Latest News

Sunday, February 28, 2021

Mengapa PDIP Bilang PSI Arogan? Apakah Interpelasi itu Menyeramkan ?

 

*Mengapa PDIP Bilang PSI Arogan?* 
*Apakah Interpelasi itu Menyeramkan?*

Oleh: Andre Vincent Wenas
*Heran, apa sih yang ditakutkan dengan interpelasi?*
Itu khan – cuma – hak  untuk meminta keterangan kepada pemerintah mengenai kebijakan pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara. (Penjelasan Pasal 27A, UU no 22 tahun 2003).

*Cuma minta keterangan resmi! Lha kok parpol (fraksi) lain pada gemetaran.* Sementara Gubernur yang mau diinterpelasi (ditanyain) malah anteng-anteng saja tuh! Ada apa sih?

*Bahkan sampai-sampai Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta dicap arogan.* Hadeuuh… apa lagi ini sih?

*Adalah Gilbert Simanjuntak, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP yang bilang begitu, “PSI itu kita lihat arogan, kurang rendah hati, khususnya dalam berkomunikasi.”*

*Lalu M.Taufik, dari Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta (dari Partai Gerindra) malah menertawakan,"Haha bagaimana mau interpelasi, silakan saja siapa yang mau nyambut?"* Ia malah meragukan akan ada fraksi lain yang mau mendukung, mengingat akhir tahun lalu PSI sendiri pernah ditinggal walk-out di ruang rapat paripurna lantaran membongkar skandal kenaikan tunjangan jumbo yang sempat heboh.

*Kesannya, kedua orang ini (Gilbert Simanjuntak dan M.Taufik) cuma ngambek kepada fraksi PSI.*

*Sehingga pertanyaannya, sebetulnya apa esensi kritik mereka terhadap inisiatif interpelasi yang diajukan PSI itu?* 

*Apakah hanya lantaran dianggapnya komunikasi politik PSI itu “kurang sowan” ke fraksi lain lalu esensi dari interpelasi itu dinafikan?* 

Betulkah PSI “kurang sowan” dalam komunikasi politiknya dengan fraksi lain? Ah, yang benar saja.

*Apakah ngambek lantaran rencana kenaikan tunjangan jumbo itu dibongkar PSI sehingga batal?*

Bukankah itu semua (dendam dan ngambek) sebetulnya sikap yang – maaf ya – *sangat kekanak-kanakan, childish!*

*Masak sih anggota parlemen yang terhormat bisa ngambekan begitu?* Dan lantaran dendam dan ngambek lalu tidak mau memperjuangkan lagi amanat penderitaan rakyat lewat interpelasi yang – sekali lagi – hanya bertanya secara resmi.

*Bertanya secara resmi kepada Gubernur sebagai institusi yang bertanggungjawab terhadap program penanggulangan banjir yang permanen*.

Bukankah waktu itu Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono sendiri yang bilang bahwa selama tiga tahun ini Anies tidak bikin apa-apa untuk menanggulangi banjir secara permanen?

Interpelasi itu bukan pemakzulan, atau impeachment. Cuma bertanya kok, kenapa itu semua bisa terjadi?

Bertanya juga misalnya kenapa setelah menjabat selama 3,5 tahun, namun justru mendorong revisi RPJMD untuk menghapus normalisasi dari RPJMD?

*Memang sih, kalau pertanyaan resmi via mekanisme interpelasi itu maka Gubernur mesti mempertanggungjawabkan segala sesuatunya secara rinci dan terbuka.*

Semua yang terkait dengan rencana program serta kerja nyata apa yang sudah dilakukannya dalam mengatasi banjir di ibu kota mesti dipaparkan. 

*Termasuk soal pertanggungjawaban anggaran (duit) yang sudah dan akan dipakai. Hmm…*

*Sekali lagi ya, termasuk soal pertanggungjawaban anggaran (duit) yang sudah dan akan dipakai. Kemana saja duit itu mengalir, misalnya.*

Apakah subyek pembahasan yang mesti dipaparkan secara terbuka seperti ini yang dikhawatirkan?

*Lalu, kenapa yang khawatir malah parpol (atau fraksi) di DPRD DKI Jakarta?*

Masak sih kita mesti meng-interpelasi (bertanya) kepada rumput yang bergoyang?
27/02/2021
Andre Vincent Wenas, Direktur Kajian Ekonomi, Kebijakan Publik & SDA Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB). WakilRakyat.IniOK.com
Source : https://www.kompasiana.com/andrevincentwenas/603a5ce0d541df7a8a4ba813/mengapa-pdip-bilang-psi-arogan-apakah-interpelasi-itu-menyeramkan?page=all#section2 
--------------


Berita Lainnya:

•Diketahui rombongan pemotor itu menerobos jalan yang ditutup dan tengah dilakukan instalasi pengamanan VVIP.

•KeNiscayaAn Yang Tidak TerBantahKan, BangsaINDONESIA Krisis ADAB TataKrama SopanSantun AdatBudaya NUSANTARA !;

•PeLumpuhAn Dengan PeNembakAn AdaLah TindakAn Tepat, MenJaga Marwah KePresidenAn ~ Panji KeHormatAn Lambang Negara RepublikINDONESIA !;

Source : https://news.detik.com/detiktv/d-5473778/video-detik-detik-bikers-terobos-ring-1-paspampres-tindak-tegas

Thursday, February 25, 2021

"KETINGGIAN MALU KEPADA JOKOWI!"

 
*"KETINGGIAN MALU KEPADA JOKOWI!"*
*TERNYATA MANTAN DAN TOKOH SERTA VIGUR PUBLIK YANG SUDAH PADA TUA* *BELUM JUGA SADARKAN DIRI...*

By Iyyas Subiakto!

Semalam saya menulis; 

SBY, 
JK, 
DS, 
AR,
Dan seterusnya...
Mereka seharusnya malu kepada Jokowi, 

Setelah saya pikir,

Tidak usah sampai ke Jokowi, 
Bahkan kepada Dr. Terawan saja,
Mereka ini cuma seupil di ujung lubang hidung...

Kalau dengan Jokowi,
Kita kasih 1 saja hasil kerjanya,
Kepada mereka dan mereka kita minta bisa tunjuk 1 saja hasil kerjanya yang bisa menyamakan nilai harga BBM untuk rakyat Papua, 

Mereka sudah habis semua!!

*Pemerataan harga BBM dan pengambilan saham Free Port adalah karya monumental Jokowi* kepada rakyat Papua, yang selama 70 tahun merdeka rasa keadilan atas 1 liter BBM saja tak terurus oleh presiden sebelumnya.... 

Dalam harga BBM itu,
Ada nilai kemanusiaan yang tinggi, 
Ada pemerataan dan keadilan...

*Sementara SBY, JK, DS, AR dkk ini kan cuma kelompok Pencitraan dan Haus Kekuasaan serta Rakus Kekayaan, belum lagi muncul coro busuk mau menurunkan Jokowi, ini akibat ngaca di lumpur Lapindo.*

Sekarang kita minta,
Mereka ngaca di punggung Dr. Terawan! 

Pencipta Vaksin Nusantara berbasis Cell dendritik ( baca artinya ) yang masih menyelesaikan uji klinis ke 2...

Dr. Terawan,
Adalah Pencipta Teori Cuci Otak,
Bagi Pasien Stroke yang tak diakui IDI...

Tetapi sudah menyembuhkan lebih dari 40.000 pasien dan salah satunya teman baik saya Aldy, 

Sekali lagi TEMAN BAIK saya,
Di depan mata kepala saya sendiri!!

Dalam 1 bulan dia bisa berjalan dan ngantor, 
Mungkin sekarang sudah main futsal!!

Inilah akibatnya,
Negara yang dihuni banyak asosiasi, 
Akhirnya nyerimpeti kaki.....

*Dr. Terawan,*
*Adalah salah satu manusia bermanfaat tanpa mencari manfaat pribadi, dia seperti juga Jokowi yang bekerja dalam diam dan karyanya tak perlu di museum kan,*

Karena semua hasil kerjanya bukan untuk ketenaran melainkan untuk kemanusiaan tanpa mengenal perbedaan agama atau suku yang selalu disalah gunakan...

Akhir² ini,
Kelompok yang namanya disebut diatas adalah sebagian dari pengganggu NKRI, 

Jangan sebut mereka bekas apa, 
Mau bekas Presiden, Wapres, Ketua Ormas Agama, Budayawan, dst. 

Kalau mereka masuk ranah dalam arti menyinyiri kinerja pemerintah saat ini yang mereka sendiri tak bisa melakukannya, 

Maka keberadaannya tak ubahnya seperti HTI dan FPI yang sengaja menghalangi kemajuan NKRI bahkan bisa merestui mengganti ideologi....

Puluhan tahun,
Mereka berkuasa tak mampu membubarkan HTI, 
Atau malah memeliharanya seperti mereka beternak FPI.

Kan kelihatan,
Mereka memakai FPI sebagai pasukan bayaran yang membahayakan, 

Buktinya orang " sepintar " JK bisa mengatakan Rizieq pemimpin kharismatik, ini kepintaran atau pikiran yang di pelintir kepentingan yg membahayakan. 

