Latest News

Showing posts with label 3 Denny Siregar. Show all posts
Showing posts with label 3 Denny Siregar. Show all posts

Monday, April 5, 2021

Baru kita tahu ternyata bahwa Indonesia ini sebenarnya sangat kaya.

 

Baru kita tahu ternyata bahwa Indonesia ini sebenarnya sangat kaya.


Ini kereeeen banget tlg di baca yaaa ;

http://dennysiregar.com/singapura-riwayatmu-kini.html

Baru kita tahu ternyata bahwa Indonesia ini sebenarnya sangat kaya. Barulah terbuka dengan jelas bahwa ada sekitar 4 ribu triliun rupiah uang orang Indonesia yang parkir hanya di Singapura saja. Pantaslah Singapura negara kecil yang kaya raya, karena berhasil menarik banyak uang orang Indonesia kesana.

Uang yang ditaruh di Singapura itu bukan hanya uang yang disembunyikan supaya bebas pajak saja. Tetapi juga uang2 haram dr illegal logging, illegal fishing dan banyak illegal lainnya termasuk uang korupsi. Pemerintah Singapura sejak dulu membuka negaranya untuk menerima uang haram dr Indonesia dan mengelolanya.

Mirip ikan kecil remora yang selalu menempel pada ikan hiu. Ada simbiosis mutualisma antara konglomerat dan pejabat hitam di Indonesia dengan negara kecil Singapura.

Dan sekarang Singapura terancam…

RUU pengampunan pajak atau tax amensty sedang digerakkan oleh Jokowi. RUU itu ketika di-sahkan DPR akan seperti buah simalakama bagi mereka yang punya uang di luar negeri. "Lu mau masukin duit lu ke Indonesia dan kami kasih ampun, atau kami tangkap karena penipuan pajak.." Tegas dan tanpa ampun.

Ketegasan ini memang perlu, karena Indonesia sangat butuh modal untuk membangun infrastruktur berskala massif. Kebutuhannya sekitar 500 triliun per tahun. Dan daripada ngutang mulu, mending korek2 aja apa yang kita punya.

Jadi bisa bayangkan ketika uang 4 ribu triliun rupiah itu ditarik dari Singapura. Yang jelas Singapura akan mengalami kekeringan likuiditas. Ekonomi mereka pun akan anjlok pada titik terendah.

Belum lagi ketika infrastruktur Indonesia sudah selesai, maka mimpi Singapura untuk menjadi negara tempat investasi terbaik di ASEAN pada 2020 hancur sudah. Lha gimana, mereka sebenarnya ga punya sumber daya apa2. Bandingkan dgn Indonesia yang luasnya gak kira2. Jokowi seperti menghisap darah mereka habis2an sampai mereka butuh transfusi nantinya.

Singapura pun melawan…

Mereka aktif merayu org Indonesia yg menyimpan uangnya disana supaya menjadi warga negara Singapura dengan segala kemudahan dan fasilitasnya. Nah, ini ujian hebat bagi orang2 kaya itu, tetap di Indonesia atau pindah jadi WN Singapura saja. Bodoh banget kalau mereka disana, Indonesia itu masa depan.. Singapura itu bentar lagi tinggal kenangan..

Bukan itu saja. Ada indikasi Singapura pun sedang berusaha melobi DPR supaya tidak men-sahkan RUU tax amnesty. Mereka juga menyewa LSM yg terus berteriak bahwa UU tax amnesty itu akan membuat jalur korupsi baru. Apa saja mereka lakukan, karena memang situasi sedang lampu kuning di sana.

Jadi kita mulai paham bahwa pemerintahan Jokowi ini bukan saja mengancam para koruptor, tetapi juga mengancam negara yg selama ini melindungi koruptor… Sudah berapa tahun kita di injak2 sama si kecil buntet yg kaya dengan mengorek2 kelemahan sistem kita.

Mungkin sekarang para pejabat Singapura sedang menempelkan foto Jokowi di dinding dan melemparnya dengan anak2 panah kecil sambil menggeram, "Kenapa bukan Prabowo aja sehhh yang kepilih… Kita kan ga pucing pala ampe botak geneehh…"

Dan Jokowi santai duduk di teras depan istana sambil menyeruput kopi, "Kecil aja belagu lu… Kapok gw pites tes.." Senyum Jawanya mengembang sambil nembang. "Bengawan solo…. Riwayatmu kini…."

Sunday, April 4, 2021

[Denny Siregar] Fpi Organisasi Terroriiis ( Art 1 sd 4 )

*FPI ORGANISASI TERRRORIIIIS*

*Bagian 1 : MUNARMAN*
Sesudah tahun 1998, pasca reformasi, sebuah ormas bernama Front Pembela Islam, pimpinan Rizieq Shihab, sedang berkembang pesat.

FPI bisa dibilang dipakai oleh berbagai kepentingan yang berani membayar mereka, mulai aparat sampai pengusaha hitam. Mereka bisa beroperasi dengan mudah karena memakai baju agama, meski cara2 yang mereka lakukan gada bedanya dengan ormas preman. FPI melebarkan sayapnya ke banyak daerah dengan cepat dan nama Rizieq Shihab pun melesat ke permukaan.

Munarman, seorang pengacara yang berwatak keras, melihat perkembangan FPI sebagai peluang. Dia masuk kesana dan mulai masuk hingga berteman dengan pimpinan FPI sendiri, yaitu Rizieq Shihab. Rizieq melihat Munarman punya kemampuan, yaitu mampu mengorganisir sebuah organisasi, maka diberikanlah Munarman kepercayaan untuk ikut mengelola FPI.

FPI awalnya adalah ormas Islam dengan mazhab Ahlsunnah Wal Jamaah. Mereka lebih mirip NU dalam amaliyahnya. Tapi Munarman melihat situasi itu tidak begitu menguntungkan. Lalu dengan jaringan internasionalnya, Munarman menghubungkan FPI dengan organisasi teroris yang sedang naik daun karena kekejamannya, yaitu ISIS. 

Munarman memperkirakan saat itu, ISIS akan menguasai dunia. Maka ia lalu punya ide untuk membentuk ISIS cabang Indonesia. Dan kendaraan untuk itu, apalagi kalau bukan FPI yang sedang besar2nya. Munarmanlah yang mengenalkan paham wahabi yang keras dan kaku ke FPI.

Januari 2015, disebuah komplek perumahan bernama villa mutiara di Makassar, Munarman mengumpulkan 200 orang untuk berbaiat kepada ISIS. Besoknya, peserta baiat bertambah jadi 500 orang. Mereka semua anggota FPI, yang akhirnya sesudah dicuci otak, meyakini bahwa semua negara di dunia ini harus tunduk pada Islam. 

Proses pembaiatan itu disertai sebuah misi untuk berperang dengan jalan kekerasan seperti ISIS. Beberapa tahun sesudah proses pembaiatan di Makassar itu, ada pasangan suami istri yang kemudian berangkat ke Filipina dan meledakkan diri di Gereja Katedral Sulu. 27 orang tewas saat itu.

Informasi dari kepolisian Filipina bahwa pelaku adalah orang Indonesia, kemudian diterima polisi Indonesia. Polisi kita bergerak dan dua tahun kemudian, dapatlah jaringannya. 

Ditangkaplah puluhan orang calon teroris itu di perumahan tempat baiat di Makassar. 19 diantaranya adalah anggota FPI aktif. Tapi dua orang lolos, pasangan suami istri. Mereka berhasil meledakkan diri di Gereja Katedral Makassar, meski ga ada korban jiwa.

Dari pengakuan ke 19 anggota FPI yang tertangkap itu, jejak Munarman pun tercium. Namanya disebut2. Tapi Munarman mengelak, bilang bahwa pembaiatan itu gada urusannya ma ISIS, tapi untuk membentuk perkumpulan Islam seperti OKI.

Polisi tentu tidak percaya, tapi tidak bisa menangkap begitu saja karena perlu mengumpulkan barang bukti dulu.

Munarman tidak hilang akal. Dialah dulu yang mencari cara bagaimana supaya Rizieq Shihab yang kabur ke Saudi segera pulang. Dia butuh Rizieq sebagai simbol untuk menyatukan FPI. 

Ini sebenarnya strategi licik Munarman. Riziek hanya simbol saja, tapi sebenarnya Munarmanlah yang mengendalikan FPI. Dia King Makernya. Rizieq bonekanya..

