Latest News

Showing posts with label Analisis Politik. Show all posts
Showing posts with label Analisis Politik. Show all posts

Thursday, February 11, 2021

[Ninoy Karundeng] JOKOWI TAHU KEKUATAN MUNARMAN FPI-I*IS YANG TAK DIKETAHUI PUBLIK


*JOKOWI TAHU KEKUATAN MUNARMAN FPI-I*IS YANG TAK DIKETAHUI PUBLIK*
*Jokowi sejak lama telah memetakan kekuatan FPI, pasca pembubaran HTI.*

*Kekuatan FPI sejatinya bukan pada pion tukang obat Muhammad Rizieq Shihab (MRS)* yang juga pendukung I*IS tetapi ada pada Munarman, selain Sobri Lubis.

*Bagi Jokowi, untuk menghancurkan FPI, setelah HTI harus dilakukan structural changes* di dalam tubuh organisasi penegak hukum: pemotongan generasi, setelah sukses masa Tito Karnavian. Kini ada pada Listyo Sigit Prabowo. Dan, dukungan masyarakat yang dipimpin Nikita Mirzani. Momentum yang disebut Now or never untuk menghancurkan FPI.

*Bahkan MRS dengan bukti aliran dana PPATK, dengan penggalangan dana dari luar negeri*, untuk mendukung kegiatan kampanye penghancuran Indonesia, pendongkelan pemerintahan sah Jokowi-Ma’ruf. MRS dapat dipastikan akan menikmati dinginnya dinding penjara lebih lama.

*Proxy pendukung lainnya ada pada pentolan MUI seperti Tengku Zulkarnaen dan gerakan 212* dan HTI yang meski berbeda platform ideologi berbeda, namun bersatu melawan pemerintah. Ujungnya adalah men Suriah kan Indonesia. MUI selalu berada pada posisi mencari arah angin, termasuk ketika menjungkalkan Ahok.

*Sampai saat ini Jokowi paham betul Munarman tetap tidak bisa ditangkap.*

*Pasalnya adalah Munarman bukan hanya pentolan organisasi teroris FPI, dia adalah anggota proxy* tertinggi I*IS di Indonesia yang terkait dengan organisasi teroris seperti JAD dan organisasi teroris Majelis Mujahidin Indonesia Timur. Kekuatan Munarman ini berakar lama. Sejak 2008.

*Sepak terjang paling kentara dimulai ketika Munarman jadi Panglima Komando Laskar Islam.*

*Kerusuhan Cikeusik dan pentolan ormas radikal intoleran Forum Umat Islam ada dalam komando* Munarman. Saking kuatnya Munarman, bahkan SBY pun dibuat tidak berkutik.

*Munarman mengancam akan menggulingkan SBY jika berani membubarkan FPI.* SBY mencium kaki Munarman dan semakin membesarkan ormas teroris FPI sejak saat itu.

*Buktinya adalah transfer dana yang terekam Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)* dalam dan luar negeri makin besar sejak 2011 sampai dengan 2020. Kekuatan yang tak ada banding.

*Bahkan begitu Muhammad Rizieq Shihab (MRS) mendarat di Jakarta, FPI mencanangkan* membangun masjid besar bernilai miliaran di Megamendung. Lahan yang diserobot kongkalikong dengan BUMN PTP VIII yang terpapar kadrun. Sampai kini PTPN VIII tidak mampu menarik kembali lahan yang diserobot. 

*Kenapa PTPN VIII dan Erick Thohir tidak berkutik?* Karena kekuatan besar di balik organisasi teroris FPI dengan pentolan Munarman yang mengakar ke mana-mana – termasuk BUMN yang dikuasai oleh kaum kadrun, khilafah dan teroris seperti di Krakatau Steel.

*Munarman adalah otak bisnis, terorisme, radikalisme dalam tubuh FPI, bersama Sobri Lubis* dan Haikal Hassan.