Bukti lainnya,
Saat Rizieq di kandangkan dia malah mau ngurus Taliban, apa mau menunjukkan bahwa sel kesesatan itu memang diternakkan untuk meluluh lantakkan Indonesia ke depan...

*Dalam waktu yang sama,*
*JK juga mengatakan ada kekosongan kepemimpinan, kita bisa menduga bahwa isu pemakzulan* yang selalu di dengungkan dan terakhir saat deklarasi KAMI di TIM jelas² di depan barisan para deklarator ada yang membawa spanduk " turunkan Jokowi ". 

Artinya,
*Deklarasi itu ada konsfirasi dengan orang sejenis yang nadanya sama menjurus ke pemerintahan* Jokowi...

*Dari sanalah,*
*Kita menarik benang merah bahwa FPI dibiayai.* 

*Makanya saat 92 rekening FPI di obok OJK mereka menggelinjang seperti kepegang urat gelinya*, yang membuat gelisah hatinya.

Para kelompok Pensiunan yang makin menonjolkan kepikunan nya ini, jadi malah mempertontonkan keburukan dan iri hati kepada Jokowi, salahnya mereka adalah  membandingkan Jokowi yang mengarungi samudra kebenaran sebagai pemimpin, sementara mereka berkutat pada kubangan lumpur dosa kekuasaan yang pernah di jalankan.

Mereka bukan memberikan manfaat, 
Tapi memanfaatkan negara dan jabatan saat mereka menjabat atau saat mereka berkutat menikmati manfaat demi kepuasan syahwat berkuasa dan mencari kaya. 

Sehingga saat mereka melihat kebenaran mata hatinya nanar seolah kebenaran adalah fatamorgana, dan keburukan yg dilakoninya adalah nirwana yg membuai cara hidupnya. 

Semoga mereka diberi kesempatan bertobat kalau tidak, tua dan mati dalam Suulkhatimah, dilingkupi keburukan akhlak. 

*Nauuzhubillah minzhaliq.*

Mari kita tunggu hasil uji kelinis kedua Vaksin Nusantara, bila gagalpun sudah ada usaha besar untuk bangsa dan kemanusiaan, bukan seperti mereka yg berniat menjegal Indonesia menjadi negara gagal seperti saat mereka mengurusnya, andai mereka tak menjual negara, minimal mencari kawan gagal bersama.

*Terima kasih kita kepada;* 
Jokowi, 
Terawan, 
Sri Mulyani, 
Retno Marsudi, 
Basuki Hadi Mulyo, 
Basuki Cahaya Purnama, 
Erick Thohir, 
Nadiem Makarim, 
Yaqut dan jajaran orang baik lainnya dalam kabinet kerja yang telah membuat Indonesia masuk pada gerbang kemajuan nyata menjadi negara maju...

*Inilah sebagian besar nama² orang yg telah mempermalukan manusia diatas,* dan membuat kita lebih jelas melihat mana Kapas dan mana Pempers Bekas.

*Kita sadar bahwa hidup kita akan terus berdampingan dgn keburukan*, satu hal yg harus terus di jaga kita harus waspada dan bisa membandingkan mana kebaikan dan mana keburukan, agar kita tidak terperosok masuk pada pusaran kesesatan. 

*Jangan menyalahkan setan kalau anda ikutan di sana, karena Tuhan pasti tak suka.* 

Salam Indonesia.

Monday, February 22, 2021

KETIKA ANGKA TOGEL DI STEL.


*KETIKA ANGKA TOGEL DI STEL*

Pemprov DKI mengeluarkan angka dampak banjir dari thn 2002 sampai 2021. Dapat di tebak tujuannya agar kelihatan era Anis banjir dapat di kendalikan dan yg terdampak menyusut jauh. Namun lucunya ngarang angkanya kurang cermat shg kelihatan seperti angka keramat tapi tak bermanfaat.

Lihat angka 2015, 2020 curah hujannya naik RW yg  digenangi air turun, nggak kira² dari 702 RW menjadi hanya 390 RW. 

Dan konyolnya data majalah Tempo 2015, RW yg tergenang hanya 53 di 12 kelurahan, jadi angka banjir pun di Mark up. Ini kelakuan, karena realnya RW tergenang 2015 adalah 53, thn 2020, 390 ini yg bener.

Begitu juta luas are yg tergenang dari 281km² menjadi 156km².

Yang lebih ekstrim thn 2021, curah hujan katanya turun padahal kita tau seluruh Indonesia sedang diguyur hujan deras, indikatornya banjir besar dimana². Lha Jakarta yg sdg jd kolam Koi terbesar didunia curah hujannya dikatakan turun dari 377 ke 226. 

Lagi² mereka membuat pembualan murahan, mau seolah² ngomong pakai data, tapi makin nyata songongnya. RW yg tergenang ditengah banjir merata turun dari 390 ke 113 RW dan wilayah tergenang turun secara drastis dari 281 ke 156 dan 2021 hanya tinggal 4 km².

Tujuan semua itu hanya mereka mau mengatakan bhw Anis lebih baik dari Jokowi dan Ahok mengurus Jakarta. Kecoak juga tau kalau Anis itu seujung kuku kaki Ahok pun tak ada bisanya mengurus Jakarta.

Yang membuat kita geleng kepala, orang se Balai Kota, DPRD semua seolah disirap Anis gak bisa apa², manut semua. Ini akibat  mulut mereka di sumpal duit APBD yg gak kira².

Hiburan sebagian warga bisa menikmati gulai ikan Koi, kalau yg asli bisa ratusan juga harganya. 

Berengsek Gubernurnya, nikmati gulai Koi nya. Tapi Tuhan tetap tidak suka.
Iyyas Subiakto

Sunday, February 21, 2021

[Raja Bonar] AA Gym Jadi Bego Belain Anies Soal Banjir Jakarta, Mengeritik Orang Populis Tidak Bisa Digunakan Fasal UU.

*Catat: Video ini tidak ada intrupsi iklan,tdk tersimpan di hp Anda*
*AA Gym Jadi Bego Belain Anies Soal Banjir Jakarta,* 
*Mengeritik Orang Populis Tidak Bisa Digunakan Fasal UU.*
*Kami selalu menyuarakan pikiran Rakyat*

[Akhmad S] Gubernur Seiman Tapi Amburadul

*Catat: Video ini tidak ada intrupsi iklan,dan tdk memenuhi bandwiht di hp Anda*
*Gubernur Seiman Tapi Amburadul*
*Kami selalu menyuarakan pikiran Rakyat*

Wednesday, February 17, 2021

DIA MAU PECAH BELAH BANGSA


*DIA MAU PECAH BELAH BANGSA*

*Akademisi Universitas Indonesia (UI) Ade Armando angkat bicara soal heboh kasus pelaporan* GAR ITB terhadap Din Syamsuddin. Laporan terhadap Din Syamsuddin yang notabene eks Ketua Umum PP Muhammadiyah itu belakangan disinyalir karena isu soal radikal.

*Menurut dia, kabar itu sebenarnya salah*. Sebab GAR ITB sejauh ini tak pernah menyematkan istilah radikal pada Din, yang merupakan anggota Majelis Wali Amanat ITB. Akan tetapi, menurut dia, penting untuk menilai apakah Din layak dikategorikan radikal atau tidak.

*“Karena ini berdampak serius dalam proses perang dalam melawan kaum Islamis radikal* di Indonesia,” katanya dikutip Cokro TV, Selasa 16 Februari 2021.

*Kata Ade, belakangan memang dia melihat banyak pihak yang bersimpati padanya.* Namun Ade menilai, itu karena banyak pihak yang tak mengikuti jejak Din beberapa tahun terakhir. Dulu, kata dia, Din memang merupakan tokoh muslim moderat yang acap menjembatani antar umat beragama.

*“Namun kebencian Din pada pemerintah saat ini membuatnya membabi buta.* Dia bukan lagi kritis ke pemerintah, tapi sudah pada tahap menyebar kebencian dan berusaha memecah belah bangsa,” katanya.

*Dia lantas mencontohkan pada 5 Oktober 2020 lalu, Din menyebar surat kepada publik* seolah ditujukan kepada Presiden Jokowi. Surat itu di dalamnya berisi menyebarkan tuduhan bahwa ada teror terhadap lambang simbol, dan pemuka Islam. Dia menuduh ada rentetan tindak kekerasan penganiayaan, hingga pembunuhan ulama, imam, dai, tokoh agama.

*“Din juga mengancam jika dibiarkan tidak mustahil ulama akan kehilangan sabar* untuk menegakkan hukum dengan cara sendiri. Kalau itu bicara pakai fakta, kita tentu akan mendukung Din. Tapi masalahnya dia cuma asal bicara,” katanya.

*Soal radikal,Din Syamsuddin pantas dibela?*

*Lebih jauh, Ade kemudian menganggap jika kebohongan macam itu akan bisa menumbuhkan* *perpecahan bangsa.*
*Kekacauan pikiran Din,kata Ade,juga terlihat dalam beberapa peristiwa serius lainya.* “Pada 2019, Din berkomentar pedas terhadap MK yang menolak gugatan kubu Prabowo untuk membatalkan hasil pilpres 2019.”
“Ketika itu Din tiba-tiba menyatakan ada ketidakjujuran dan ketidakadilan dalam proses pengadilan di MK yang memutus sengketa Pilpres. Banyak fakta dan dalil hukum yang didalami katanya,” kata dia.