Tapi tidak ada rencana yang sempurna. Kesalahan sedikit saja, merusak segalanya..
Makin seru, tapi nanti bagian ke 2 nya ya..
Mau bikin kopi dulu.. 😄
Denny Siregar
(_*Artikel 2,3,dan 4 Teruskan pencet link di bawah ini*_....👪👫👬👇)

====
FPI ORGANISASI TERRORISS (2)

"RIZIEQ PULANG, MUNARMAN SIAP PERANG"

Lanjut kita ? Bagian kedua..
Di dalam FPI sebenarnya sudah terbelah dua faksi. Faksi yang pro Munarman dan faksi yang menolak. 

Faksi yang menolak Munarman ini curiga dengan gerakan dia yang begitu cepat sampe masuk ring satu Rizieq Shihab. Ya, Munarman memang masuk tidak dengan tangan kosong. Dia membawa dana2 asing untuk kegiatan FPI. 

Ingat ada warga Jerman yg dulu ketahuan pernah ke FPI ? Itulah salah satu jaringan pendana Munarman.

Inilah yang membuat Munarman disukai Rizieq. Apalagi ketika Munarman - dengan dana itu - membentuk laskar jihad. Laskar jihad di FPI ini tugasnya melindungi Rizieq, kalau perlu dengan korbankan nyawa. Panglimanya adalah Munarman. Mereka dilatih seperti tentara di beberapa tempat tersembunyi.

Ingat 6 orang FPI yang mati ketika tembak2an dengan polisi di jalan tol ? Ya, itu pasukan yang dibentuk Munarman. Mereka dilatih bengis dan haus darah. Siapapun yang mau mencelakakan Rizieq, habiskan. Begitu SOP nya. Nah, nanti di serial berikutnya saya akan menulis kegilaan dan kejamnya laskar jihad bentukan Munarman untuk membuat bom2 di negeri ini.

Karena faksi menolak Munarman ini semakin kuat, Munarman berfikir keras bagaimana caranya dia bisa kuasai FPI. Kuncinya ada di pulangnya Rizieq dari Saudi. Maka melalui jaringannya, diusahakanlah Rizieq pulang ke Indonesia.

Dan akhirnya Rizieq pulang. Munarman sudah menyiapkan banyak hal, seperti memerintahkan membuat baliho2 besar Rizieq di sepanjang jalan. Baliho2 ini untuk memantapkan posisi Rizieq sebagai imam besar, sebagai simbol, sebagai boneka. Tapi yang mengendalikan semua operasional dan pasukan, tetaplah Munarman.

Munarman yakin, Jokowi tidak akan berani menghadangnya. Lagian, dgn memakai tangan "seseorang", aparat sudah dipegang. Yang disebut seseorang ini adalah orang kuat yang membutuhkan Rizieq dan FPI untuk dijadikan alat politik menekan pemerintah dan publik demi agenda kemenangan. Seperti kesuksesan yang pernah mereka lakukan saat Pilgub dulu.

Inilah yang membuat Munarman percaya diri untuk menjadikan FPI sebagai senjata. Faksi yang menolak Munarman semakin terpinggirkan. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa, selain merapat kalau tidak bisa ditendang.

Yang tidak diperhitungkan Munarman adalah reaksi Jokowi ketika masyarat resah. Tekanan publik begitu kuat sehingga Jokowi meninggalkan zona nyamannya yang ingin penyelesaian masalah dgn suasana tetap tenang. Maka bergeraklah Pangdam Jaya untuk menggertak dengan menurunkan baliho2 Rizieq. 

Jajaran kepolisian - terutama Polda Metro - juga dirombak. Kapolda diganti dengan yang lebih keras. Kapolda baru mengganti Kapolresnya dengan yang lebih taktis di lapangan. Maka dihajarlah FPI sampai ampun2. 

Puncak ketakutan FPI adalah ketika 6 orang laskar mereka mati dalam peristiwa tembak menembak di jalan tol. Mereka tidak mengira, jajaran kepolisian yang baru bertindak lebih berani. Kader2 FPI tiarap. Simpatisan2 FPI yang masih muda, yang sedang dicuci otak lewat majelis2, dipanggil pulang ke rumah oleh orangtuanya.

Situasi berbalik arah. Rizieq ditangkap dan disidangkan. Publik bersorak. Dan faksi penolak Munarman mulai ambil posisi untuk melawan Munarman dari dalam. Situasi internal FPI - yang akhirnya dibubarkan - benar2 kacau. 

Tapi Munarman belum habis. Dia lalu merapatkan laskar jihadnya - dimana dia sebagai Panglimanya - untuk melakukan aksi yang lebih keras. Perintahnya, lindungi dan bebaskan Rizieq, dengan cara apapun. Banyak laskar jihadnya yang menolak karena takut dengan aparat sekarang yang lebih beringas. 

Tapi ada satu cabang laskar yang berani melaksanakan perintah itu. Mereka lalu merencanakan sebuah aksi yang akan membakar negeri. Rangkaian bom bunuh diri di berbagai tempat yang akan membuat Indonesia hancur secara politik dan ekonomi..

Mau cerita lagi, masih panjang. Nanti aja ya serial ke 3 lebih seru. Sementara mau seruput kopi dulu. Sabar ya... 😄
Ughhh, sedap ☕
Denny Siregar
======

FPI ORGANISASI TERRRORIS (3)

"DENSUS 88"

Filipina, Januari 2019. 
Minggu itu suasana misa berjalan dengan hikmad. Tiba2, BUM ! Sebuah bom meledak dari dalam Gereja Katedral. 27 orang meninggal ditempat sedang 77 lainnya luka. Ketika tim gegana Filipina datang, bom kedua di areal parkir meledak. 

Otoritas Filipina mengatakan, pelaku bom bunuh diri itu adalah orang Indonesia. Telpon berdering di kepolisian Indonesia ajakan untuk bekerjasama menuntaskan kasus itu. Kepolisian Indonesia juga sedang sibuk memetakan jaringan teroris yang membom 3 gereja di Surabaya.

Dari hasil pemetaan, akhirnya didapatkan petunjuk bahwa para pelaku bom bunuh diri itu adalah sepasang suami istri yang pernah berbaiat kepada ISIS di komplek perumahan villa Mutiara, Makassar tahun 2015 lalu. 

Disana juga pernah hadir Munarman.

Berdasarkan kepingan informasi itulah, Densus 88 bergerak ke Makassar. Mereka memantau situasi terus menerus. Dan pada bulan Februari 2021, puluhan orang diduga teroris ditangkap disana, 19 orang diantaranya adalah anggota FPI aktif. 

Rumah di Villa Makasar itu dijadikan tempat perekrutan dan pelatihan. Yang direkrut adalah anggota keluarga dan pasangan suami istri muda. Mereka dibaiat menjadi anggota ISIS, dicuci otak dan disiapkan untuk menjadi pengantin bom. Sayang, satu pasangan lolos dan sempat meledakkan diri di Gereja Katedral Makassar.

Dari tertangkapnya anggota FPI terduga teroris itulah, didapat jejak Munarman yang diakui mereka sebagai ideolog, atau petugas yang mencuci otak mereka. Pada waktu proses pembaiatan kepada ISIS itu juga dihadiri 2 orang ustad, ustad Fauzan Anshori dan M Basri. Dua-duanya sudah meninggal.

Dari sini Densus 88 mendapat gambar besar, siapa Munarman dan jejak keterlibatannya. Munarman sendiri ketika ditanya selalu mengelak, bahwa ia hadir disana bukan sebagai ideologis tapi menyatukan umat muslim dengan niat baik.

Jaringan ISIS di villa Makassar ternyata sudah menyebar kemana2. Sebagian dari mereka adalah anggota FPI, sebagian lagi tidak terikat jaringan atau biasa disebut sebagai lone wolf, leaderless terrorist. Munarman terpojok. Tapi polisi belum cukup bukti untuk menangkapnya. 

Menangkap Munarman memang tidak mudah. Dia pengacara, jaringan politiknya kuat. Juga jaringan akar rumputnya. Polisi harus mengumpulkan bukti kuat dulu, jangan sampai sesudah ditangkap akhirnya lolos karena bukti tidak cukup.

Sementara itu Munarman sudah gelisah. Gerak geriknya sudah dibatasi. Rekening FPI ditutup. Para oknum elit politikus, aparat dan pengusaha yang dulu dekat dengannya, menjauh karena tidak ingin dikaitkan dengannya. Faksi didalam FPI yang menolak Munarman, semakin keras ingin mengeluarkannya. Rizieq juga sedang dipenjara dan tidak bisa apa-apa. 

Yang masih dekat dengan Munarman cuma laskar jihad FPI, dimana dia adalah Panglimanya. Laskar yang bisa berbuat apa saja. Mati pun tidak apa-apa. Apalagi ada "orang dalam" yang sudah memberi kode dengan mimpi bertemu Nabi, sebagai satu sinyal untuk bergerak.