*Kini keterlibatannya makin kentara dalam tubuh ISIS. Afiliasi FPI dengan I'IS* juga terang benderang lewat pidato pentolan teroris FPI Muhammad Rizieq Shihab.

*Munarman sampai dia  tidak akan mampu diketahui keberadaannya.*

*Tidak seorang pun di Indonesia yang bisa mendeteksi keberadaannya.*

*Dia bisa jadi menggunakan berbagai lapisan alat komunikasi yang hanya dimiliki oleh pakar IT* berbasis big data. Seperti halnya Hanif Alatas yang terlibat dalam Cyber Terrorism.

*Selain memiliki dana besar, Munarman juga menguasai media besar Indonesia.* Juga dukungan kuat Cikeas, Cendana, Chaplin dan para koruptor dan proxy-nya yang ingin menghancurkan Indonesia.

*Gelimang uang FPI ini membuat Munarman dan FPI sulit dibabat, Sampai Jokowi menemukan* momentum yang dijalankan dengan sangat baik oleh TNI/Polri dan media sosial yang luar biasa.

*Jokowi tetap memahami kesulitan menghancurkan proxy pentolan I*IS-FPI: Munarman.*
(Penulis: Ninoy Karundeng).

Wednesday, December 30, 2020

[Ninoy K] KOMNAS HAM BONGKAR KONSPIRASI MUNARMAN FPI DAN NAJWA SHIHAB

 
KOMNAS HAM BONGKAR KONSPIRASI MUNARMAN FPI DAN NAJWA  SHIHAB
Keterangan yang diberikan Komnas HAM membongkar konspirasi Munarnam dan Najwa Shihab. Kongkalikong menggiring opini sesat dipatahkan. Strategi konspiratif FPI, Munarman, dan Najwa Shihab yang sangat rapi, tampak cerdas terkuak ke permukaan.

Najwa Shihab menggambarkan luka 6 laskar perusuh yang tewas, lobang tembakan, luka lebam, dan aneka keterangan menyesatkan terbantahkan. Narasi kebohongan yang dibangun Munarman, dengan mengaburkan peristiwa serangan 6 teroris FPI terhadap aparat, terbantahkan. 

Rekonstroksi peristiwa yang sangat detail, dengan 58 adegan dipaparkan ke publik. Sebanyak 28 saksi dihadirkan. Termasuk empat saksi korban penyerangan oleh laskar FPI. Peristiwa penegakan hukum menghabisi penyerang aparat keamanan berlangsung gamblang, sesuai hukum. Adegan kejar-kejaran, mobil aparat dipepet iring-iringan mobil pengawal Muhammad Rizieq Shihab (MRS) pun ada di CCTV.

Memang, dua penyerang ditembak mati di tempat. Sisanya ditangkap 4 orang, lalu dibawa ke Polda Metro Jaya dengan mobil aparat. Namun di tengah perjalanan, tiga teroris FPI yang duduk di jok belakang mencekik dan memukuli aparat yang duduk di jok tengah.

Bersamaan dengan itu, satu teroris FPI yang duduk di samping kanan aparat, berusaha merebut senjata petugas. Dalam pembelaan diri dan menghadapi teroris yang terlatih, aparat tak mau mengambil risiko. Ditembak mati. Langkah tepat.

Tewasnya 6 laskar teroris FPI ini dijadikan alasan memojokkan Polri. Digunakan sebagai trigger perlawanan menjatuhkan Jokowi. Munarman pun dengan sengaja melakukan mobilisasi kekuatan narasi. Kebohongan yang dibalut dengan narasi jargon jihad, Islam, syahid, martir. Persis text-book strategi membakar Suriah digunakan oleh Munarman dan FPI.

Munarman, yang didukung oleh Cikeas, Cendana, Chaplin, dan PKS dengan corongnya Hidayat Nur Wahid, menyebarkan fakta palsu. Untuk membangun opini: ada pelanggaran, ada kekejaman.
Munarman tidak pernah menyebut barang bukti. Padahal ada dua unit mobil anggota, satu unit mobil tersangka, enam pasang pakaian tersangka, senjata tajam dan dua senjata api rakitan peluru 9 MM. Masih saja Munarman menyebut tidak ada senjata.

