi, radikalisme, dan praktik Syariah yang illegal menurut hukum Indonesia.

Konstitusi Indonesia menjamin kebebasan untuk menjalankan agama dan mengakui enam agama; Islam, Hindu, Buddha, Protestan, Katholik, dan Konghucu. Sementara FPI justru anti toleransi dan menentang keberagaman, mengampanyekan hukum yang tidak diakui di Indonesia, Syariah.

Oleh karena itu, kunjungan diplomat Jerman ke markas FPI bisa dipandang sebagai tindakan politis. Karena Jerman adalah kaki tangan Amerika Serikat, dan politik luar negerinya mengekor ke AS.

Kunjungan diplomat Jerman tersebut adalah bentuk campur tangan terhadap urusan dalam negeri Indonesia, menunjukkan Jerman hanya sebagai proxy AS melawan China. Jerman dan Eropa serta AS sudah lama merecoki hubungan dekat saling menguntungkan Indonesia-China, yang telah meningkatkan kesejahteraan bagi banyak wilayah Indonesia yang sangat luas. Karena itu, kunjungan tersebut adalah tindakan bodoh Angela Merkel, yang mendukung kelompok teroris FPI di Indonesia.

Dukungan Angela Merkel terhadap kelompok teroris FPI di Indonesia menunjukkan perubahan posisi Jerman dalam memerangi terorisme global. Kuat dugaan Jerman sedang berkompromi dengan teroris karena kegagalan menghancurkan teroris di dalam negeri Jerman.

Menkopolhukam Mahfud Md dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi harus memanggil Duta Besar Jerman untuk Indonesia untuk dimintai keterangan terkait kunjungan staf Kedutaan Jerman ke markas teroris FPI di Jakarta. Upaya pengusiran diplomat Jerman akan dilakukan karena telah menyalahi hukum Internasional dan mencampuri urusan dalam negeri. (Penulis: Ninoy Karundeng).

Wednesday, December 30, 2020

[Ninoy K] KOMNAS HAM BONGKAR KONSPIRASI MUNARMAN FPI DAN NAJWA SHIHAB

 
KOMNAS HAM BONGKAR KONSPIRASI MUNARMAN FPI DAN NAJWA  SHIHAB
Keterangan yang diberikan Komnas HAM membongkar konspirasi Munarnam dan Najwa Shihab. Kongkalikong menggiring opini sesat dipatahkan. Strategi konspiratif FPI, Munarman, dan Najwa Shihab yang sangat rapi, tampak cerdas terkuak ke permukaan.

Najwa Shihab menggambarkan luka 6 laskar perusuh yang tewas, lobang tembakan, luka lebam, dan aneka keterangan menyesatkan terbantahkan. Narasi kebohongan yang dibangun Munarman, dengan mengaburkan peristiwa serangan 6 teroris FPI terhadap aparat, terbantahkan. 

Rekonstroksi peristiwa yang sangat detail, dengan 58 adegan dipaparkan ke publik. Sebanyak 28 saksi dihadirkan. Termasuk empat saksi korban penyerangan oleh laskar FPI. Peristiwa penegakan hukum menghabisi penyerang aparat keamanan berlangsung gamblang, sesuai hukum. Adegan kejar-kejaran, mobil aparat dipepet iring-iringan mobil pengawal Muhammad Rizieq Shihab (MRS) pun ada di CCTV.

Memang, dua penyerang ditembak mati di tempat. Sisanya ditangkap 4 orang, lalu dibawa ke Polda Metro Jaya dengan mobil aparat. Namun di tengah perjalanan, tiga teroris FPI yang duduk di jok belakang mencekik dan memukuli aparat yang duduk di jok tengah.

Bersamaan dengan itu, satu teroris FPI yang duduk di samping kanan aparat, berusaha merebut senjata petugas. Dalam pembelaan diri dan menghadapi teroris yang terlatih, aparat tak mau mengambil risiko. Ditembak mati. Langkah tepat.

Tewasnya 6 laskar teroris FPI ini dijadikan alasan memojokkan Polri. Digunakan sebagai trigger perlawanan menjatuhkan Jokowi. Munarman pun dengan sengaja melakukan mobilisasi kekuatan narasi. Kebohongan yang dibalut dengan narasi jargon jihad, Islam, syahid, martir. Persis text-book strategi membakar Suriah digunakan oleh Munarman dan FPI.

Munarman, yang didukung oleh Cikeas, Cendana, Chaplin, dan PKS dengan corongnya Hidayat Nur Wahid, menyebarkan fakta palsu. Untuk membangun opini: ada pelanggaran, ada kekejaman.
Munarman tidak pernah menyebut barang bukti. Padahal ada dua unit mobil anggota, satu unit mobil tersangka, enam pasang pakaian tersangka, senjata tajam dan dua senjata api rakitan peluru 9 MM. Masih saja Munarman menyebut tidak ada senjata.