*Di saat pandemi,Din juga dianggap serampangan mengkritik konser amal secara virtual* yang digelar BPIP dalam rangka pengumpulan amal dana untuk membantu korban corona. Menurut dia konser itu adalah bukti bahwa pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat.

*“Ini cacat pikir yang jelas.* Bagaimana mungkin acara pengumpulan dana digambarkan sebagai kegembiraan di atas penderitaan rakyat.”

*“Begitu juga di sebuah opening speech, sebuah webinar tentang pemakzulan presiden,* Din dengan sembarangan menyatakan bahwa menurut teori politik Islam, pemerintah Indonesia adalah pemerintah diktator, sehingga sudah memenuhi syarat untuk dimakzulkan,” kata dia lagi.

*Tak cuma itu,Din juga mengatakan masyarakat tak boleh segan melawan pemerintah* yang melanggar konstitusi. Di lain kesempatan, dia juga menuduh presiden Jokowi telah memberikan ruang gerak berkembangnya komunisme tumbuh tanpa melakuan apapun juga.

*“Itu rekam jejak Din Syamsuddin*, apa yang dilakukan GAR ITB sejalan dan masuk akal, untuk menghabisi kaum radikal. Karena dia *Din Syamsuddin bukan sekadar kritis,tapi memprovokasi*, dan *memecah belah bangsa, wajar KASN kemudian menindaknya*,” kata dia lagi.

Rendra Saputra - Hops.ID16/02/2021 13:03
Ade Armando dalam saluran Youtube CokroTV. Foto: Youtube/CokroTV

Emas Murni Tidak Tersembunyi, Pendapat Paling Netral Adalah Pendapat Orang Yang Bersuara Tanpa Bayaran,Bersuara Dengan Sukarela.

*Emas Murni Tidak Bersembunyi,* 
*Pendapat Paling Netral Adalah Pendapat Orang* 
*Yang Bersuara Tanpa Bayaran,*
*Bersuara Dengan Sukarela.*
*Dengarkanlah Omongan Yang Berbicara Tanpa Dibayar Oleh Siapapun,Kecuali Mau* *Menyampaikan Kebenaran Kepada Orang Banyak ( Rakyat )* 

*BUZZER NKRI ADALAH PAHLAWAN DI DUNIA MAYA*

*Pendengung atau yang populer disebut BUZZER di era internet* ini menjadi suatu profesi yang layak diperhitungkan. Disamping memiliki bakat tersendiri, juga harus mempunyai kecerdasan yang harus bisa menganalisa permasalahan sehubungan dengan tugasnya itu.

*Buzzer adalah bagian dari NETIZEN,* netizen yang menjadi buzzer untuk tujuan tertentu, untuk bekerja mencari duit atau sekedar menyalurkan hobbynya, hanya bersenang-senang tanpa mengharap imbalan.

Seperti OJEG daring awalnya, juga satu profesi yang cukup mengancam ojeg offline.

Tapi apa daya keadaan membutuhkan ojeg daring tersebut, sebab link yang dipunyai sanggup menembus banyak kebutuhan-kebutuhan walau ke pelosok dimana hal tersebut akan sulit bisa dilakukan oleh OJEG OFFLINE.

*Pun demikian dengan Buzzer sesungguhnya juga satu profesi baru* yang akan*SANGAT BAGUS* jika pengelolaannya tidak disalah gunakan untuk kepentingan yang menyesatkan.

Seperti kita tahu hampir semua MARKETPLACE punya buzzer yang bertugas memberikan satu informasi publik yang menguntungkan costumernya saat hendak belanja.

*Bahkan profesi buzzernya marketplace bekerja 24 jam setiap harinya* dengan jadwal yang ditentukan.

*Tapi pekerjaan mereka dikelola dengan baik, profesional, menguntungkan banyak pihak* dengan memberikan segala informasi yang menguntungkan costumernya.

Andai semua marketplace yang ada di Indonesia jika buzzernya gak professional maka pasti akan tidak bertahan juga.

*Intinya apapun profesinya hasilkanlah yang positip bukan MUDARAT* untuk kepentingan banyak orang.

Dalam kancah politik di Indonesia ujaran kebencian atau HOAX berujung fitnah dalam berbagai isu di medsos itu gencar disebarkan oleh pihak-pihak tertentu, saat ini yang mencuat yang berseberangan dengan pemerintah.

*Celakanya cara mengkritisi pemerintah TIDAK SEHAT, cenderung membully dengan narasi jahat,* *bukannya konstruktif dengan solusi cerdas.*

*Jika tidak dilawan, maka pelan tapi pasti bangsa ini akan mengalami kerusakan,* karena kebohongan yang disebarkan gencar berulang-ulang pada akhirnya akan diterima sebagai kebenaran dan ini semua yang harus dilawan, maka muncullah BUZZER NKRI.

*Provokasi, mengadu domba, dan memecah belah itulah yang dilawan.* Memprovokasi, mengadu domba dan memecah belah dengan membakar suku dan agama itu sangat berbahaya dan bisa menjadi kerusuhan berdarah, negara bisa terpecah belah dan itu semua yang dilawan *BUZZER-BUZZER* *NKRI itu.*

*Politik busuk identitas/sara, para penjual agama, demo-demo bayaran pesanan politik berjubah* *agama, itulah yang dihadapi para BUZZER NKRI dengan kesadaran sendiri ataupun berkelompok.*

Ketika mereka semua (oknum) menjadikan agama untuk membodohi demi tujuan politik haus kekuasaan mereka, tidak peduli semua cara haram mereka lakukan, yang penting mendapatkan kekuasaan. 

*Agama dijadikan kendaraan politik busuk,ini jelas sangat berbahaya dan ini semua yang harus* *dilawan BUZZER NKRI itu.*

*Radikalisme, intoleransi dan terorisme,itu semua yang dilawan*. Para politikus hitam/partai busuk pendukung pembela ormas-ormas radikal, mendukung intoleransi, *itu semua yang dilawan para* *BUZZER NKRI*. 

Secara tidak langsung para *BUZZER NKRI itu menjaga Pancasila dan merawat Bhinneka Tunggal Ika*, dengan melawan kelompok-kelompok teroris seperti HTI, FPI, JAD, JI, dll, yang mana mereka hendak mengganti ideologi negara Pancasila dengan khilafah, hendak mendirikan negara khilafah/agama. 

*Militansi para BUZZER NKRI dalam melawan mereka di medsos patut DIACUNGI JEMPOL*, karena mereka sadar, TERORIS DUNIA MAYA ini sangat berbahaya, jika dibiarkan negara kita bisa hancur seperti Suriah dan ini semua yang harus DILAWAN.

*Sudah 6 tahun lebih Presiden Jokowi diserang hebat dengan ujaran kebencian*, hoax dan fitnah, para *BUZZER NKRI ini menghormati Presidennya*, menyayanginya, maka dari itulah secara militan melawan semua ujaran kebencian, hoax dan fitnah yang setiap hari gencar menyerang Presiden SAH negaranya.

*Berbagai cara mereka lakukan hendak menjatuhkan Presiden Jokowi*, demi kedengkian, kebencian dan haus kekuasaan mereka, jika dibiarkan mereka yang jahat ini akan menang, akan berkuasa dan ini *semua yang harus dilawan BUZZER-BUZZER NKRI.*

Dan kini *ribuan BUZZER NKRI di berbagai medsos bangga menjadi buzzer,* ikhlas menjadi relawan dan tidak pernah meminta bayaran, malah mereka sendiri yang keluar uang, belum lagi akan diserang dengan alasan UU ITE dan dituduh penistaan agama. 

*PARA BUZZER NKRI tetap setia menyebarkan kebaikan dan melawan kejahatan medsos*, melawan ujaran kebencian, hoax, fitnah, provokasi, adu domba, pemecah belah, tukang jual agama, koruptor, politikus2/partai2busuk, ormas2/orang2 radikal, radikalisme, intoleransi  terorisme dan politik identitas/sara.

*Tidak salah kalau OGO menyebut para BUZZER NKRI itu sebagai PAHLAWAN DUNIA MAYA* dalam *membela bangsa dan negaranya.* (TP)
#OGO  #BuzzerNKRI  #GibranWalikotaSolo
*Kami selalu menyuarakan pikiran Rakyat*

Tuesday, February 16, 2021

[Iyyas Subiakto] KETIKA JK AMNESIA LAGI.



*KETIKA JK AMNESIA LAGI.*
Viral statement JK kala ia bertanya bagaiamana caranya mengkritik tanpa di tangkap polisi. Dia lupa membedakan antara keritikan dan makian, antara keritikan dan bullyan, antara keritikan dan fitnah, atau jangan² diapun sudah lupa membedakan antara Tuhan dan Setan, makanya cenderung selalu kesurupan.