Narasi utama dibangun Munarman untuk menunjukkan adanya kedholiman. Dia koar-koar enam anggota teroris laskar FPI tidak memiliki senjata. Munarman menyembunyikan fakta bahwa FPI terbiasa memiliki senjata. Rizieq Shihab pun berkoar-koar menyembunyikan senjata sejak tahun 2000-an. 

Tujuan membuat berita bohong terkait tidak ada senjata agar publik melihat ada penganiayaan, pembunuhan berdarah dingin. Komnas HAM telah membantah adanya penganiayaan. Padahal, dengan dibangunnya opini seperti itu, Munarman berharap terjadi kerusuhan lebih besar. Dan, Jokowi jatuh.

Bukti konspirasi narasi kejahatan Munarman ini didukung sejumlah fakta. Untuk membuat kerusuhan seperti Suriah. Keterlibatan KAMI, keterlibatan LSM penerima dana asing yang berisik, dan pembelaan oleh Fadli Zon, Amien Rais, Anies Baswedan, perginya Jusuf Kalla ke Afghanistan sebagai bagian dari bargaining position bahlul, dan serangan masif di media sosial.

Juga keterlibatan Jerman dalam memanfaatkan situasi panas dengan mendukung FPI. FPI jelas menjadi proxy kejahatan politik Jerman yang kehabisan akal soal nikel. Karena Jokowi tidak menjual nikel yang dibutuhkan industri otomotif Jerman.

Bahkan saking gilanya Munarman, dia menyebarkan kebohongan adanya rumah penganiayaan. Agar publik melihat seperti pembantaian PKI. Narasi yang dibangun Munarman menambahkan gelar pahlawan untuk 6 teroris FPI yang tewas karena menyerang aparat. Melalui kaki tangannya: MBI.

Kelakukan ugal-ugalan Munarman didukung oleh Najwa Shihab. Tujuannya jelas. Untuk mengamplifikasi kebohongan. Acara Najwa Shihab menghadirkan narasumber palsu di acara harus diselidiki polisi. Karena narasumber yang mengaku ada di kejadian adalah rekayasa.

Ini penting diluruskan. Najwa Shihab membuat jurnalisme hoaks dan membuat pernyataan menyesatkan. Sedangkan Najwa Shihab tidak punya legitimasi, hak hukum. Dia harus diusut.

Bantahan Komnas HAM tentang rumah penganiayaan dan konfirmasi adanya senjata milik teroris FPI untuk menyerang aparat di jalan tol dan rest membuat konspirasi kebohongan Munarman, FPI, dan Najwa Shihab terbongkar. Tidak ada ruang hukum bagi Munarman untuk berkelit. Juga MRS dan Najwa Shihab. Kolaborasi konspirasi yang sangat berbahaya. 
(Penulis: Ninoy Karundeng).
Source : https://mudanews com/nusantara/2020/12/29/komnas-ham-bongkar-konspirasi-kebohongan-munarman-fpi-dan-najwa-shihab/
------------------


FPI Membangkang, Polri Akan Seret Menantu Riziq Sihab

JAMBERITA.COM - Pelarangan aktivitas dan penggunaan atribut FPI oleh Pemerintah (30/12/2020) tak membuat langkah para gembong FPI terhenti. Mereka kembali membentuk ormas baru dengan Front Persatuan Islam dengan akronim yang sama “FPI”.

Bukan sekadar akronimnya yang sama, secara substansi paham intoleran, kekerasan dan gerakan yang mengarah pada terorisme yang selama ini dipegang oleh FPI, rasanya masih akan dibawa juga oleh FPI baru.

Bukan tanpa alasan FPI dikatakan sebagai organisasi dengan paham radikal atau lebih tepatnya radikalisme gaya baru, dari sejumlah data yang diutarakan oleh penggiat media sosial Ninoy Karundeng menguak sejumlah fakta yang bisa dijadikan bukti awal untuk memeriksa menantu Muhammad Riziq Sihab, Hanif Alatas.