Narasi utama dibangun Munarman untuk menunjukkan adanya kedholiman. Dia koar-koar enam anggota teroris laskar FPI tidak memiliki senjata. Munarman menyembunyikan fakta bahwa FPI terbiasa memiliki senjata. Rizieq Shihab pun berkoar-koar menyembunyikan senjata sejak tahun 2000-an. 

Tujuan membuat berita bohong terkait tidak ada senjata agar publik melihat ada penganiayaan, pembunuhan berdarah dingin. Komnas HAM telah membantah adanya penganiayaan. Padahal, dengan dibangunnya opini seperti itu, Munarman berharap terjadi kerusuhan lebih besar. Dan, Jokowi jatuh.

Bukti konspirasi narasi kejahatan Munarman ini didukung sejumlah fakta. Untuk membuat kerusuhan seperti Suriah. Keterlibatan KAMI, keterlibatan LSM penerima dana asing yang berisik, dan pembelaan oleh Fadli Zon, Amien Rais, Anies Baswedan, perginya Jusuf Kalla ke Afghanistan sebagai bagian dari bargaining position bahlul, dan serangan masif di media sosial.

Juga keterlibatan Jerman dalam memanfaatkan situasi panas dengan mendukung FPI. FPI jelas menjadi proxy kejahatan politik Jerman yang kehabisan akal soal nikel. Karena Jokowi tidak menjual nikel yang dibutuhkan industri otomotif Jerman.

Bahkan saking gilanya Munarman, dia menyebarkan kebohongan adanya rumah penganiayaan. Agar publik melihat seperti pembantaian PKI. Narasi yang dibangun Munarman menambahkan gelar pahlawan untuk 6 teroris FPI yang tewas karena menyerang aparat. Melalui kaki tangannya: MBI.

Kelakukan ugal-ugalan Munarman didukung oleh Najwa Shihab. Tujuannya jelas. Untuk mengamplifikasi kebohongan. Acara Najwa Shihab menghadirkan narasumber palsu di acara harus diselidiki polisi. Karena narasumber yang mengaku ada di kejadian adalah rekayasa.

Ini penting diluruskan. Najwa Shihab membuat jurnalisme hoaks dan membuat pernyataan menyesatkan. Sedangkan Najwa Shihab tidak punya legitimasi, hak hukum. Dia harus diusut.

Bantahan Komnas HAM tentang rumah penganiayaan dan konfirmasi adanya senjata milik teroris FPI untuk menyerang aparat di jalan tol dan rest membuat konspirasi kebohongan Munarman, FPI, dan Najwa Shihab terbongkar. Tidak ada ruang hukum bagi Munarman untuk berkelit. Juga MRS dan Najwa Shihab. Kolaborasi konspirasi yang sangat berbahaya. 
(Penulis: Ninoy Karundeng).
Source : https://mudanews com/nusantara/2020/12/29/komnas-ham-bongkar-konspirasi-kebohongan-munarman-fpi-dan-najwa-shihab/
------------------


FPI Membangkang, Polri Akan Seret Menantu Riziq Sihab

JAMBERITA.COM - Pelarangan aktivitas dan penggunaan atribut FPI oleh Pemerintah (30/12/2020) tak membuat langkah para gembong FPI terhenti. Mereka kembali membentuk ormas baru dengan Front Persatuan Islam dengan akronim yang sama “FPI”.

Bukan sekadar akronimnya yang sama, secara substansi paham intoleran, kekerasan dan gerakan yang mengarah pada terorisme yang selama ini dipegang oleh FPI, rasanya masih akan dibawa juga oleh FPI baru.

Bukan tanpa alasan FPI dikatakan sebagai organisasi dengan paham radikal atau lebih tepatnya radikalisme gaya baru, dari sejumlah data yang diutarakan oleh penggiat media sosial Ninoy Karundeng menguak sejumlah fakta yang bisa dijadikan bukti awal untuk memeriksa menantu Muhammad Riziq Sihab, Hanif Alatas.

Dalam tulisannya, Ninoy mengungkapkan, Hanif Alatas di balik Group Telegram AnginGunung dan People Power313. Sumber dan produsen hoaks, fitnah, provokasi, ajakan demo, perpecahan bangsa, jihad sesat ala FPI.”

Pada tulisan itu Ninoy juga menambahkan, meski Muhammad Riziq SIhab dan Munarman, FPI tetap membangkang. Selanjutnya, giliran Hanif Alatas menantu Muhammad Rizieq Shihab (MRS) akan diseret Polisi.

“Tinggal menunggu waktu. Hanif Alatas terkait cyber terrorism.” tulisnya.

Sebelumnya, seiras dengan tulisan yang diutarakan Ninoy, Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan jikalau FPI masih mencoba mengakali pemerintah dengan organisasi baru, seharusnya bukan organisasinya saja yang diberi sanksi, pengurusnya juga.