Dan kali ini di satu tempat, beberapa anggota laskar jihad pimpinan Munarman merencanakan sesuatu yang jahat. Tujuannya, membuat kerusuhan dengan melakukan pemboman dimana-mana..

Situasi semakin genting. Polisi harus bergerak cepat. Jika terlambat, selesai sudah..
Bersambung..
Denny Siregar
=======

FPI ORGANISASI TERRORRIS (4 - habis )

"RENCANA RUSUH NASIONAL"
Pasca Rizieq dipenjara dan 6 orang laskar FPI mati ditembak polisi, hampir semua personel FPI tiarap. Simpatisan yang biasa kumpul di Petamburan, pulang ke rumah. Mereka tidak mau terseret2 situasi yang semakin panas..

Tetapi laskar jihad FPI bentukan Munarman tetap menyala. Mereka merencanakan serangan militan untuk balas dendam. 

Husein al Hasny, seorang warga keturunan Arab yang tinggal di Condet Jakarta mengumpulkan beberapa personil FPI yang masih punya nyali. Hasny pangkatnya di FPI adalah Wakil Ketua Bidang Jihad. Dia juragan tanah dan punya beberapa ruko di Condet yang dia sewakan. 

Perintah dari "atas" keluar, "Bikin kerusuhan.." 

Hasny kemudian menjadikan rumahnya sebagai tempat berkumpul. Mereka membangun rencana untuk menyerang saat sidang Rizieq di Pengadilan. Sasaran utama aparat. Tapi sidang pertama, mereka takut karena ketatnya penjagaan. Mereka mundur. 

Akhirnya mereka kumpul lagi dan berencana membuat bom molotov. Seorang anggota menyarankan untuk mengundang Zulaimi Agus, yang dia kenal bisa membuat bom. Zulaimi Agus warga Bekasi, bergabung di FPI baru tahun 2019. Dia bisa membuat bom jenis TATP atau triacetone triperoxide, hasil dari belajar di internet.

Sesudah Zulaimi Agus bergabung, dia banyak mengajarkan cara membuat bom TATP yang punya daya ledak tinggi, tapi sangat tidak stabil. Kena panas atau benturan sedikit, bisa meledak. Pernah sekali percobaan, bom itu disimpan di freezer dan hampir meledak. Untung cuma terbakar sedikit dan bisa disiram air. 

Bom jenis TATP ini pernah dipakai waktu teror bom di Alam Sutera tahun 2015. Panggilan keren bom ini adalah Mother of Satan.

Meski juragan tanah di condet, Husein Hasny ini pelit. Dia tidak mau membiayai operasi ini dengan uangnya sendiri. Hasny punya majelis pengajian bernama Yasin Waratib. Anggota pengajian ditarik duit atas nama infaq. Hasil infaq inilah untuk membeli bahan baku bom. Supaya komunikasi lancar, kelompok Hasny kemudian membuat grup WA. Dan bom itu mereka samarkan dengan nama "takjil".

Zulaimi berhasil membuat 5 bom TATP. Bom2 itu dia masukkan dalam kaleng susu. Selain itu, disiapkan juga bom2 pipa. Bahkan Hasny membeli air keras 1 jerigen, yang dia bagi2 dalam kantung plastik untuk disiramkan ke polisi. Rencananya, "senjata2" itu akan dibagikan ke DPC dan DPW FPI di Jakarta, untuk memulai serangan bersama.

Kapan waktu penyerangan ?

Disinilah hebatnya Munarman. Dia berhasil mengkondisikan sidang Rizieq Shihab supaya digelar offline. Sidang offline akan menarik massa, terutama dari simpatisan FPI untuk berkumpul di luar ruang sidang. Dan saat itu terjadi, serangan akan dimulai.

Bom2 TATP itu akan dipakai untuk diledakkan di luar gedung sidang dengan sasaran utama polisi yang bertugas. Bom lainnya akan diledakkan di "toko2 China". Ledakan2 besar di beberapa tempat itu diharapkan akan memicu para Lone Wolf untuk bergerak membuat kerusuhan dan menyerang aparat di jalan.

Persiapan untuk membuat kerusuhan besar seperti tahun 1998 dan waktu sidang Bawaslu Mei 2019 akan dimainkan. Api harus menyala besar, supaya chaos terjadi. Dan disaat itu terjadi, sudah ada "tim lain" yang akan memainkan agenda politiknya.

Persiapan sudah matang. Husein al Hasny, Zulaimi Agus dan teman2nya, sudah siap berperang. Bahkan mereka mengisi diri dengan ilmu kebal di Sukabumi. Tinggal tunggu waktu pengumuman kapan sidang Rizieq akan diadakan..

Tapi polisi bergerak lebih cepat. Sesudah jaringan FPI Makassar dilumpuhkan, informasi akan adanya serangan brutal dari FPI sudah didapat. Densus 88 terus memantau pergerakan Husein al Hasny dan kawan2. Dan pada waktu yang tepat, mereka semua digulung tanpa bisa melawan..

Cerita yang saya bagi dalam 4 seri ini tujuannya untuk memberikan pemahaman apa yang sedang terjadi sekarang. Saya mengumpulkan keping2 peristiwa dari mana saja, dan menyajikannya sebagai sebuah gambaran.

Kita patut berterimakasih pada jajaran Kepolisian dan TNI atas peran besar mereka mengungkap dan menggulung FPI, yang awalnya ormas preman biasa, tapi dalam perjalanannya disusupi dan dibangun untuk menjadi organisasi teror seperti ISIS atau Boko Haram di Nigeria. 

Terorisme di negeri ini belum habis. Sel2 mereka, hasil baiat di perumahan Villa Makassar sudah menyebar kemana2. Tidak mudah untuk mendeteksi keberadaan mereka, karena sudah berbaur dengan masyarakat. Tapi minimal, daya hantam mereka sudah berkurang banyak.

Yang perlu kita tunggu sekarang adalah, kapan Munarman bisa ditangkap ? Dari semua jejak yang ada, peran Munarman terlihat sangat penting disana. Dialah King Maker sebenarnya. Semoga tidak lama lagi, polisi berhasil menemukan bukti kuat keterlibatannya.

Sudah ya, capek juga nulisnya. Mau seruput kopi dulu sambil memantau perkembangan situasi yang ada..

Seruputt.... ☕☕
Denny Siregar


Tuesday, March 30, 2021

FPI, SARANG PEMBIBITAN TERORIS

*FPI, SARANG PEMBIBITAN TERORIS* 

"Hati-hati, anggota FPI mau meledakkan banyak tempat ibadah di Indonesia. Mereka ingin ada pembalasan terhadap penangkapan Riziek, Imam besar mereka.."

Info itu saya dengar beberapa hari lalu sesudah penangkapan 21 anggota teroris di Makassar. Dari 21 teroris itu, 19 diantaranya adalah anggota FPI aktif. Dari merekalah, polisi melacak keberadaan jaringan lainnya dan diketahui mereka ada di beberapa tempat termasuk di Jakarta dan Bekasi.

Di Jakarta, tepatnya di daerah Condet dan di Bekasi, Densus 88 berhasil menggerebek sarang mereka. Dari mereka juga disita 5 bom aktif dan bahan peledak yang cukup untuk membuat 70 bom pipa. Dan yang tidak mengherankan, di dalam rumah para teroris itu, ada poster Riziek dan baju FPI beserta kartu anggota mereka. 

Sayangnya, satu pasangan teroris di Makasar berhasil lolos dan meledakkan diri mereka di depan Gereja Katedral dgn bom daya ledak tinggi. Untungnya tidak ada korban jiwa, selain pasangan teroris itu.

Perburuan polisi terhadap para teroris ini belum selesai. Beberapa tempat sudah dipantau terkait jaringan teroris Makasar. Kemungkinan dalam waktu dekat kita akan mendengar lagi, beberapa teroris ditangkap. 

Dan jangan kaget, kalau diantara mereka ada anggota FPI lagi.

Sejak dulu, polisi memang sudah melihat bahwa FPI adalah tempat pembibitan para teroris. Penembakan di tol KM 50 itu karena para laskar FPI itu ganasnya sudah bukan lagi level ganas ormas, tapi ganas level teroris yang menganggap bahwa mereka berjihad dan anggota polisi itu halal darahnya.

Kita harus angkat secangkir kopi atas sigapnya kepolisian menghadapi mereka. Pasti panah fitnah akan menghajar pihak kepolisian kita dari para simpatisan mereka. Seperti biasa, simpatisan FPI akan menyangkal dan menganggap bahwa semua itu settingan aparat.

Jangan kasih kendor, pak Pol. Pepet terus. FPI boleh bubar, tapi sel-selnya masih terus bergerak dan menunggu kesempatan untuk mereka keluar.

Seruput kopinya..