Dalam tulisannya, Ninoy mengungkapkan, Hanif Alatas di balik Group Telegram AnginGunung dan People Power313. Sumber dan produsen hoaks, fitnah, provokasi, ajakan demo, perpecahan bangsa, jihad sesat ala FPI.”

Pada tulisan itu Ninoy juga menambahkan, meski Muhammad Riziq SIhab dan Munarman, FPI tetap membangkang. Selanjutnya, giliran Hanif Alatas menantu Muhammad Rizieq Shihab (MRS) akan diseret Polisi.

“Tinggal menunggu waktu. Hanif Alatas terkait cyber terrorism.” tulisnya.

Sebelumnya, seiras dengan tulisan yang diutarakan Ninoy, Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan jikalau FPI masih mencoba mengakali pemerintah dengan organisasi baru, seharusnya bukan organisasinya saja yang diberi sanksi, pengurusnya juga.

Terkait dengan pendapat itu, Anthony Danar dari Strategi Institute mengungkapkan, bukti awal yang telah diutarakan oleh Ninoy, bisa menjadi pintu masuk untuk memanggil dan memeriksa Hanif Alatas.

“itu bisa jadi bukti awal, lebih lanjut polisi yang nanti akan melakukan penyelidikan mendalam dan mengumpulkan bukti yang kuat terkait dengan jejak digital dan sebagainya, itu terkait dengan dugaan tindak pindana cyber terorisme,” terang Anthony, Jakarta (1/1/2021).

Penggiat media sosial, politisi dan pengamat mendukung Polri dalam melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh gembong FPI. Tujuannya bukan untuk mencari-cari kesalahan, tetapi lebih kepada penegakan hukum terhadap organisasi dan pengurusnya yang mengancam persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.(*/)
-------------------------------------------
Peringatan AM Hendropriyono: Munarman FPI Mainkan Politik Bumi Hangus NKRI

Peringatan keras AM Hendropriyono terbukti. Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara dan Sekolah Tinggi Hukum Militer menyampaikan tentang pentingnya warga keturunan Arab untuk mengendalikan diri. Peringatan AM Hendropriyono ini menjadi sangat relevan ketika FPI dibubarkan.

Tentang peran para keturunan Arab yang mendeklarasikan FPI baru, perlu diperhatikan oleh pemerintah. WNI keturunan Arab dalam masyarakat Indonesia ditempatkan dalam strata cukup dihormati oleh masyarakat.

"Cobalah mengendalikan diri jangan menjadi provokator," kata AM Hendropriyono di Jakarta, Senin (6/5/2019).

Munarman dan para keturunan Arab langsung mendeklarasikan berdirinya FPI baru, dengan singkatan baru. Orangnya sama, baju berbeda. Ideologi tetap sama terkait dengan khilafah dan pendukung terorisme ISIS.

AM Hendropriyono sebagai Guru Besar Intelijen melihat persoalan FPI sebagai persoalan hubungan emosional-relijius dalam masyarakat Indonesia yang pada dasarnya menghormati klan Arab. Karena lugunya masyarakat Indonesia, mereka mencampurbaurkan antara Islam dengan Arab, Arab dengan Islam.

Suasana batin ini dimanfaatkan oleh oportunis seperti Munarman, Haikal Hassan untuk mengeruk keuntungan materi, bisnis politik. Dan, para keturunan Arab yang sengaja memanfaatkan sentimen relatif positif terhadap keturunan Arab untuk menggiring masyarakat mengikuti tujuan busuk FPI menghancurkan NKRI.

FPI bukan membela Islam. FPI menggunakan agama sebagai alat politik, bisnis demo, kerusuhan, terorisme: duit. Ada catatan. Tentang kisah PamSwakarsa 1998 sampai FPI berkibar atas dukungan SBY hingga demo politik identitas 411 dan 212, dan penjungkalan kriminalisasi Ahok.