Terkait dengan pendapat itu, Anthony Danar dari Strategi Institute mengungkapkan, bukti awal yang telah diutarakan oleh Ninoy, bisa menjadi pintu masuk untuk memanggil dan memeriksa Hanif Alatas.

“itu bisa jadi bukti awal, lebih lanjut polisi yang nanti akan melakukan penyelidikan mendalam dan mengumpulkan bukti yang kuat terkait dengan jejak digital dan sebagainya, itu terkait dengan dugaan tindak pindana cyber terorisme,” terang Anthony, Jakarta (1/1/2021).

Penggiat media sosial, politisi dan pengamat mendukung Polri dalam melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh gembong FPI. Tujuannya bukan untuk mencari-cari kesalahan, tetapi lebih kepada penegakan hukum terhadap organisasi dan pengurusnya yang mengancam persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.(*/)
-------------------------------------------
Peringatan AM Hendropriyono: Munarman FPI Mainkan Politik Bumi Hangus NKRI

Peringatan keras AM Hendropriyono terbukti. Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara dan Sekolah Tinggi Hukum Militer menyampaikan tentang pentingnya warga keturunan Arab untuk mengendalikan diri. Peringatan AM Hendropriyono ini menjadi sangat relevan ketika FPI dibubarkan.

Tentang peran para keturunan Arab yang mendeklarasikan FPI baru, perlu diperhatikan oleh pemerintah. WNI keturunan Arab dalam masyarakat Indonesia ditempatkan dalam strata cukup dihormati oleh masyarakat.

"Cobalah mengendalikan diri jangan menjadi provokator," kata AM Hendropriyono di Jakarta, Senin (6/5/2019).

Munarman dan para keturunan Arab langsung mendeklarasikan berdirinya FPI baru, dengan singkatan baru. Orangnya sama, baju berbeda. Ideologi tetap sama terkait dengan khilafah dan pendukung terorisme ISIS.

AM Hendropriyono sebagai Guru Besar Intelijen melihat persoalan FPI sebagai persoalan hubungan emosional-relijius dalam masyarakat Indonesia yang pada dasarnya menghormati klan Arab. Karena lugunya masyarakat Indonesia, mereka mencampurbaurkan antara Islam dengan Arab, Arab dengan Islam.

Suasana batin ini dimanfaatkan oleh oportunis seperti Munarman, Haikal Hassan untuk mengeruk keuntungan materi, bisnis politik. Dan, para keturunan Arab yang sengaja memanfaatkan sentimen relatif positif terhadap keturunan Arab untuk menggiring masyarakat mengikuti tujuan busuk FPI menghancurkan NKRI.

FPI bukan membela Islam. FPI menggunakan agama sebagai alat politik, bisnis demo, kerusuhan, terorisme: duit. Ada catatan. Tentang kisah PamSwakarsa 1998 sampai FPI berkibar atas dukungan SBY hingga demo politik identitas 411 dan 212, dan penjungkalan kriminalisasi Ahok.

Puncaknya Pilkada DKI 2017. Pilkada dengan politik identitas paling brutal. Yang terlibat SBY, Jusuf Kalla, Amien Rais, Hidayat Nur Wahid PKS, dengan motor FPI dan 212. Hasilnya Anies Baswedan menjadi penyembah FPI dan kaum radikal. Uang APBD DKI menjadi bancaan  kelompok radikal dengan persetujuan DPRD DKI Jakarta. Ugal-ugalan menghamburkan duit.

Sukses FPI, FUI, MMI, PKS, 212 di Pilkada DKI Jakarta diulangi. Prabowo-Sandi menjadi korban. Lebih marah lagi, Cendana dan Cikeas serta Jusuf Kalla meradang. Harapan mendapatkan kemenangan Pilpres 2019, dengan metoda dan taktik kampanye mayat ayat, buyar oleh strategi merangkul Jokowi.

Jokowi merangkul Ma’ruf Amin, dedengkot demo 411 dan 212. Dengan mengambil Amin, menyadarkan kalangan emosional-religius untuk melihat Jokowi dalam perspektif berbeda. Karena saat itu stigmatisasi terhadap Jokowi sebagai PKI, dibangun oleh Obor Rakyat, berhasil. Bahkan sampai saat ini.

Jargon komunis, asing, aseng Amien Rais masih meracuni masyarakat awam. Dan, keturunan Arab banyak dimanfaatkan. Atau memanfaatkan diri menjadi provokator, aktor pembangkangan terhadap pemerintah dan hukum: seperti Anies Baswedan dan Muhammad Rizieq Shihab.