Denny Siregar

Saturday, March 6, 2021

Demokrat Nasibmu Kini

 

gambar ilustrasi saja
*Demokrat Nasibmu Kini*
*Mumpung ga bisa tidur, saya pengen nulis sesuatu..*

*Waktu Demokrat menuding Jokowi ada dibalik kisruh partainya, saya ketawa. Gak mungkin. Jokowi ga punya kepentingan untuk itu. Dia fokus selesaikan masa kerjanya. Cuma itu yang ada di pikirannya.*
*SBY dan AHY akhirnya sadar mereka salah duga.* Mereka meralat pernyataannya. Tapi sayang, terlambat. Banyak yang tidak simpati ketika mereka menuding Jokowi mau kudeta.

*Lalu siapa yang mungkin punya kepentingan besar dibalik kisruh Demokrat ?*

*Ya para partai besar lah. Bisa jadi PDIP atau Gerindra.* Mereka punya kepentingan membangun koalisi untuk 2024 nanti. Koalisi dibangun, baik dgn cara lobby ataupun akuisisi. 

*Akuisisi lebih murah sih, karena tidak perlu membangun dari awal lagi.*

Kisruh partai bukan hanya di Demokrat saja. Partai Berkarya punya Tommy juga terbelah. PAN usir Amien Rais dan kroni2nya. PPP juga sempat ribut waktu muktamar.

*Koalisi ini penting untuk mencapai presidential threshold 20 persen*, atau kelayakan untuk mengangkat Capres. Semakin besar koalisi, semakin kecil peluang lawan untuk mengangkat capresnya sendiri.

*Dan bisa saja, ketika akhirnya punya koalisi sama2 besar, Gerindra dan PDIP tidak bertarung tapi mereka juga berkoalisi*. Dalam artian, siapa pun capres yang menang, mereka akan bagi2. Gada yang kalah, semua dapat jatah.

*Kalau begitu, mereka bisa enak ngangkat capresnya*. Gerindra paling angkat Prabowo lagi. PDIP kemungkinan Puan akan jadi yang terdepan. Mau protes ?? Lah, yang bisa ngangkat capres cuman mereka2. *Kita akan dipaksa cuman nyoblos aja..*

*Jadi, jangan melihat kasus Demokrat dengan pandangan baper*. Kalau kata Don Corleone, *"Its just business, nothing personal.."*

*Demokrat cuman korban. Mereka pelanduk ditengah2 gajah yang menari..*

*Di dunia politik, itu sah2 saja. Karena tidak ada yang fair dalam urusan perang dan cinta..* 😜

Seruput kopinya ?
Denny Siregar

Monday, February 15, 2021

[Denny S] Bang Denny Benaran ❓ Bongkar Kaitan DP 500 JT "Netizen Kaget"

*Catat: Video ini tidak ada intrupsi iklan,tdk tersimpan di hp Anda*
*Bang Denny Benaran ❓* 
*Bongkar Kaitan DP 500 JT "Netizen Kaget"*
*Melawan Lupa*
*Kami selalu menyuarakan pikiran Rakyat*

Sunday, February 7, 2021

[Denny Siregar] Sandi...Biarkan Bali Tetap Bali.Jangan Diarabisasi

Art 1
SANDI, BIARKAN BALI TETAP BALI. JANGAN DIARABISASI...

Mas Sandi, pernah tinggal di Bali ?
Saya pernah. Dua tahun saya di sana. Tinggal di Sesetan, Denpasar sebagai pekerja. Sekali-sekali tinggallah di sana, barang setahun saja. Rasakan aura Bali. Nafasnya, budayanya, adatnya dan keramahan masyarakatnya. Jangan cuman mampir berlibur sehari dua dan tinggal di hotel mewah saja.

Dan mas Sandi akan merasakan ketenangan, kenyamanan dan terutama kekentalan nilai-nilai luhur Indonesia yang terakit dalam adat dan budaya.

Bali bukan sekedar pariwisata, mas Sandi. Bali lebih sebagai penjaga budaya negeri ini, yang di banyak tempat sudah hilang tergerus modernisasi dan arabisasi. Mengagumkan. Membangun rasa cinta dan selalu menawarkan rasa rindu untuk kembali kesana.

Entah sudah berapa kali saya mendengar wacana Bali mau disyariahkan, dihalalkan dan entah apa lagi namanya yang ujungnya selalu membawa agama. Dulu tahun 2015, wacana yang sama muncul dari Muliaman Hadad, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah. Sekarang, dirimu Sandiaga Uno, yang kembali ingin menghalalkan Bali.

Alasan kalian berdua sama. Karena wisata halal berpotensi meraup ribuan triliun rupiah dari tamu di Timur Tengah 

Saya sendiri tidak paham. Apakah definisi "halal" kalian sama dengan definisi "halal"nya masyarakat Bali ? Halal menurut kalian, belum tentu halal buat orang Bali. Kalian berpandangan poligami halal tapi belum tentu begitu dengan Bali. Bali menganggap makan babi halal, dan kalian pun berpandangan terbalik dengan apa yang diyakini masyarakat Bali.

Jadi halal yang mana maksudnya ? 

Halal dengan konsep syariah, di mana hotel-hotelnya harus ditempeli edaran "harus punya surat nikah" ? Atau ketika orang-orang dengan cadar hitam seluruh badan lalu-lalang sibuk menghakimi turis yang setengah telanjang ? Atau restoran dan kafe penuh dengan tulisan Arab yang mengganggu pemandangan ? Lalu ke depan sibuk mengharam-haramkankan perayaan adat di-sana ?

Bali adalah Bali. Dengan segala kelebihan dan kekurangan, merekalah wajah Indonesia di luar negeri. Dari Bali, para wisatawan mengenal Indonesia lebih banyak lagi. Dan ketika Bali sudah berjasa kepada negeri ini, kalian ingin merusaknya hanya karena "Bali tidak halal" menurut pandangan kalian yang sempit itu.

Jangan pernah merusak negeri dengan konsep "syariah", "halal" atau apapun yang menyinggung masyarakat Bali. Bali sudah sangat terbuka kepada para pendatang untuk bekerja mencari makan, tanpa memandang dari suku apa kalian, ras apa kalian bahkan apa pun agamamu di sini.

Lihatlah, berapa banyak restoran Padang di Bali ? Apakah itu bukan restoran halal ? Hitung berapa banyak restoran Jawa dan Surabaya di Bali ? Bisakah engkau bilang mereka menjual makanan yang tidak halal ? Lalu, halal yang bagaimana lagi yang harus disepakati masyarakat Bali yang selama ini hidup tenteram, aman dan loh jinawi ?

Singkirkan pikiran kalian untuk selalu ingin mensyariahkan Bali.

Kenapa kalian tidak kembangkan saja wisata halal atau syariah di Aceh sana, yang jelas-jelas menganut hukum syariat ? Kenapa mesti Bali ? Apa kurangnya tempat wisata di negeri ini selain Bali ? Fokus ke yang belum terjamah, jangan rusak Bali yang sudah mendunia.

Sudah cukup dengan konsep arabisasi di negeri ini. Jangan rusak Bali. Karena ketika kalian ingin memaksakan apa yang ada di pikiran kalian, saya yakin rakyat Bali akan bangkit berdiri menentang. 

Jangankan kalian, mas Sandi. Bahkan Eropa, Amerika, Jepang dan banyak turis luar negeri yang datang membawa konsep modernisasi tidak akan pernah mampu menghabisi sisi tradisional Bali. Karena itulah harta mereka. Kekayaan terbesar mereka. Hidup mereka.

Apakah masyarakat Bali perduli dengan potensi pendapatan ribuan triliunan rupiah dari turis Timur Tengah ? Tidak penting. Kekayaan itu bukan hanya materi, karena bagi Bali, jiwa yang merdeka adalah kekayaan yang sejati. Jangan dipasung dengan label-label untuk jualan diri. Bali bukan pelacur, jangan pernah kalian perkosa sampai hancur.

Untuk saudara-saudaraku di sana, sahabat-sahabatku, Gek dan Bli, yang sudah memperlakukan diriku dengan sangat baik dan terbuka, pertahankan diri kalian dari ancaman ideologi seperti ini. Aku rindu kalian untuk tetap seperti ini. 

Bali harus tetap Bali. Tempat yang nyaman untuk menikmati secangkir kopi...

Seruput dulu, Baliku. 