Puncaknya Pilkada DKI 2017. Pilkada dengan politik identitas paling brutal. Yang terlibat SBY, Jusuf Kalla, Amien Rais, Hidayat Nur Wahid PKS, dengan motor FPI dan 212. Hasilnya Anies Baswedan menjadi penyembah FPI dan kaum radikal. Uang APBD DKI menjadi bancaan  kelompok radikal dengan persetujuan DPRD DKI Jakarta. Ugal-ugalan menghamburkan duit.

Sukses FPI, FUI, MMI, PKS, 212 di Pilkada DKI Jakarta diulangi. Prabowo-Sandi menjadi korban. Lebih marah lagi, Cendana dan Cikeas serta Jusuf Kalla meradang. Harapan mendapatkan kemenangan Pilpres 2019, dengan metoda dan taktik kampanye mayat ayat, buyar oleh strategi merangkul Jokowi.

Jokowi merangkul Ma’ruf Amin, dedengkot demo 411 dan 212. Dengan mengambil Amin, menyadarkan kalangan emosional-religius untuk melihat Jokowi dalam perspektif berbeda. Karena saat itu stigmatisasi terhadap Jokowi sebagai PKI, dibangun oleh Obor Rakyat, berhasil. Bahkan sampai saat ini.

Jargon komunis, asing, aseng Amien Rais masih meracuni masyarakat awam. Dan, keturunan Arab banyak dimanfaatkan. Atau memanfaatkan diri menjadi provokator, aktor pembangkangan terhadap pemerintah dan hukum: seperti Anies Baswedan dan Muhammad Rizieq Shihab.

Munarman Sobri Lubis sebagai kaki tangan, dan provokator keturunan Arab kembali berulah. Ada Sabri Lubis, Haris Ubadillah, Abu Fihir Alattas, Idrus Al Habsyi, Idrus Hasan, Ali Alatas, Syafiq Alaydrus,  selebihnya para kaki tangan pencari nasi bungkus.

Umat Islam harus paham tentang ajaran agama Islam dan budaya Nusantara. Gus Dur mengingatkan bahwa Islam bukan Arab, dan Arab bukan Islam. Dua hal yang berbeda.

“Islam datang bukan untuk mengubah budaya leluhur dengan budaya Arab. Bukan untuk aku menjadi ana, bukan sampeyan jadi antum, sedulur jadi akhi. Kita pertahankan milik kita, kita harus filtrasi budayanya, bukan ajarannya,” kata Gus Dur.

Soal maneuver Munarman, pemerintah harus mengawal keputusan pembubaran FPI. Kejaksaan, BIN, Bais, Kominfo, kepolisian harus bahu-membahu menindaklanjuti pelanggaran hukum yang dilakukan oleh FPI. PPATK harus menyelidiki aliran dana Cikeas, Cendana, Chaplin untuk FPI.

Semua aktivitas yang sama dengan FPI harus ditindak. Persis seperti perlakukan terhadap PKI sebagai ormas terlarang. Semua aktivitas yang terafiliasi dengan Munarman, Sobri Lubis, MRS dan keluarganya, dengan tujuan membuat kisruh dan pembangkangan hukum, intoleransi, terorisme, ISIS, harus dihukum.

Aksi Munarman sangat membahayakan Negara. Karena dia melakukan politik bumi hangus dengan maneuver penyebaran berita bohong ala ISIS, seperti di Suriah. Isu agama dan Islam dipakai untuk mengarahkan pada kerusuhan, pembangkangan hukum, chaos. Termasuk isu tewasnya 6 teroris FPI penyerang aparat, yang hendak diglorifikasi oleh Munarman sebagai pahlawan, syahid. Publik Indonesia ogah dibodohi Munarman dan FPI. (Penulis: Ninoy Karundeng).