Munarman Sobri Lubis sebagai kaki tangan, dan provokator keturunan Arab kembali berulah. Ada Sabri Lubis, Haris Ubadillah, Abu Fihir Alattas, Idrus Al Habsyi, Idrus Hasan, Ali Alatas, Syafiq Alaydrus,  selebihnya para kaki tangan pencari nasi bungkus.

Umat Islam harus paham tentang ajaran agama Islam dan budaya Nusantara. Gus Dur mengingatkan bahwa Islam bukan Arab, dan Arab bukan Islam. Dua hal yang berbeda.

“Islam datang bukan untuk mengubah budaya leluhur dengan budaya Arab. Bukan untuk aku menjadi ana, bukan sampeyan jadi antum, sedulur jadi akhi. Kita pertahankan milik kita, kita harus filtrasi budayanya, bukan ajarannya,” kata Gus Dur.

Soal maneuver Munarman, pemerintah harus mengawal keputusan pembubaran FPI. Kejaksaan, BIN, Bais, Kominfo, kepolisian harus bahu-membahu menindaklanjuti pelanggaran hukum yang dilakukan oleh FPI. PPATK harus menyelidiki aliran dana Cikeas, Cendana, Chaplin untuk FPI.

Semua aktivitas yang sama dengan FPI harus ditindak. Persis seperti perlakukan terhadap PKI sebagai ormas terlarang. Semua aktivitas yang terafiliasi dengan Munarman, Sobri Lubis, MRS dan keluarganya, dengan tujuan membuat kisruh dan pembangkangan hukum, intoleransi, terorisme, ISIS, harus dihukum.

Aksi Munarman sangat membahayakan Negara. Karena dia melakukan politik bumi hangus dengan maneuver penyebaran berita bohong ala ISIS, seperti di Suriah. Isu agama dan Islam dipakai untuk mengarahkan pada kerusuhan, pembangkangan hukum, chaos. Termasuk isu tewasnya 6 teroris FPI penyerang aparat, yang hendak diglorifikasi oleh Munarman sebagai pahlawan, syahid. Publik Indonesia ogah dibodohi Munarman dan FPI. (Penulis: Ninoy Karundeng).

Tags

3 Denny Siregar (14) Aoky Vera (11) 1 Ade Armando (7) Ninoy N Karundeng (7) 2 Raja Bonar (6) Eko Kuntadhi (6) 4 Rudi S Kamri (5) Andre Vincent W (5) Iyyas Subiakto (4) Perangi Radikalisme (4) Analisis Politik (3) Politik (3) Surat Terbuka (3) BUMN (2) Birgaldo Sinaga (2) Dugaan Rekayasa (2) Jubir Teroris (2) Kejahatan Organisasi (2) Pembohongan Publik (2) Perangi Teroris (2) Tingkah Laku (2) Tirta (2) Tito Gatsu (2) Ajaran Nabi (1) Akhmad Sahal (1) Aneh Bin Nyata (1) Aoki Vera - Live (1) Aroma Koruptor (1) Asi News (1) Azab DKI (1) Balap Mobil (1) Banjir Jakarta (1) Benahi DKI (1) Berita Sidang (1) Biografi Ade Armando (1) Dikormersialisasi (1) Diluar Logika (1) Dosen Universitas (1) Dugaan Cina (1) Fakta Sejarah (1) Fraksi Tv (1) Gratis Masuk Sekolah (1) Gubernur DKI (1) Hafal Alquran (1) Halal Dan Haram (1) Hutang Negara (1) Ideologi Negara (1) Instrospeksi Diri (1) Janji Politikus (1) Jaya Wijaya (1) Joko Widodo (1) Jubir FPI (1) Kadrun Berjatuhan (1) Kebobrokan Pejabat (1) Kebodohan Gubernur (1) Kebohongan Pejabat (1) Ken Setiawan (1) Korupsi (1) Kura-Kura (1) Maling Teriak Maling (1) Masalah Reklamasi (1) Melengserkan Jokowi (1) Membela Negara (1) Mobil Kalengkaleng (1) NKRI Harga Mati (1) Neo PKI (1) Nyai Dewi Tanjung (1) Orde Baru (1) Organisasi Bermasalah (1) Ormas Bermasalah (1) Pancasila (1) Pembongkar Kasus (1) Perangi Korupsi (1) Prilaku DPR RI (1) Proxy War (1) Raja Bonar (1) Rencana Menjatuhkan (1) Revisi UU KPK (1) Sarang Teroris (1) Sejarah Kelam (1) Setia Kecurangan (1) Siapa Raja Bonar (1) Soal Banjir (1) Suara Rakyat (1) Syarat Jadi Presiden (1) Terlalu Go3blog (1) Tidak Berlangsungkawa (1) Tolak Wisata Halal (1) Tunggangi Papua (1) Umat Islam (1) Vaksin (1) Wakil Rakyat (1) Wanita Jepang (1) William (1) Wisata Netral (1)