Titip salam dan cintaku... ☕☕

Denny Siregar
Mari kita pertahankan Bali dari orang2 yg tak bertanggungjawab, dimana selama ini Bali telah banyak menghidupi mereka2 ini dari hasil adat budaya dan pariwisatanya ...rahayu rahayu rahayu.
🙏🏾🙏🏾🙏🏾
=============================

Art 2

ASIQ DALAM BERNEGARA: ANTARA ABU BAKAR BA’ASYIR DAN FELIX SIAUW

Oleh Ayik Heriansyah
https://www.harakatuna.com/fasiq-dalam-bernegara-antara-abu-bakar-baasyir-dan-felix-siauw.html

Dua figur ini dikenal sebagai pejuang khilafah yang tangguh dari generasi yang berbeda. Ust. Abu Bakar Ba’asyir (ABB) dari masa kolonial. Sedangkan Felix Siauw (FS) dari generasi milineal. Ust. ABB keturunan Arab. Sejak lahir sudah Islam. Adapun FS keturunan Cina yang baru masuk Islam pada usia 18 tahun. Ust. ABB ikon gerakan wahabi jihadi. Sedangkan FS ikon dari gerakan tahriri-siyasi. 

Karena kegigihan keduanya memperjuangkan khilafah di wilayah NKRI, Ust. ABB dan FS itu, WNI bukan? Pertanyaan ini perlu diajukan lagi, setelah Ust. ABB tetap menolak menandatangani pernyataan setia kepada NKRI dan Pancasila sebagai syarat bebas dari penjara. Rencananya besok Ust.ABB keluar dari penjara. Karena faktor kemanusiaan, mengingat usianya sudah 82 tahun, Ust. ABB bebas murni setelah divonis 15 tahun penjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan terlibat pendanaan terorisme. 

Kasus yang sama juga terjadi pada FS saat akan mengisi pengajian di Masjid Manarul Islam, Bangil, Pasuruan (2017). FS menolak menandatanganani tiga poin yang diajukan oleh Banser Pasuruan sebagai syarat.  Pernyataan tersebut: Pertama, Mau mengakui Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedua, tidak mendakwahkan konsep khilafah dalam pengajian tersebut. Ketiga, bersedia meninggalkan HTI yang telah dibubarkan pemerintah. 

Ada kesalahan memahami Islam di balik sikap penolakan Ust. ABB dan FS terhadap NKRI dan Pancasila. Tampak dari alibi yang kemukakan. Keduanya hanya mengakui Islam. Bumi ini milik Allah. Harus diatur dengan syari’at dan hukum Allah. Mengakui NKRI dan Pancasila dianggap menyalahi aqidah dan syariat Islam. Bisa membatalkan keislaman (murtad). Dan akan mati dalam keadaan kafir.

Pejuang-pejuang khilafah yang berpikiran seperti Ust. ABB dan FS, mereka tidak bisa membedakan antara hakikat dengan syariat. Bahwa bumi milik Allah, bahwa wewenang membuat hukum adalah hak Allah, bahwa hanya hukum Allah yang harus tegak, dan lain sebagainya, merupakan hakikat-hakikat dalam ajaran Islam. Tidak ada yang menolak hakikat-hakikat tersebut. Pancasila pada sila pertama juga mengakuinya.  

Hakikat-hakikat dalam ajaran Islam diwujudkan dan dikongkritkan di dalam syari’at-syari’at. Yang masih syari’at, di-fiqih-kan. Yang masih abstrak dikongkritkan. Yang masih umum, dikhususkan. Yang masih mutlak, dibatasi. Yang masih general, didetailkan. Yang masih tekstual, dikontekstualkan melalui ijtihad berdasarkan dalil, kaidah, dan maqashid syariat yang dilakukan oleh ulama yang berkompeten di bidangnya. 

Kesalahan pejuang-pejuang khilafah yang berpikiran seperti Ust. ABB dan FS, mereka memandang empat pilar bangsa dan negara Indonesia: NKRI, Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika dengan kacamata hakikat. Padahal keempat pilar tersebut produk dari syari’at yang dihasilkan melalui proses ijtihad syar’i oleh para ulama yang dikenal jujur, ikhlas dan tulus. Keempat pilar tersebut dirumuskan justru dalam rangka merealisasi hakikat-hakikat dari ajaran Islam. 

Sebagaimana kata Imam Malik, hakikat tanpa syariat adalah fasiq. Adapun syariat tanpa hakikat adalah zindiq. Saidi Syekh Muhammad Hasyim Al-Khalidi guru Mursyid dari Ayahanda Prof. Dr. Saidi Syekh Kadirun Yahya MA. M.Sc mengibaratkan syariat laksana baju sedangkan hakikat ibarat badan. Fasiq dalam bernegara yaitu menginginkan tegaknya hukum-hukum Allah swt tapi menolak syariat Islam dalam bentuk konsensus dan konstitusi negara. Fasiq dalam bernegara pertama kali dilakukan oleh kaum khawarij dengan jargon la hukmu illa lillah.

Pejuang-pejuang khilafah yang berpikiran seperti Ust. ABB dan FS ingin menegakkan hukum-hukum Allah swt tapi tidak mengakui, menerima dan taat kepada pemerintah NKRI, Pancasila, UUD 45 dan Bhinne Tunggal Ika, adalah orang-orang yang ber-hakikat tanpa syariat. Mereka “berbadan tapi telanjang.” Selain fasiq dalam bernegara, perjuangan mereka juga palsu, penuh tipu-tipu dibaluti hawa nafsu. Mereka membawa kerusakan di tengah masyarakat dan mengancam eksistensi bangsa dan negara.

Muslim sejati adalah yang mengintegrasikan hakikat dan syariat pada dirinya. Mengamalkan hakikat di dalam batinnya, dan mengamalkan syariat dengan jasad lahiriyahnya. “Hakikat tanpa syariat adalah kepalsuan, sedang syariat tanpa hakikat adalah sia-sia.” Imam Malik berkata, Barangsiapa menghimpun keduanya [syariat dan hakikat], ia itulah jalan yang benar.”

Saturday, February 6, 2021

[Denny Siregar] HTI Sekarang Sama Dengan PKI, Masyarakat Benar-Benar Harus Waspada, Selidiki Sekitar Anda Tinggal

*Catat: Video ini tidak ada intrupsi iklan,tdk tersimpan di hp Anda*
*HTI Sekarang Sama Dengan PKI,* 
*Masyarakat Benar-Benar Harus Waspada,* 
*Selidiki Sekitar Anda Ttg Paham Ini.*
*Kami selalu menyuarakan pikiran Rakyat*

Monday, February 1, 2021

[DS] Art 1) USTAD PARODI DISERIUSIN, KELEN SEHAT ? ( Dan Artikel 2,3,4 Lain Di Bawahnya. )

(1)
*USTAD PARODI DISERIUSIN, KELEN SEHAT ?*
Sekali2 ngobrollah dengan Abu Janda.

Dia orangnya polos, ceria, spontan, keras kepala, tapi hatinya baik. Jadi saya ketawa ketika orang mencurigai dia sebagai penyusup, agen, intelijen dan sebagainya. Jujur, dia sama sekali ga punya kapasitas itu. Jauh. 

Abu Janda orangnya spontan, mikirnya gak panjang, seradak seruduk gak jelas, suka pansos, banci tampil. Apa itu model penyusup atau agen ? Haha..

Itulah yang buat saya betah berteman dengan dia. Gak munafik. Gak punya agenda. Gak memanipulasi teman. Dia apa adanya, orang gada beban. Asik2 aja. Kadang kayak anak kecil suka ngambekan.

Parodi adalah jalan ninjanya. Ya, cuma itu yang dia bisa. Dia bukan akademisi spt Ade Armando. Atau penulis spt Denny Siregar. Atau pendebat seperti Adian Napitupulu. 

Kesal dgn parodinya ? Ya wajar, anda bukan segmen marketnya. Abu Janda itu lakunya di tiktok, tempat konten receh. Penontonnya disana ratusan ribu. Jadi gak perlu serius2 amat nonton video Abu Janda. Anggap aja nonton Mr Bean, ngeselin tapi bawaannya pengen nonton lagi.

Saya juga heran seberapa pentingnya sih Abu Janda sampe harus dibahas 7 partai, mantan Menteri sampe 2 ormas besar ??

Gak penting. Malah partai, mantan menteri dan 2 ormas besar itu yang mengerdilkan dirinya kalo bahas Abu Janda. Namanya di aja Abu Janda, nama parodi. Berarti gak serius. Wong gak serius kok dibahas sampe viral ? Apa pada kurang kerjaan ? 😄

Tanpa disadari, si Abu Janda malah tambah besar. Lha yang bahas dia yang besar-besar ? 

Pada takut ama tokoh parodi, tapi ga peduli sama Munarman yang sedang framing dgn keji, pada Bahtiar Nasir yang sibuk bagaimana caranya supaya revolusi, pada Felix Siaw yg sedang cari jalan untuk cuci otak anak kecil. 