Masih panas di kepala kita saat JK begitu bangganya menyambut imam besarnya sang tukang obat pulang. JK bilang Rizieq pemimpin kharismatik, hadirnya Rizieq yg dielu²kan saat pulang karena ada kekosongan kepemimpinan nasional, apa itu keritik, itu fitnah boss. Wong jelas presiden masih di istana, dan baru saja JK keluar dari istana utk yg kedua kalinya, kok bisa2²nya dia bilang kekosongan pemimpin, mana ada negara boleh kekosongan pemimpin.

Andaipun arti kekosongan itu diartikan bhw Jokowi tak pantas memimpin Indonesia, harusnya mata hatinya terbuka bhw Jokowi terpilih dua kali oleh pemilu, bukan dgn jalan kudeta seperti yg pernah di rencanakan kelompok yg kalah perang.

JK adalah pengusaha, politikus Golkar yg dibesarkan sejak masa orba sehingga DNA nya tak bersih² amat atas budaya nepotisme, mumpungisme, sinisme, pasilitasisme, dan se abrek isme. 

Kembali kepada keritik, kenapa Jokowi bilang mengkeritiklah yg apik jgn asal bunyi, karena keritik yg baik pasti ada bobotnya utk dijadikan korektif. Lha inikan gak pernah diterima selama Jokowi memimpin, yg ada hanya fitnah, cemooh, cibiran pinggir jalan, dari mulai rakyat gak makan aspal sampai ngapain buat jalan di Papua, JK lupa idenya apa selama jadi wapres, atau dia lupa harga BBM di Papua 10x lebih mahal dari Jawa, atau karena sibuk karena waktu itu hanya mikirin jualan semen Bosowa ke Papua.

Kondisi saat ini dgn kemajuan teknologi, jangan asal mangab karena rekam jejak kita sangat mudah di cari, jadi belajarlah menjadi orang yg bijak bukan asal njeplak.

Kita tak perlu sungkan menunjuk hidung bekas pejabat yg akhlaknya korengan. Kita tanya apa beban moral JK terhadap Anis yg merusak Jakarta, apa beban moralnya atas banyaknya pembangunan yg mangkrak jaman SBY dan dia sbg wapres. Jadi tak usah berlagak mengurus Indonesia kalau rekam jejaknya saja pernah merusak Indonesia. 

Sinisme JK kepada Jokowi itu karena dia merasa tak bisa apa², tapi wong memang sejatinya dia gak bisa apa², kalau bisa dia sudah jadi presiden, bukan preseden, 11-12 sama yg cuma bisa nyinden, kalah jauh dari Via Valen.

Jadi mari kita balas keritik JK, tapi jangan bawa 50 pengacara ya. Keritik saya satu saja, JK terlalu banyak bicara yg tak bijak, kedepan sebaiknya gak usah banyak bicara, karena selain bobotnya gak ada, juga gak ada gunanya. Dah itu sajah !

Iyyas Subiakto

Monday, February 15, 2021

[Aoki Vera] Tensi Tinggi ‼ Bongkar Abdul Somad ‼

_*Catat: Video ini tidak ada intrupsi iklan,tdk tersimpan di hp Anda*_
 *Tensi Tinggi ‼* 
*Bongkar Abdul Somad ‼*
*Kami selalu menyuarakan pikiran Rakyat*

[Denny S] Bang Denny Benaran ❓ Bongkar Kaitan DP 500 JT "Netizen Kaget"

*Catat: Video ini tidak ada intrupsi iklan,tdk tersimpan di hp Anda*
*Bang Denny Benaran ❓* 
*Bongkar Kaitan DP 500 JT "Netizen Kaget"*
*Melawan Lupa*
*Kami selalu menyuarakan pikiran Rakyat*

Friday, February 12, 2021

[Ninoy Karundeng] MUNARMAN DAN PEMBIAYAAN TERORISME DARI KARYAWAN BUMN KE FPI DAN HTI


 *MUNARMAN DAN PEMBIAYAAN TERORISME 
DARI KARYAWAN BUMN KE FPI DAN HTI*
*Munarman makin terjepit. Aliran dana FPI dari dalam dan luar negeri membuat ngeri.* Paparan PPATK terkait dana terorisme yang dikumpulkan oleh FPI makin melebar. Tugas Densus 88 dan Polri untuk menelisik ke sektor sumbangan dari karyawan BUMN dan PTN di Indonesia.

*Publik ingat pegawai Krakatau Steel di Cilegon ditangkap Densus 88.*Tiga ditangkap di Banten dan satu ditangkap di Jawa Tengah. Mereka anggota jaringan teroris Jamaah Ansharut Daullah (JAD) Banten dan Jawa Tengah. JAD adalah jaringan I*IS, sama dengan yang menjadi naungan Munarman dan 100 orang yang dibaiat oleh Munarman.

Dari 100-an anggota I*IS dari organisasi teroris FPI tersebut, Polri tengah menelusuri aliran dana dari FPI dan HTI. Keterlibatan Munarman dalam kejahatan terkait kekerasan sudah dimulai ketika dia menjadi mastermind, otak pelaku pembunuhan di Cikeusik.

*Petualangan akar terorisme Munarman dimulai ketika dia jadi Panglima Komando Laskar Islam.* Kerusuhan Cikeusik dan Temanggung dipicu oleh provokasi ormas radikal intoleran Forum Umat Islam pimpinan Munarman. Dia sangat kuat, SBY pun dibuat tidak berkutik pada 2011.

*Munarman menantang, dia ancam akan menggulingkan SBY jika berani dia membubarkan FPI.*SBY bersimpuh di ketiak Munarman, dan SBY membesarkan ormas teroris FPI sejak saat itu. Hadiah diberikan berupa Markaz Syariah pencurian tanah di PTPN VIII Megamendung.

*Munarman memang kuat karena didukung dana besar. Buktinya transfer dana* yang terekam Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dari dalam dan luar negeri makin besar sejak 2011 sampai dengan 2020. Kekuatan yang tak ada banding. Dan, dana itu sedang ditelusuri termasuk ke 100-an teroris I*IS anggota FPI yang dibaiat di Makassar.

*Mau bukti besaran dana teroris FPI? Dana sumbangan dari para karyawan BUMN,* ASN dan luar negeri sungguh mencengangkan. Kekuatan dana ini yang membuat FPI mendapat dukungan para preman untuk bergabung.

*Pun para teroris anggota JAD dan I*IS perlu ormas pelindung sebagai kamuflase kegiatan terorisme* mereka. FPI tempat paling nyaman bagi mereka. Karena menggunakan isu agama sebagai alat untuk menutupi aksi intoleransi, radikalisme, dan terorisme mereka. Dan, di situ ada pentolannya: Munarman!

Bukti kekuatan dana teroris tersebut, Muhammad Rizieq Shihab (MRS) FPI mencanangkan membangun masjid besar berbiaya ratusan miliar di Megamendung, sepulang dari pelarian di Mekah. Lahan yang diserobot milik BUMN PTP VIII yang terpapar kadrun, radikalisme, terorisme, karena kongkalikong dengan FPI. Maka, sampai kini Erick Thohir dan PTPN VIII tidak mampu menarik kembali lahan yang diserobot FPI. 

Bahwa BUMN terindikasi radikal itu nyata. Pengajian dan khotbah Jum’at yang diisi oleh kaum radikal telah membuahkan hasil. Proses cuci otak telah dilewati selama puluhan tahun. Radikal. Khilafah. Jadi teroris.

*Kekuatan kaum radikal di BUMN tak terbayangkan*. Pilpres 2019 menggambarkan betapa BUMN dan ASN tidak mendukung pemerintah. BUMN dan ASN telah dijadikan surga untuk pengembangan ideologi yang melawan Pancasila.

*Tak kurang dari 70% mereka terindikasi terpapar radikalisme*. Hal ini bisa dengan mudah dilihat ketika BUMN mengundang Bakhtiar Nasir, Felix Siauw, Tengku Zul, Somad, dan para pembicara lain yang narasi ajarannya provokatif.

*Kini ketika PPATK menelusuri rekening teroris FPI, semuanya semakin tampak.* Banyak pihak lari tunggang-langgang meninggalkan FPI. Mereka menyelamatkan diri. Maka sejak MRS dicokok, KAMI, Fadli Zon, Cikeas mengalihkan isu kudeta Demokrat, Din Syamsuddin, Hidayat Nuw Wahid tiarap. 

*Chaplin dan bahkan Anies Baswedan pendukung FPI pun tiarap.* Mereka paham bukti keterlibatan Munarman dalam I*IS tidak terbantahkan. Termasuk pengakuan dari 100 anggota I*IS dan FPI di Makassar yang dibaiat di depan Munarman.

Bukti transfer dana FPI untuk gerakan terorisme semakin kuat. Sumber dana dari para ASN dan pegawai BUMN yang mengalir ke FPI sungguh sangat menyesakkan Indonesia. Namun, seluruh bukti foto, video MRS mengajak mendukung I*IS itu akan menyeret Munarman sebagai pentolan FPI dan I*IS di Indonesia. Munarman ditangkap hanya soal waktu. 
(Penulis: Ninoy Karundeng).