Tuesday, February 18, 2020

HILANGNYA RUMAH PARA SENIMAN: TIM DIKOMERSIALISASI


HILANGNYA RUMAH PARA SENIMAN: TIM DIKOMERSIALISASI
[https://rajabonartv.blogspot.com/2020/02/hilangnya-rumah-para-seniman-tim.html]


BIOGRAFI   RAJA BONAR
1  KELUARGA
2 PENIKMAT HIDUP
3 BELAJAR SUFI
4 TINGGAL DI BALI
5 JAGO MASAK
6 PELUKIS DAN LUKISAN MAESTRO
7 RAKYAT KECIL DAN ORANG TUA
8 AHLI INSTRUMENTASI PESAWAT TERBANG
9 DOKTOR ROLLET
10 PACUAN KUDA

RAJA BONAR
1.manusia dengan banyak minat tidak ada batas bagi pikiran terbuka
2.permainan tidak ada akhir berakhir pada kehendak Nya
3.usia ada akhirnya dan kita hanya singgah pada satu perjalanan
4.kemana anda akan pergi jika bukan pada jalan yang benar
5.cerita satu nama hanya ada di dua generasi kecuali pembuat sejarah

12.3.2019
singapura
https://www.youtube.com/watch?v=PKZqqbZs5hc

Tags

3 Denny Siregar (14) Aoky Vera (11) 1 Ade Armando (7) Ninoy N Karundeng (7) 2 Raja Bonar (6) Eko Kuntadhi (6) 4 Rudi S Kamri (5) Andre Vincent W (5) Iyyas Subiakto (4) Perangi Radikalisme (4) Analisis Politik (3) Politik (3) Surat Terbuka (3) BUMN (2) Birgaldo Sinaga (2) Dugaan Rekayasa (2) Jubir Teroris (2) Kejahatan Organisasi (2) Pembohongan Publik (2) Perangi Teroris (2) Tingkah Laku (2) Tirta (2) Tito Gatsu (2) Ajaran Nabi (1) Akhmad Sahal (1) Aneh Bin Nyata (1) Aoki Vera - Live (1) Aroma Koruptor (1) Asi News (1) Azab DKI (1) Balap Mobil (1) Banjir Jakarta (1) Benahi DKI (1) Berita Sidang (1) Biografi Ade Armando (1) Dikormersialisasi (1) Diluar Logika (1) Dosen Universitas (1) Dugaan Cina (1) Fakta Sejarah (1) Fraksi Tv (1) Gratis Masuk Sekolah (1) Gubernur DKI (1) Hafal Alquran (1) Halal Dan Haram (1) Hutang Negara (1) Ideologi Negara (1) Instrospeksi Diri (1) Janji Politikus (1) Jaya Wijaya (1) Joko Widodo (1) Jubir FPI (1) Kadrun Berjatuhan (1) Kebobrokan Pejabat (1) Kebodohan Gubernur (1) Kebohongan Pejabat (1) Ken Setiawan (1) Korupsi (1) Kura-Kura (1) Maling Teriak Maling (1) Masalah Reklamasi (1) Melengserkan Jokowi (1) Membela Negara (1) Mobil Kalengkaleng (1) NKRI Harga Mati (1) Neo PKI (1) Nyai Dewi Tanjung (1) Orde Baru (1) Organisasi Bermasalah (1) Ormas Bermasalah (1) Pancasila (1) Pembongkar Kasus (1) Perangi Korupsi (1) Prilaku DPR RI (1) Proxy War (1) Raja Bonar (1) Rencana Menjatuhkan (1) Revisi UU KPK (1) Sarang Teroris (1) Sejarah Kelam (1) Setia Kecurangan (1) Siapa Raja Bonar (1) Soal Banjir (1) Suara Rakyat (1) Syarat Jadi Presiden (1) Terlalu Go3blog (1) Tidak Berlangsungkawa (1) Tolak Wisata Halal (1) Tunggangi Papua (1) Umat Islam (1) Vaksin (1) Wakil Rakyat (1) Wanita Jepang (1) William (1) Wisata Netral (1)