Mereka itu serius semua lho orangnya, punya target besar juga dana. 

Merekalah yang harus diwaspadai, bukan ustad parodi. Kok kebalik2 jadinya ? Sampek maksa2 melibatkan Kapolri 😄

Mungkin banyak yg lagi bingung. Cari celah gimana caranya Pemilu 2022 jadi. Maka pada pansos supaya namanya dikenal sebagai anti rasisme dan anti intoleransi. Abu Janda, yang suka tik tokan dgn follower besar siapa tahu bisa jadi jembatan supaya nama mereka dikenali..
Haha... Kopiku malam ini pahit sekali 😄
Srufuttt..
Denny Siregar
===================

(2)
Abu Janda Tenggelamkan Susi Pudjiastuti
Tak disangka. Kisruh pernyataan Abu Janda yang membawanya ke ranah hukum melahirkan kadrun baru: Susi Pudjiastuti.

Tanpa ampun netizen membongkar borok Susi Pudjiastuti. Susi tak lebih adalah bagian dari Cendana dan Cikeas. Susi bersama SBY dan Cendana menggerakkan demo 212. Hal yang publik tidak pernah tahu.

Betapa dulu Menteri Susi, yang ke mana pun menenteng crew medsos, selama 6 tahun menyembunyikan diri. Dia menutupi kedok seolah sebagai ksatria, media darling berbayar, ternyata hanyalah seonggok manusia yang memang asli kadrun.

Susi ternyata bukan yang dilihat oleh publik. Pantas Jokowi membuang Susi dari kabinet, yang Abu Janda dan netizen menyayangkan. Saya pun baper ketika Susi disingkirkan oleh Jokowi. Kini, ketika Abu Janda mengalami penderitaan hukum, Susi pun menghantam Abu Janda.

Ini karena Susi yang asli sudah tampak. Pergulatan bisnis dan kepentingan bisnis Susi yang dipangkas oleh Jokowi telah membawa Susi ke bentuk aslinya.

Sebagai anggota geng kadrun, ibarat siswi baru mengalami perploncoan. Susi harus membuktikan diri layak sebagai anggota kadrun, agar diakui sebagai bagian komunitasnya.

Maka, Susi yang sudah buntu pun menggunakan momentum Abu Janda untuk membuktikan kiblat barunya: Kadrun. Dihantamnya Abu Janda dengan himbauan unfollowed akun Abu Janda kepada Netizen. Sah. Inilah wujud baiat Susi Pudjiastuti kembali ke pangkuan kelompok Cendana, Cikeas, Petamburan dan 212.

Netizen terbelah. Ada yang mendukung Susi Pudjiastuti. Yang mendukung Permadi Arya alias Abu Janda pun banyak. Termasuk saya tentu.

Betul. Tanpa melebihkan dan mengurangkan, catatan saya ini tentang teman seperjuangan. Tentang upaya Abu Janda dan saya melawan radikalisme, intoleransi, dan terorisme. Abu Janda adalah kawan saya. Kawan pelawan kaum radikal. Teman menghantam teroris dan intoleransi.

Dialah yang disebut sebagai musuh nomor satu para teroris. Bahkan ketika saya mengalami penyiksaan, ketika pelintiran informasi digiring, Abu Janda alias Permadi Arya tampil ke permukaan. Meluruskan yang salah. Top. 

Hingga darah kami dihalalkan oleh para teroris. Bukan sembarangan. Tentu risiko menunggu. Termasuk kematian. Inilah perjuangan melawan kegilaan kaum radikal. Melawan para teroris. Kaum yang menggunakan seluruh akal budinya untuk menipu. Menipu siapa pun yang mabuk agama, dan yang awam.

Mereka adalah kelompok Khawarij modern yang berwujud dalam diri ormas teroris dan terlarang HTI, FPI, dan tentu kaum Wahabi dan Ikhwanul Muslimin. Perlawanan Abu Janda terhadap mereka bukanlah perlawanan sembarangan.

Bahkan dunia nyata Abu Janda berbeda. Kebebasannya terbelenggu. Jalan-jalan di mall, keluyuran di tempat publik, adalah barang mewah baginya. Hidupnya adalah dalam bayang ancaman dan kematian. Itulah realita perjuangan.

Kini, Abu Janda tengah mengalami pergumulan. Perenungan menghadapi jam 10.00 siang nanti di Bareskrim Polri. Ya. Abu Janda kesandung kerikil tajam. Perjuangan harus menelan pengorbanan. Termasuk pengorbanan itu adalah bersikap tawadhu. Perenungan. Karena tidak ada manusia yang sempurna.

Permintaan maaf Permadi Arya alias Abu Janda, mengaku salah dan khilaf adalah wujud kerendahan hati yang menjadi ciri khas Muslim sejati. Dia salah, khilaf. Dan dia sudah tabayyun, sikap Ksatria yang patut diacungi jempol. Jauh dari arogansi yang muncul dari parodinya yang menyengat kaum kadrun. Dia ternyata manusia biasa yang masih berevolusi, hingga memungkinan dia bersalah.

Dalam pergulatan melawan kaum radikal, teroris, intoleransi yang dilakukan oleh Abu Janda, saya mendukung 100 persen. Termasuk melawan Susi Pundjiastuti sekali pun. Berkat Abu Janda lahirlah kadrun berjudul: Susi Pudjiastuti.

Bagiku, Abu Janda adalah kawan seperjuangan yang tak akan saya tinggalkan. Dalam suka dan dalam derita. Abu Janda I am with you!
========================



(3)
ASU, CAPRES CAWAPRES 2024.
Anies-Susi
disingkat ASU.. 😂😂🙈

Test the water nya diuji pada Pilkada DKI 2022 nanti.

Target utama, tertuju pada Pilpres 2024.

ASU bakal didukung PKS, Nasdem dan PAN. Metode kampanye, politik identitas, isu SARA, dan rekayasa foto, ala Pilkada DKI 2017.

Metro TV dan Media Grup, full coverage skenario ini? Iyaa, jika ownernya memerintahkan seperti itu.. 

Seperti kita ketahui, Surya Paloh,  boss besar Metro TV dan Media Grup, adalah elite politik pertama, yg merekomendasikan Anies sbg salah seorang unggulan dari Nasdem, untuk Capres 2024 nanti.. Nasdem tidak melihat tokoh lain, yg elektabilitas nya sebaik Anies waktu itu. 

Semula Surya Paloh sempat ragu dengan Anies, karena miskin prestasi dan banyak unfaedah dalam program pembangunan yg dibuatnya di DKI. Program unfaedah Anies tsb sering menjadi bahan olok2 masyarakat se Indonesia.

Namun dukungan benalu politik 3C kepada Surya, membuat ketololan  yg sudah diperbuatnya, seolah akan dapat ditutupi jika ada figur kuat melapis Anies.

Nama Susi diajukan ke Surya, dengan segala benefitnya.. Kloop.. Om bewok tertarik dan disusun lah roadmap menuju pilkada DKI 2022 hingga roadmap menuju Pilpres 2024..

Trio3C dipastikan ada dibelakang rencana ASU ini. 

Harus nya, skenario rahasia ini, belum saatnya untuk terekspos ke publik.. Kehadiran si Susi, yg tiba2 dapat slot program di jam prime time pada Metro TV, lebih dari setahun ini dimaksudkan untuk pra kondisi Susi, menuju kursi Istana, adalah bagian dari roadmap tsb.

Nama program Cek Ombak yg dipilih Susi untuk acara nya tsb, dimaksudkan untuk menguji reaksi publik atas tinggi rendahnya tingkat popularitas Susi, yg sudah tidak dipercaya lagi oleh Presiden Jokowi, ada di dalam kabinet.. 

Dengan program tv ini, Susi sekaligus dapat bargaining ke sejumlah pihak. Kaum kadrun dan KAMI sbg barisan sakit hati, menaruh harapan pada kehadiran Susi. Perempuan bertatoo dan perokok berat yg semula dibenci kadrun PKS, mendadak jadi disayang mereka..

Namun tiba2, Susi kepedean dan kepeleset arogan.. Sosok Permadi Arya alias Abu Janda, yg sejak lama menjadi benteng pembela Susi, saat dirinya dipersoalkan kadrun karena tatoo nya, justru dizolimi Susi dengan enteng nya.. Susi dalam cuitannya di media sosial, menghimbau followersnya agar unfollow Permadi Arya.

Netizen kaget. Tidak menyangka, si Susi berbalik menjadi malin kundang pada Permadi Arya, demi kepentingan politik kekuasaan nya.. Tanpa ampun, ajakan unfollow justru memakan dirinya sendiri..  