Thursday, February 11, 2021

[Ninoy Karundeng] JOKOWI TAHU KEKUATAN MUNARMAN FPI-I*IS YANG TAK DIKETAHUI PUBLIK


*JOKOWI TAHU KEKUATAN MUNARMAN FPI-I*IS YANG TAK DIKETAHUI PUBLIK*
*Jokowi sejak lama telah memetakan kekuatan FPI, pasca pembubaran HTI.*

*Kekuatan FPI sejatinya bukan pada pion tukang obat Muhammad Rizieq Shihab (MRS)* yang juga pendukung I*IS tetapi ada pada Munarman, selain Sobri Lubis.

*Bagi Jokowi, untuk menghancurkan FPI, setelah HTI harus dilakukan structural changes* di dalam tubuh organisasi penegak hukum: pemotongan generasi, setelah sukses masa Tito Karnavian. Kini ada pada Listyo Sigit Prabowo. Dan, dukungan masyarakat yang dipimpin Nikita Mirzani. Momentum yang disebut Now or never untuk menghancurkan FPI.

*Bahkan MRS dengan bukti aliran dana PPATK, dengan penggalangan dana dari luar negeri*, untuk mendukung kegiatan kampanye penghancuran Indonesia, pendongkelan pemerintahan sah Jokowi-Ma’ruf. MRS dapat dipastikan akan menikmati dinginnya dinding penjara lebih lama.

*Proxy pendukung lainnya ada pada pentolan MUI seperti Tengku Zulkarnaen dan gerakan 212* dan HTI yang meski berbeda platform ideologi berbeda, namun bersatu melawan pemerintah. Ujungnya adalah men Suriah kan Indonesia. MUI selalu berada pada posisi mencari arah angin, termasuk ketika menjungkalkan Ahok.

*Sampai saat ini Jokowi paham betul Munarman tetap tidak bisa ditangkap.*

*Pasalnya adalah Munarman bukan hanya pentolan organisasi teroris FPI, dia adalah anggota proxy* tertinggi I*IS di Indonesia yang terkait dengan organisasi teroris seperti JAD dan organisasi teroris Majelis Mujahidin Indonesia Timur. Kekuatan Munarman ini berakar lama. Sejak 2008.

*Sepak terjang paling kentara dimulai ketika Munarman jadi Panglima Komando Laskar Islam.*

*Kerusuhan Cikeusik dan pentolan ormas radikal intoleran Forum Umat Islam ada dalam komando* Munarman. Saking kuatnya Munarman, bahkan SBY pun dibuat tidak berkutik.

*Munarman mengancam akan menggulingkan SBY jika berani membubarkan FPI.* SBY mencium kaki Munarman dan semakin membesarkan ormas teroris FPI sejak saat itu.

*Buktinya adalah transfer dana yang terekam Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)* dalam dan luar negeri makin besar sejak 2011 sampai dengan 2020. Kekuatan yang tak ada banding.

*Bahkan begitu Muhammad Rizieq Shihab (MRS) mendarat di Jakarta, FPI mencanangkan* membangun masjid besar bernilai miliaran di Megamendung. Lahan yang diserobot kongkalikong dengan BUMN PTP VIII yang terpapar kadrun. Sampai kini PTPN VIII tidak mampu menarik kembali lahan yang diserobot. 

*Kenapa PTPN VIII dan Erick Thohir tidak berkutik?* Karena kekuatan besar di balik organisasi teroris FPI dengan pentolan Munarman yang mengakar ke mana-mana – termasuk BUMN yang dikuasai oleh kaum kadrun, khilafah dan teroris seperti di Krakatau Steel.

*Munarman adalah otak bisnis, terorisme, radikalisme dalam tubuh FPI, bersama Sobri Lubis* dan Haikal Hassan.

*Kini keterlibatannya makin kentara dalam tubuh ISIS. Afiliasi FPI dengan I'IS* juga terang benderang lewat pidato pentolan teroris FPI Muhammad Rizieq Shihab.

*Munarman sampai dia  tidak akan mampu diketahui keberadaannya.*

*Tidak seorang pun di Indonesia yang bisa mendeteksi keberadaannya.*

*Dia bisa jadi menggunakan berbagai lapisan alat komunikasi yang hanya dimiliki oleh pakar IT* berbasis big data. Seperti halnya Hanif Alatas yang terlibat dalam Cyber Terrorism.

*Selain memiliki dana besar, Munarman juga menguasai media besar Indonesia.* Juga dukungan kuat Cikeas, Cendana, Chaplin dan para koruptor dan proxy-nya yang ingin menghancurkan Indonesia.

*Gelimang uang FPI ini membuat Munarman dan FPI sulit dibabat, Sampai Jokowi menemukan* momentum yang dijalankan dengan sangat baik oleh TNI/Polri dan media sosial yang luar biasa.

*Jokowi tetap memahami kesulitan menghancurkan proxy pentolan I*IS-FPI: Munarman.*
(Penulis: Ninoy Karundeng).

Sunday, February 7, 2021

[Denny Siregar] Sandi...Biarkan Bali Tetap Bali.Jangan Diarabisasi

Art 1
SANDI, BIARKAN BALI TETAP BALI. JANGAN DIARABISASI...

Mas Sandi, pernah tinggal di Bali ?
Saya pernah. Dua tahun saya di sana. Tinggal di Sesetan, Denpasar sebagai pekerja. Sekali-sekali tinggallah di sana, barang setahun saja. Rasakan aura Bali. Nafasnya, budayanya, adatnya dan keramahan masyarakatnya. Jangan cuman mampir berlibur sehari dua dan tinggal di hotel mewah saja.

Dan mas Sandi akan merasakan ketenangan, kenyamanan dan terutama kekentalan nilai-nilai luhur Indonesia yang terakit dalam adat dan budaya.

Bali bukan sekedar pariwisata, mas Sandi. Bali lebih sebagai penjaga budaya negeri ini, yang di banyak tempat sudah hilang tergerus modernisasi dan arabisasi. Mengagumkan. Membangun rasa cinta dan selalu menawarkan rasa rindu untuk kembali kesana.

Entah sudah berapa kali saya mendengar wacana Bali mau disyariahkan, dihalalkan dan entah apa lagi namanya yang ujungnya selalu membawa agama. Dulu tahun 2015, wacana yang sama muncul dari Muliaman Hadad, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah. Sekarang, dirimu Sandiaga Uno, yang kembali ingin menghalalkan Bali.

Alasan kalian berdua sama. Karena wisata halal berpotensi meraup ribuan triliun rupiah dari tamu di Timur Tengah 

Saya sendiri tidak paham. Apakah definisi "halal" kalian sama dengan definisi "halal"nya masyarakat Bali ? Halal menurut kalian, belum tentu halal buat orang Bali. Kalian berpandangan poligami halal tapi belum tentu begitu dengan Bali. Bali menganggap makan babi halal, dan kalian pun berpandangan terbalik dengan apa yang diyakini masyarakat Bali.

Jadi halal yang mana maksudnya ? 

Halal dengan konsep syariah, di mana hotel-hotelnya harus ditempeli edaran "harus punya surat nikah" ? Atau ketika orang-orang dengan cadar hitam seluruh badan lalu-lalang sibuk menghakimi turis yang setengah telanjang ? Atau restoran dan kafe penuh dengan tulisan Arab yang mengganggu pemandangan ? Lalu ke depan sibuk mengharam-haramkankan perayaan adat di-sana ?

Bali adalah Bali. Dengan segala kelebihan dan kekurangan, merekalah wajah Indonesia di luar negeri. Dari Bali, para wisatawan mengenal Indonesia lebih banyak lagi. Dan ketika Bali sudah berjasa kepada negeri ini, kalian ingin merusaknya hanya karena "Bali tidak halal" menurut pandangan kalian yang sempit itu.

Jangan pernah merusak negeri dengan konsep "syariah", "halal" atau apapun yang menyinggung masyarakat Bali. Bali sudah sangat terbuka kepada para pendatang untuk bekerja mencari makan, tanpa memandang dari suku apa kalian, ras apa kalian bahkan apa pun agamamu di sini.

Lihatlah, berapa banyak restoran Padang di Bali ? Apakah itu bukan restoran halal ? Hitung berapa banyak restoran Jawa dan Surabaya di Bali ? Bisakah engkau bilang mereka menjual makanan yang tidak halal ? Lalu, halal yang bagaimana lagi yang harus disepakati masyarakat Bali yang selama ini hidup tenteram, aman dan loh jinawi ?

Singkirkan pikiran kalian untuk selalu ingin mensyariahkan Bali.

Kenapa kalian tidak kembangkan saja wisata halal atau syariah di Aceh sana, yang jelas-jelas menganut hukum syariat ? Kenapa mesti Bali ? Apa kurangnya tempat wisata di negeri ini selain Bali ? Fokus ke yang belum terjamah, jangan rusak Bali yang sudah mendunia.

Sudah cukup dengan konsep arabisasi di negeri ini. Jangan rusak Bali. Karena ketika kalian ingin memaksakan apa yang ada di pikiran kalian, saya yakin rakyat Bali akan bangkit berdiri menentang. 

Jangankan kalian, mas Sandi. Bahkan Eropa, Amerika, Jepang dan banyak turis luar negeri yang datang membawa konsep modernisasi tidak akan pernah mampu menghabisi sisi tradisional Bali. Karena itulah harta mereka. Kekayaan terbesar mereka. Hidup mereka.