Netizen marah dan sgt kecewa dgn kesewenang-wenangan Susi dlm bersikap.. Sejak kmrn dan hari ini, sikap mengunfollow akun Susi di medsos, justru berlanjut terus..

Kejadian yg diluar alur roadmap ini, bikin gusar kubu PKS dan Nasdem.. Reaksi netizen yg membela Permadi Arya, diluar hitungan Susi dan Nasdem..

Satu persatu keburaman Susi yg selamat ini tertutup rapi ke publik, kini mulai terkuak.. 

Publik dibuat kaget dgn info yg beredar di medsos, bahwa dulu, Susi menyewakan 20 unit bus untuk memberangkatkan warga Pangandaran, ikut aksi 212 ke Monas Jakarta.. Aksi 212 yg dinilai sbg bagian dari cara untuk menjatuhkan Jokowi lewat kasus Ahok saat itu, diam-diam turut didukung Susi.. 

Blundernya Susi ini mengacaukan skenario tersembunyi yg selama ini manis berjalan...

Banyak orang skrg baru paham, mengapa Presiden Jokowi, melihat kan sikap tidak mau bertemu Susi  lg, sejak periode 5 thn kabinet pertama nya itu tuntas.. Boro2 diajak kembali membantu bekerja dalam kabinet, untuk bertemu Susi pun, Presiden menampiknya..

Bisa jadi, inilah buah dari karma yg harus dirasakan Susi.... 

Dan memang keberuntungan singkatan ASU sebagai sebuah ikonik pasangan Capres, jauh dari keberuntungan apalagi ridho dari langit dan bumi..

Susi, kau layak Tenggelam, atas kesombongan diri mu sendiri... Di dasar laut, barangkali ada sekolah yg bisa melengkapi ijazah SMP mu, menjadi punya ijazah SMA, hingga minimal ijazah S1. Itulah standar  keilmuan dan akademik, untuk lahir nya etika dan moralitas seorang intelektual.

Dan semua yg dibelakang layar itu, sudah diketahui bapak Presiden kita.
Budhius Ma'ruff ✍️
Reposting HariMerdeka Drecpecs ✊🇮🇩
===========================
(4)
OPSI ARBITRASE
Oleh: Josef H. Wenas
Saya kira Polri perlu mulai mempertimbangkan opsi arbitrase diluar proses pidana dalam persoalan saling tuduh SARA antara Natalius Pigai-Abu Janda yang telah melibatkan para pihak diluar mereka berdua merasa berkepentingan.

Masalahnya Pigai sendiri punya jejak digital terkait ucapannya yang juga bisa dipersepsikan SARA. Saling lapor pidana semacam ini akan membentuk bola salju yang akan mengundang bermacam "vested interests" untuk ikutan membesarkan gelundungannya. 

Kemarin mulai muncul desakan di media mainstream agar Abu Janda segera ditangkap, bahkan lebih jauh lagi, kasus ini akan jadi alat ukur kinerja Kapolri yang baru. 

Besok, kalau jejak digital tuduhan SARA oleh Pigai terhadap etnis Jawa menggelundung jadi bola salju, gantian akan didesak bahwa kinerja Kapolri ukurannya adalah memproses pidana Natalius Pigai.

Jadi mana yang benar, Kapolri diukur dari bertindak tegas terhadap Abu Janda atau terhadap Natalius Pigai? 

Atau terhadap keduanya? Hati-hati, the devil is in the details, apa yang kelihatannya serupa belum tentu sama dalam suatu penyelidikan pidana. Kerumunan Rizieq Shihab ternyata tidak sama dengan kerumunan Rafi Ahmad, bukan?

Kalau Kapolri baru kita nanti berhasil ditarik kedalam dilema bola salju SARA ini, bukan tidak mungkin sasaran berikutnya adalah atasan langsung Kapolri. 

Yang paling updated adalah buntut "Insiden Km 50 Tol Cikampek." Setelah gagal menarik Presiden Jokowi kedalam pusaran kasus ini, lalu ada pihak yang pikirannya ngawur— padahal tahu sudah pasti ditolak— tetap saja mau membawanya ke ICC di Den Haag. 

Bola salju itu liar, bongkar-bongkaran SARA antara Abu Janda-Pigai, bisa saja membesar dengan ikutan kasus-kasus lain yang serupa di masa lalu. Faktanya, selalu ada pihak yang ingin membesarkannya!
Two wrongs don't make a right.
-Josef H. Wenas, Yogyakarta 31 Januari 2021
🇮🇩🙏🇮🇩
========================

Sunday, January 31, 2021

[Denny Siregar] Brilian Gus Yaqut , Borobudur Jadi Pusat Budha Dunia - WAKILRAKYAT.IniOK.com

*Catat: Video ini tidak ada intrupsi iklan.*
*Brilian Gus Yaqut , Borobudur Jadi Pusat Budha Dunia*
*Kami selalu menyuarakan pikiran Rakyat*

Tuesday, January 19, 2021

[Denny S] Kalau Cuma Ngecat Genteng, Ngak Usah Jadi Gubernur DKI

*Catat: Semua Video situs  WAKILRAKYAT.IniOK.com tidak ada intrupsi iklan.*
*Kalau Cuma Ngecat Genteng,* 
*Ngak Usah Jadi Gubernur DKI*
*Kami selalu menyuarakan pikiran Rakyat*

Thursday, January 14, 2021

[Denny S] DOSA-DOSA MUNARMAN

*DOSA-DOSA MUNARMAN*
*Catat: Video ini tidak ada intrupsi iklan.*
*WAKILRAKYAT.IniOK.com*

Sunday, January 3, 2021

[Denny S] RISMA MERINGIS, ANIES MENANGIS

RISMA MERINGIS, ANIES MENANGIS 

Wednesday, December 30, 2020

SANDI, BIARKAN BALI TETAP BALI. JANGAN DI ARABISASI

gambar ilustrasi saja

SANDI, BIARKAN BALI TETAP BALI. JANGAN DI ARABISASI..
Mas Sandi, pernah tinggal di Bali ?
Saya pernah. Dua tahun saya disana. Tinggal di Sesetan, Denpasar sebagai pekerja. Sekali-sekali tinggallah disana, barang setahun saja. Rasakan aura Bali. Nafasnya, budayanya, adatnya dan keramahan masyarakatnya. Jangan cuman mampir berlibur sehari dua dan tinggal di hotel mewah saja.

Dan mas Sandi akan merasakan ketenangan, kenyamanan dan terutama kekentalan nilai-nilai luhur Indonesia yang terakit dalam adat dan budaya.

Bali bukan sekedar pariwisata, mas Sandi. Bali lebih sebagai penjaga budaya negeri ini, yang di banyak tempat sudah hilang tergerus modernisasi dan arabisasi. Mengagumkan. Membangun rasa cinta dan selalu menawarkan rasa rindu untuk kembali kesana.

Entah sudah berapa kali saya mendengar wacana Bali mau disyariahkan, dihalalkan dan entah apa lagi namanya yang ujungnya selalu membawa agama. Dulu tahun 2015, wacana yang sama muncul dari Muliaman Hadad, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah. Sekarang, dirimu Sandiaga Uno, yang kembali ingin menghalalkan Bali.

Alasan kalian berdua sama. Karena wisata halal berpotensi meraup ribuan triliun rupiah dari tamu di Timur Tengah 

Saya sendiri tidak paham. Apakah definisi "halal" kalian sama dengan definisi "halal"nya masyarakat Bali ? Halal menurut kalian, belum tentu halal buat orang Bali. Kalian berpandangan poligami halal tapi belum tentu begitu dengan Bali. Bali menganggap makan babi halal, dan kalian pun berpandangan terbalik dengan apa yang diyakini masyarakat Bali.

Jadi halal yang mana maksudnya ? 

Halal dengan konsep syariah, dimana hotel2nya harus ditempeli edaran "harus punya surat nikah" ? Atau ketika orang2 dengan cadar hitam seluruh badan lalu lalang sibuk menghakimi turis yang setengah telanjang ? Atau restoran dan kafe penuh dengan tulisan arab yang mengganggu pemandangan ? Lalu ke depan sibuk mengharam2kan perayaan adat disana ?

Bali adalah Bali. Dengan segala kelebihan dan kekurangan, merekalah wajah Indonesia di luar negeri. Dari Bali, para wisatawan mengenal Indonesia lebih banyak lagi. Dan ketika Bali sudah berjasa kepada negeri ini, kalian ingin merusaknya hanya karena "Bali tidak halal" menurut pandangan kalian yang sempit itu.

Jangan pernah merusak negeri dengan konsep "syariah" "halal" atau apapun yang menyinggung masyarakat Bali. Bali sudah sangat terbuka kepada para pendatang untuk bekerja mencari makan, tanpa memandang dari suku apa kalian, ras apa kalian bahkan apapun agamamu disini.

Lihatlah, berapa banyak restoran Padang di Bali ? Apakah itu bukan restoran halal ? Hitung berapa banyak restoran Jawa dan Surabaya di Bali ? Bisakah engkau bilang mereka menjual makanan yang tidak halal ? Lalu, halal yang bagaimana lagi yang harus disepakati masyarakat Bali yang selama ini hidup tentram, aman dan loh jinawi ?

Singkirkan pikiran kalian untuk selalu ingin mensyariahkan Bali.

Kenapa kalian tidak kembangkan saja wisata halal atau syariah di Aceh sana, yang jelas-jelas menganut hukum syariat ? Kenapa mesti Bali ? Apa kurangnya tempat wisata di negeri ini selain Bali ? Fokus ke yang belum terjamah, jangan rusak Bali yang sudah mendunia.

Sudah cukup dengan konsep arabisasi di negeri ini. Jangan rusak Bali. Karena ketika kalian ingin memaksakan apa yang ada di pikiran kalian, saya yakin rakyat Bali akan bangkit berdiri menentang. 

Jangankan kalian, mas Sandi. Bahkan Eropa, Amerika, Jepang dan banyak turis luar negeri yang datang membawa konsep modernisasi tidak akan pernah mampu menghabisi sisi tradisional Bali. Karena itulah harta mereka. Kekayaan terbesar mereka. Hidup mereka.

Apakah masyarakat Bali perduli dengan potensi pendapatan ribuan triliunan rupiah dari turis Timur Tengah ? Tidak penting. Kekayaan itu bukan hanya materi, karena bagi Bali, jiwa yang merdeka adalah kekayaan yang sejati. Jangan dipasung dengan label-label untuk jualan diri. Bali bukan pelacur, jangan pernah kalian perkosa sampai hancur.

Untuk saudara-saudaraku disana, sahabat-sahabatku, Gek dan Bli, yang sudah memperlakukan diriku dengan sangat baik dan terbuka, pertahankan diri kalian dari ancaman ideologi seperti ini. Aku rindu kalian untuk tetap seperti ini. 

Bali harus tetap Bali. Tempat yang nyaman untuk menikmati secangkir kopi..

Seruput dulu, Baliku. 
Titip salam dan cintaku... ☕☕
Denny Siregar

[Denny S] SECANGKIR KOPI UNTUK KOMANDAN

SECANGKIR KOPI UNTUK KOMANDAN..
Rizieq benar-benar gak menduga kalau Kapolda Metro Jaya yang baru, urat takutnya udah lepas..
Selama ini FPI dan kelompok garis keras lainnya, merasa bahwa mereka sudah menguasai wilayah. Mereka tahu, pejabat kepolisian di daerah selalu ingin mencari aman dan tidak ingin ada kerusuhan di wilayahnya. Karena kalau rusuh, imbasnya adalah jabatan bisa dicopot. 

Karena itulah mereka selalu menggunakan massa dan ancaman rusuh, kalau keinginan mereka tidak dipenuhi. Kasus di Tasikmalaya adalah contoh, mereka mengancam rusuh Tasikmalaya membara jilid 2 jika tuntutan mereka untuk memenjarakan saya tidak dipenuhi. Dan cara mereka menekan kepolisian adalah dengan membawa massa demo setiap hari.

Tapi Rizieq salah kali ini. Yang dia hadapi adalah Fadhil Imran, yang sempat menangkap Hercules waktu jadi Kapolres Metro Jakarta Barat tahun 2013 lalu. Hercules bukan preman sembarangan. Dia penguasa tanah abang dan dikabarkan punya ribuan anak buah yang siap mati juga. Toh, ditangan Fadhil Imran, Hercules berhasil dibawa ke penjara tanpa keributan.

Ancaman Rizieq untuk membuat rusuh Jakarta dengan selalu meneriakkan "Siap mati syahid !" gak berlaku buat Kapolda Metro. "Gak ada gigi mundur.." Kata Fadhil Imran. Itu pesan khusus, bahwa siapapun yang menghalangi akan dihabisi.

Disinilah Rizieq gentar. Usianya yang semakin menua dan kecintaannya pada dunia, membuat nyalinya ciut seketika. Dia tahu, polisi kali ini gak main-main. Apalagi 6 orang anak buahnya mati seketika ketika berusaha membela. Rizieq cuma punya dua pilihan, menyerah atau meregang nyawa.

Apalagi ketika para pemimpin ormas yang selama aksi 212 dan 411 bersama dia, mundur pelan-pelan. Mereka gak mau mati. Apalagi harus mati membela Rizieq, buat apa juga. Justru buat para pemimpin ormas garis keras, mereka membuka jalan supaya Rizieq disikat aja. Dengan begitu, mereka bisa menguasai umat yang nanti ditinggalkan Rizieq dan gak punya pemimpin.

Kapolda Metro, Irjen Fadhil Imran gak mau kasih nafas sedikitpun. Sudah cukup waktu yang dia berikan dengan mengantarkan surat panggilan, tapi gak digubris. Kali ini gak ada ampunan, perintah dari atas tegas, "Sikat kalau melawan.."

Benar kata Kabid Humas Polda Metro, Kombes Yusri Yunus, kalau Rizieq itu menyerahkan diri karena takut. Rizieq benar2 takut kali ini, hanya berusaha dia tegar2kan di depan umatnya. 
Dan malam itu, dia keluar dari kamar tidurnya sambil menyapa orang2 yang begadang di ruang tengah menunggu langkah apa yang akan dia kerjakan..

"Kita kalah.." Katanya. "Saya ingin hidup tenang. Ini akhir dari perjalanan.." Rizieq kemudian masuk kembali ke kamarnya dengan lesu. Pagi nanti dia memutuskan untuk menyerah.
Saya harus angkat secangkir kopi untuk Irjen Fadhil Imran. 
Salam, Komandan. Kopi sore ini kuhadirkan sebagai tanda penghormatan..
Denny Siregar

Tags

3 Denny Siregar (14) Aoky Vera (11) 1 Ade Armando (7) Ninoy N Karundeng (7) 2 Raja Bonar (6) Eko Kuntadhi (6) 4 Rudi S Kamri (5) Andre Vincent W (5) Iyyas Subiakto (4) Perangi Radikalisme (4) Analisis Politik (3) Politik (3) Surat Terbuka (3) BUMN (2) Birgaldo Sinaga (2) Dugaan Rekayasa (2) Jubir Teroris (2) Kejahatan Organisasi (2) Pembohongan Publik (2) Perangi Teroris (2) Tingkah Laku (2) Tirta (2) Tito Gatsu (2) Ajaran Nabi (1) Akhmad Sahal (1) Aneh Bin Nyata (1) Aoki Vera - Live (1) Aroma Koruptor (1) Asi News (1) Azab DKI (1) Balap Mobil (1) Banjir Jakarta (1) Benahi DKI (1) Berita Sidang (1) Biografi Ade Armando (1) Dikormersialisasi (1) Diluar Logika (1) Dosen Universitas (1) Dugaan Cina (1) Fakta Sejarah (1) Fraksi Tv (1) Gratis Masuk Sekolah (1) Gubernur DKI (1) Hafal Alquran (1) Halal Dan Haram (1) Hutang Negara (1) Ideologi Negara (1) Instrospeksi Diri (1) Janji Politikus (1) Jaya Wijaya (1) Joko Widodo (1) Jubir FPI (1) Kadrun Berjatuhan (1) Kebobrokan Pejabat (1) Kebodohan Gubernur (1) Kebohongan Pejabat (1) Ken Setiawan (1) Korupsi (1) Kura-Kura (1) Maling Teriak Maling (1) Masalah Reklamasi (1) Melengserkan Jokowi (1) Membela Negara (1) Mobil Kalengkaleng (1) NKRI Harga Mati (1) Neo PKI (1) Nyai Dewi Tanjung (1) Orde Baru (1) Organisasi Bermasalah (1) Ormas Bermasalah (1) Pancasila (1) Pembongkar Kasus (1) Perangi Korupsi (1) Prilaku DPR RI (1) Proxy War (1) Raja Bonar (1) Rencana Menjatuhkan (1) Revisi UU KPK (1) Sarang Teroris (1) Sejarah Kelam (1) Setia Kecurangan (1) Siapa Raja Bonar (1) Soal Banjir (1) Suara Rakyat (1) Syarat Jadi Presiden (1) Terlalu Go3blog (1) Tidak Berlangsungkawa (1) Tolak Wisata Halal (1) Tunggangi Papua (1) Umat Islam (1) Vaksin (1) Wakil Rakyat (1) Wanita Jepang (1) William (1) Wisata Netral (1)