Apakah masyarakat Bali perduli dengan potensi pendapatan ribuan triliunan rupiah dari turis Timur Tengah ? Tidak penting. Kekayaan itu bukan hanya materi, karena bagi Bali, jiwa yang merdeka adalah kekayaan yang sejati. Jangan dipasung dengan label-label untuk jualan diri. Bali bukan pelacur, jangan pernah kalian perkosa sampai hancur.

Untuk saudara-saudaraku di sana, sahabat-sahabatku, Gek dan Bli, yang sudah memperlakukan diriku dengan sangat baik dan terbuka, pertahankan diri kalian dari ancaman ideologi seperti ini. Aku rindu kalian untuk tetap seperti ini. 

Bali harus tetap Bali. Tempat yang nyaman untuk menikmati secangkir kopi...

Seruput dulu, Baliku. 

Titip salam dan cintaku... ☕☕

Denny Siregar
Mari kita pertahankan Bali dari orang2 yg tak bertanggungjawab, dimana selama ini Bali telah banyak menghidupi mereka2 ini dari hasil adat budaya dan pariwisatanya ...rahayu rahayu rahayu.
πŸ™πŸΎπŸ™πŸΎπŸ™πŸΎ
=============================

Art 2

ASIQ DALAM BERNEGARA: ANTARA ABU BAKAR BA’ASYIR DAN FELIX SIAUW

Oleh Ayik Heriansyah
https://www.harakatuna.com/fasiq-dalam-bernegara-antara-abu-bakar-baasyir-dan-felix-siauw.html

Dua figur ini dikenal sebagai pejuang khilafah yang tangguh dari generasi yang berbeda. Ust. Abu Bakar Ba’asyir (ABB) dari masa kolonial. Sedangkan Felix Siauw (FS) dari generasi milineal. Ust. ABB keturunan Arab. Sejak lahir sudah Islam. Adapun FS keturunan Cina yang baru masuk Islam pada usia 18 tahun. Ust. ABB ikon gerakan wahabi jihadi. Sedangkan FS ikon dari gerakan tahriri-siyasi. 

Karena kegigihan keduanya memperjuangkan khilafah di wilayah NKRI, Ust. ABB dan FS itu, WNI bukan? Pertanyaan ini perlu diajukan lagi, setelah Ust. ABB tetap menolak menandatangani pernyataan setia kepada NKRI dan Pancasila sebagai syarat bebas dari penjara. Rencananya besok Ust.ABB keluar dari penjara. Karena faktor kemanusiaan, mengingat usianya sudah 82 tahun, Ust. ABB bebas murni setelah divonis 15 tahun penjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan terlibat pendanaan terorisme. 

Kasus yang sama juga terjadi pada FS saat akan mengisi pengajian di Masjid Manarul Islam, Bangil, Pasuruan (2017). FS menolak menandatanganani tiga poin yang diajukan oleh Banser Pasuruan sebagai syarat.  Pernyataan tersebut: Pertama, Mau mengakui Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedua, tidak mendakwahkan konsep khilafah dalam pengajian tersebut. Ketiga, bersedia meninggalkan HTI yang telah dibubarkan pemerintah. 

Ada kesalahan memahami Islam di balik sikap penolakan Ust. ABB dan FS terhadap NKRI dan Pancasila. Tampak dari alibi yang kemukakan. Keduanya hanya mengakui Islam. Bumi ini milik Allah. Harus diatur dengan syari’at dan hukum Allah. Mengakui NKRI dan Pancasila dianggap menyalahi aqidah dan syariat Islam. Bisa membatalkan keislaman (murtad). Dan akan mati dalam keadaan kafir.

Pejuang-pejuang khilafah yang berpikiran seperti Ust. ABB dan FS, mereka tidak bisa membedakan antara hakikat dengan syariat. Bahwa bumi milik Allah, bahwa wewenang membuat hukum adalah hak Allah, bahwa hanya hukum Allah yang harus tegak, dan lain sebagainya, merupakan hakikat-hakikat dalam ajaran Islam. Tidak ada yang menolak hakikat-hakikat tersebut. Pancasila pada sila pertama juga mengakuinya.  

Hakikat-hakikat dalam ajaran Islam diwujudkan dan dikongkritkan di dalam syari’at-syari’at. Yang masih syari’at, di-fiqih-kan. Yang masih abstrak dikongkritkan. Yang masih umum, dikhususkan. Yang masih mutlak, dibatasi. Yang masih general, didetailkan. Yang masih tekstual, dikontekstualkan melalui ijtihad berdasarkan dalil, kaidah, dan maqashid syariat yang dilakukan oleh ulama yang berkompeten di bidangnya. 

Kesalahan pejuang-pejuang khilafah yang berpikiran seperti Ust. ABB dan FS, mereka memandang empat pilar bangsa dan negara Indonesia: NKRI, Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika dengan kacamata hakikat. Padahal keempat pilar tersebut produk dari syari’at yang dihasilkan melalui proses ijtihad syar’i oleh para ulama yang dikenal jujur, ikhlas dan tulus. Keempat pilar tersebut dirumuskan justru dalam rangka merealisasi hakikat-hakikat dari ajaran Islam. 

Sebagaimana kata Imam Malik, hakikat tanpa syariat adalah fasiq. Adapun syariat tanpa hakikat adalah zindiq. Saidi Syekh Muhammad Hasyim Al-Khalidi guru Mursyid dari Ayahanda Prof. Dr. Saidi Syekh Kadirun Yahya MA. M.Sc mengibaratkan syariat laksana baju sedangkan hakikat ibarat badan. Fasiq dalam bernegara yaitu menginginkan tegaknya hukum-hukum Allah swt tapi menolak syariat Islam dalam bentuk konsensus dan konstitusi negara. Fasiq dalam bernegara pertama kali dilakukan oleh kaum khawarij dengan jargon la hukmu illa lillah.

Pejuang-pejuang khilafah yang berpikiran seperti Ust. ABB dan FS ingin menegakkan hukum-hukum Allah swt tapi tidak mengakui, menerima dan taat kepada pemerintah NKRI, Pancasila, UUD 45 dan Bhinne Tunggal Ika, adalah orang-orang yang ber-hakikat tanpa syariat. Mereka “berbadan tapi telanjang.” Selain fasiq dalam bernegara, perjuangan mereka juga palsu, penuh tipu-tipu dibaluti hawa nafsu. Mereka membawa kerusakan di tengah masyarakat dan mengancam eksistensi bangsa dan negara.

Muslim sejati adalah yang mengintegrasikan hakikat dan syariat pada dirinya. Mengamalkan hakikat di dalam batinnya, dan mengamalkan syariat dengan jasad lahiriyahnya. “Hakikat tanpa syariat adalah kepalsuan, sedang syariat tanpa hakikat adalah sia-sia.” Imam Malik berkata, Barangsiapa menghimpun keduanya [syariat dan hakikat], ia itulah jalan yang benar.”

[Ninoi K] Mengamati Bramacorah Rizieq Shihab Lewat Media Pendukung dan Penentangnya

 

Mengamati Bramacorah Rizieq Shihab Lewat Media Pendukung dan Penentangnya

Ada hal yang menarik ketika menonton kehancuran bramacorah Muhammad Rizieq Shihab (MRS) lewat media massa. Dari press conference Polda Metro Jaya dan Mabes Polri jelas tidak pernah menggunakan kata habib. Namun kenapa Detik selalu menyematkan kata habib meski mendengarkan konferensi pers yang sama?

Dalam psikologi kata, kecenderungan pikiran wartawan dan idelogi media massa bisa dikenali. Dalam kasus MRS, pembedanya cuma satu kata: habib.

Di media sosial FB, Instagram, Twitter pun kecenderungan ini sama, malah lebih tampak. Orang yang menggunakan kata habib pasti pendukung MRS. Orang yang hanya menyebut Rizieq pasti penentang MRS.

Jelas dan faktual karena media sosial tidak memiliki aturan ideologis yang dikendalikan oleh pemiliknya. Medsos sangat berbeda dengan media massa online resmi, yang di belakangnya ada kepentingan politik.

Berita tentang bekas pentolan organisasi teroris FPI yang sudah menjadi ormas terlarang seperti PKI dan HTI, sungguh menarik. Bisa dilihat benang merah kecenderungan media massa mendukung atau menentang dengan pilihan kata ketika menyebut MRS, dengan kata kunci habib. MRS atau HRS), Rizieq atau Habib Rizieq.

Sangat mudah menentukan, dengan cara simplifikasi tentu, Detikdotcom miliki SBY pasti akan menyebut Habib Rizieq. Republika, Harian Terbit, TV One, PKS Piyungan, Suara Merdeka, Pikiran Rakyat, Kedaulatan Rakyat, Fajar, Pos Kota, Panjimas, Jawa Pos pasti menggunakan kata habib. Termasuk dalam kelompok ini adalah Kumparan. Media ini pendukung Rizieq Shihab.

CNN Indonesia? Meskipun milik SBY juga namun untuk memberi pembeda menggunakan kata Rizieq tanpa habib. Untuk menunjukkan perbedaan dengan Detik tentu. Biar kelihatan bau Amerika, padahal milik SBY.

Media penentang MRS dengan senang hati menghilangkan kata habib. MetroTV, Kompas, Suara Pembaruan, Tribun, Manado Pos, Bali Pos tentu alergi menggunakan kata Habib. 

Kenapa ada dua perbedaan dalam penyebutan MRS atau HRS? MRS adalah simbol gerakan, meskipun dia seorang bramacorah. Karena penggunaan kata habib disalahgunakan oleh MRS untuk kejahatan, premanisme, penyerobotan tanah, bahkan terorisme. Tak layak gelar terhormat habib disematkan ke bramacorah cabul MRS.

Publik sering tak paham. Bahwa media massa, televisi, media online dan off line, memiliki kecenderungan mendukung atau menentang pemerintah. Untuk memahaminya sebenarnya sangat mudah. Bahkan kecenderungan politik suatu media massa, ideologinya, pemiliknya, akan terlihat nyata. Tidak bisa bersembunyi.

Salah satu contoh adalah media televisi Aljazeera, media ini memiliki kecenderungan mendukung terorisme yakni Ikhwanul Muslimin, dan terorisme lainnya. Untuk itu wartawan Aljazeera Mahmood Hussein pun dipenjara sampai sekarang karena terlibat terorisme di Mesir.

Pilihan kata-kata yang digunakan oleh Al Jazeera jelas menunjukkan Mahmood Hussein bukan sekedar wartawan, namun ahli propaganda yang menyamar sebagai wartawan, bahkan setelah diselidiki oleh Intelijen Mesir, dia terlibat dalam terorisme dan anggota Ihwanul Muslimin.

Karena media adalah peracik kata-kata, maka lewat kata-kata pula media akan terlihat kecenderungan keberpihakannya. Bahkan kecenderungan politik, ideologi, pemiliknya, akan terlihat.

Media massa online dan bukan online memiliki pendana dan pemilik. Wartawan adalah ibarat kuda, redaksi adalah pencari rumput, pemilik adalah kusir. Ke mana pun arah kuda, tergantung kusir, namun dalam menjalankan kuda, pencari rumput ujung tombak harian.

Kuda tidak memiliki hak apa pun. Namanya juga kuda. Maka yang terjadi adalah apapun yang diinginkan oleh pencari rumput (redaksi) dan kusir (pemilik) harus dilaksanakan. Tidak ada ruang untuk berdebat.

Oleh sebab itu, rilis media yang waras, termasuk Kepolisian tidak menggunakan kata Habib Rizieq, HRS. Kata MRS dan Muhammad Rizieq Shihab (MRS) yang dipilih.

Tujuannya agar tidak ada glorifikasi salah terkait kata habib yang terhormat, jangan sampai disalahgunakan dan disematkan ke bramacorah penjahat pentolan organisasi yang 37 anggotanya adalah para teroris.

Maka dengan meng-klik sebuah media online, jika menemukan kata HRS atau Habib Rizieq dipastikan wartawan atau media tersebut pendukung si cabul Rizieq Shihab. Begitu sebaliknya, jika yang ditemukan cuma MRS, atau Rizieq, media tersebut penentang bramacorah Rizieq Shihab. Mari kita jaga marwah Habib dengan tidak menyematkan Habib di depan MRS alias Rizieq Shihab. (Penulis: Ninoy Karundeng)

==========================

MUNARMAN FPI MEMBANGKANG POLRI AKAN SERET MENANTU RIZIEQ SHIHAB OTAK CYBER TERRORISM

Biar sudah jadi tersangka Munarman FPI tetap membangkang. Giliran Hanif Alatas menantu Muhammad Rizieq Shihab (MRS) akan diseret Polisi. Tinggal menunggu waktu.  Hanif Alatas terkait cyber terrorism.

Hanif Alatas di balik Group Telegram AnginGunung dan People Power313. Sumber dan produsen hoaks, fitnah, provokasi, ajakan demo, perpecahan bangsa, jihad sesat ala FPI.

Negara tidak boleh kalah oleh political deal. Oleh pengkhianat bangsa MRS. MRS membuat hoaks: seolah ada dokumen perjanjian antara FPI dengan Badan Intelijen. Untuk bargaining position.  Tidak pernah ada deal dan dokumen antara Intelijen dengan teroris FPI. Bualan MRS tukang obat mabuk agama.

Polda Metro dan Mabes Polri harus tegas. Hanif Alatas harus dicokok. Bukan hanya soal kerumuman. Namun soal cyber terrorism yang sangat berbahaya. Hanif Alatas adalah pembangkang sama dengan Munarman. 

Hanif otak FPI bersama dengan Munarman. Sejak 2017, 2018 dia menjadi aktor kerusuhan. Hanif Alatas mengajak demo reuni 212, meski Jakarta dalam PSBB. Hanif bersama Rizal Kobar aktor demo gagal total 1812.

Bersama Munarman dan Sobri Lubis, Hanif Alatas mengatur strategi pergerakan ormas FPI. Dia giring menjadi lebih dekat dengan gerakan radikal dan terorisme. Strategi pendanaan FPI dia kelola. Hadiahnya anak provokator cabul MRS.

Hanif Alatas dan Bahar Smith juga dengan kedok agama merusak keharmonisan Manado. Untungnya, warga Manado mengusir mereka di Bandara Sam Ratulangi. Hanif Alatas bukan sembarangan. Dia aktor FPI bersama Munarman dan Sobri Lubis.

MRS sebenarnya budak kacung Munarman. Tapi soal duit dari Cikeas, Cendana, dan Chaplin, Munarman dan MRS berbagi proporsional. Mewah bersama. Berkedok agama. Islam sebagai alat bisnis. Bisnis FPI provokasi mengumpulkan massa, dengan cara menjual program radikalisme, terorisme, pembangkangan hukum dan demo.

Itulah sebabnya Munarman tetap melestarikan nama: FPI. Nama FPI dipakai Munarman untuk membangun imajinasi kisah sukses bisnis kebohongan. Hanif Alatas juga setuju.

Hanif Alatas sebagai Ring 1 MRS mengelola dana besar untuk menghancurkan NKRI. Bersama Cendana, Chaplin, dan Cikeas. Plus sumbangan dari ratusan ribu kotak amal di minimarket, kerjasama teroris dengan cukong. Kotak amal di minimarket dikuasai selain oleh teroris MMI, ACT, JAT, juga PKS dan gerakan Ikhawanul Muslimin (IM).

Untuk itu, Polri harus bertindak tegas. Menyeret mastermind: Muhammad Hanif Alatas. Menantu MRS selain dua anak MRS: Zahra dan Zulfa. Sebelum semuanya terlambat dan kabur ke luar negeri. Kini Wahyu Budi Laksono bercokol di Syria dengan @Opposite6891-nya.

Merasa di atas angin, kuat tanpa batas dia menamai diri: Poros Mekkah. Poros Petamburan. Yang terlibat dalam akun itu Zahra Shihab, Zulfa Shihab. Sesuai bukti, keluarga otak cabul MRS, anak-anak dan menantu, terlibat dalam gerakan Cyber Terrorism.

Cyber terrorism digunakan untuk membangun opini. FPI terus menyebarkan berita bohong. Lewat intenet. Kebencian terhadap Jokowi, TNI, Polri, mengadu domba umat. Terakhir terungkap Jerman terlibat teroris FPI di Indonesia.

Kasus Hanif Alatas pelanggaran PSBB yang dilakukan menantu MRS harus diusut. Karena Sobri Lubis dan kawan-kawan sudah menjadi tersangka kasus kerumuman.

Munculnya Hanif Alatas ke permukaan sebenarnya menjadi pesaing Munarman dalam mengendalikan FPI. Karena baik Munarman maupun Hanif Alatas, termasuk begundal anak-anak MRS adalah para provokator. Dalam video beredar anak cewek MRS juga provokator dan kebencian. Persis seperti MRS membual mengadu-domba, memanipulasi informasi.

Hanif Alatas harus ditangkap. Bukan soal kerumuman saja. Kasus terorisme siber alias Cyber Terrorism. Terorisme siber yang dilakukan Hanif Alatas sangat membahayakan negara. Karena setiap hari dia aktif menyebarkan berita bohong.

Dengan segala kecerdasan di bidang siber, Hanif Alatas mengendalikan konten, lalu memanfaatkan proxy cyber, dan menaikkan materi ujaran kebencian, provokasi, kebohongan, untuk melawan negara. Perbuatan Hanif Alatas dengan FPI yang memang teroris mengarahkan Hanif Alatas sebagai teroris siber. 

Polisi yang sudah memiliki bukti terkait akun group telegram AnginGunung dan Peoplepower13. Juga BIN, BAIS, harus bertindak untuk secara komprehensif menghancurkan terorisme. Maka segera menangkap Hanif Alatas. Ini harapan Jokowi. Juga harapan NKRI yang aman dan damai. Tanpa FPI. (Penulis: Ninoy Karundeng).

Saturday, February 6, 2021

[Denny Siregar] HTI Sekarang Sama Dengan PKI, Masyarakat Benar-Benar Harus Waspada, Selidiki Sekitar Anda Tinggal

*Catat: Video ini tidak ada intrupsi iklan,tdk tersimpan di hp Anda*
*HTI Sekarang Sama Dengan PKI,* 
*Masyarakat Benar-Benar Harus Waspada,* 
*Selidiki Sekitar Anda Ttg Paham Ini.*
*Kami selalu menyuarakan pikiran Rakyat*

Friday, February 5, 2021

[Ninoy N Karundeng] MUNARMAN BAIAT ANGGOTA ISIS KADO LISTYO SIGIT PRABOWO UNTUK JOKOWI

 

*MUNARMAN BAIAT ANGGOTA ISIS* 
*KADO LISTYO SIGIT PRABOWO* 
*UNTUK JOKOWI*
*Mantap. Inilah kado awal Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk Presiden Jokowi*. Munarman melakukan baiat terhadap para anggota ISIS. Kapolri tentu akan bertindak tegas untuk menangkap keterlibatan Munarman dalam aksi terorisme. Ini sesuai dengan perintah Presiden Jokowi untuk tegas melawan aksi premanisme, intoleransi, radikalisme, dan terorisme yang mengancam eksistensi NKRI.

*Organisasi teroris ISIS adalah bagian dari Munarman. Pengakuan anggota ISIS dan FPI* yang dibaiat oleh Munarman tidak mengejutkan. Sepak terjang cerdas Munarman dalam gerakan radikal, intoleransi, dan terorisme dengan FPI sebagai kendaraannya nyaris sempurna.

*Dengan kedok membela Islam, publik awam digiring untuk membenci pemerintah*, bahkan terhadap SBY yang membesarkan FPI pun sebagai organisasi teroris FPI berani bersikap menantang. Apalagi terhadap Jokowi yang memang anti radikalisme, terorisme, dan bahkan membubarkan ormas teroris khilafah HTI.

*Dikotomi antara Islam radikal yang diajarkan Munarman dan Muhammad Rizieq Shihab (MRS)* dengan Islam Nusantara diperbesar. Nilai-nilai budaya tradisional diejek, dilecehken, dibenamkan oleh FPI. Betapa budaya Sunda yang adiluhung seperti ucapan salam Sampurasun pun hendak diganti oleh FPI dengan hanya salam ala kadrun. Pancasila pun tak luput dilecehkan oleh MRS.

*Senjata membangun kebencian terhadap budaya Nusantara adalah melabeli kegiatan budaya* dengan menyebut sebagai syirik, musyrik, kafir, dan bukan Arab. FPI, Munarman dan teroris mengunggulkan budaya Arab yang jahiliah sebagai budaya superior.

*Publik digiring untuk merendahkan budaya sendiri.* Bahkan pakaian Arab mirip karung goni hitam dianggap syar’i. Paling benar. Juga daster Arabia para lelaki dianggap identitas superior menggantikan budaya sarung santri. MRS dan Munarman membangun identifikasi teroris dan non-teroris dari pakaian yang dikenakan. Haram dan halal.

*Sejak awal, gelagat liat aksi radikalisme Munarman menyadarkan eksistensinya* di gerakan terorisme. Saya melihat Munarman lebih dalam. Munarman adalah otak bisnis, terorisme, radikalisme dalam tubuh FPI, bersama Sobri Lubis dan Haikal Hassan. Kini keterlibatan Munarman makin kentara. Salah satu dari 19 teroris FPI yang ditangkap dibaiat oleh Munarman.

*Munarman dengan kekejamannya telah terlibat melakukan pembunuhan terhadap anggota* *Ahmadiyah* di Cikeusik, Pandeglang Banten. Kerusuhan Cikeusik berupa pembakaran rumah, mobil motor dan pembantaian jemaat Ahmadiyah adalah pola aksi teroris. Munarman adalah Panglima Komando Laskar Islam pada saat kerusuhan Cikeusik dan pentolan ormas radikal intoleran Forum Umat Islam.

*Betapa sebagai otak gerakan penyerangan di Cikeusik,* FPI pada saat itu telah mampu mengatur pergerakan massa yang sangat rapi. Para anggota FPI datang menggunakan bis. FPI melakukan operasi untuk mengepung para jemaat Ahmadiyah. Di setiap gang ada anggota FPI. Dengan titik rumah milik Suparman.

Tampak sekali aksi serangan menerapkan teori dan strategi militer yang sangat canggih dan terlatih. Hanya dengan pelatihan serangan ala Cikeusik bisa seperti itu. Penempatan anggota FPI dalam radius 1-10 km, secara berlapis juga merupakan benteng untuk membendung aparat keamanan. Di situlah sepak terjang aksi terorisme Munarman yang terendus, kini terbukti terkait dengan ISIS.

*Dalam serangan ke Cikeuseik, pola kerusuhan dengan menyulut sentiman sesat,* syirik, musyrik diteriakkan dengan takbir sebagai senjata mengompori massa. Tak pelak rumah-rumah dibakar, motor, mobil tak luput dari serangan. Puluhan orang terluka. Tiga orang anggota Ahmadiyah tewas dibantai oleh para anggota teroris FPI.

*Kejahatan kemanusiaan pembantaian oleh FPI terhadap jemaat Ahmadiyah pada 2011* ini tidak tersentuh oleh hukum. Bahkan Munarman menantang akan menjatuhkan SBY jika berani membubarkan FPI. Tentu SBY yang penakut ciut, bertekut lutut dan mencium kaki Munarman.

*Keberadaan FPI semakin berkibar, tiga tahun setelah pembantaian Cikeusik,* aksi terorisme FPI makin berkembang. Laskar khusus FPI diberi pelatihan ala militer. Senjata apapun dimiliki oleh FPI seperti pengakuan Rizieq Shihab. Sangat kuat. Bahkan FPI pun bisa menyusup ke militer dengan mendapatkan pelatihan di Banten. Semuanya karena peran Munarman.

*Pada 2014, FPI dan GARIS mendukung ISIS. FPI sebagai gerakan klandestin terorisme*, berkedok sebagai ormas pembela Islam. Para koruptor, Cikeas, Cendana, Chaplin sejak dulu, dan politikus seperti pentolan PKS Hidayat Nur Wahid yang berpaham Wahabi dan Ikhwanul Muslimin, juga Din Syamsuddin, membela teroris FPI. Juga tentu politikus apkiran seperti Amien Rais, Busyro Muqaddas, dan gerombolan 212 mendukung FPI.

*Dengan lantang MRS dan FPI mendukung ISIS.* Munarman melakukan baiat kepada para anggota ISIS. Artinya Munarman sebagai pentolan ISIS di Indonesia jelas terlibat dalam terorisme. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo harus mengusut tuntas keterlibatan Munarman dalam pembunuhan di Cikeusik, dan keterlibatan Munarman sebagai pimpinan ISIS di Indonesia.

*Ini sejalan dengan harapan Presiden Jokowi yang memberangus HTI, FPI, FUI* yang senyatanya terlibat kerusuhan di Cikeusik dan Temanggung beberapa tahun lalu. Dan, Munarman adalah target karena jelas terlibat dalam pembaiatan anggota ISIS yang tertangkap, yang juga anggota FPI. Klop. Tidak ada ruang lagi bagi Munarman dan FPI sebagai bagian dari gerakan teroris. (Penulis: Ninoy Karundeng).
WAKILRAKYAT.IniOK.com

Thursday, February 4, 2021

Janganlah Lupkan "NASIB" Orang Yang Terus Berjuang Dengan Berani Membela Rakyat.


*NASIB*
*Pontang Panting Permadi Arya, Denny Siregar, Bang Ade Armando, Aoki Vera, Rudi S Kamri,* Aku dan kawan2 bertahun-tahun melawan Radikalisme, Intoleransi, Bullying, Rasisme, Hoax, Penghinaan terhadap Kepala Negara, Pemerintah, Pancasila, NKRI, NU, Kiayi-Kiayi NU, Banser, Umat Minoritas, dll oleh mereka yg tempo hari begitu kuat : FPeI, Kadrunista, Kampreter, dan Makhluk-makhluk ga puguh karu, kami jarang mendapatkan dukungan dan pembelaan, bahkan Medsos berkali-kali di serang hingga out. 

*Sering mati-matian perang sendiri, demi NU, Kiayi, Pancasila, NKRI*. Sementara mereka tak seberani kami2 berperang di alam Ghoib. Perih, letih, membara di rasain sendiri, bahkan kawan-kawan aja takut hanya sekedar kasih tanda Jempol karna kuat dan hebatnya Lawan. Siapa sih yg ga takut dg FPeI saat itu, sekelas jajarannya Pak Jokowi aja banyak yg takut, sehingga bermain di dua kepribadian, apalagi hanya kelasnya cebong-cebongan. 

*Andai Tuhan ga memunculkan Nyai Nikita Mirzani, aku yakin belum membukakan mata kita*semua, betapa sesungguhnya mereka itu parasit yg berbahaya namun ternyata lemah. Ga akan muncul Pangdam Sekelas Mayjen Dudung, Kapolda Metro Pak Fadil, dan berani copotin Baleho-baleho yg sudah terlanjur jadi sesembahan. 

*Sekelas Anies, Ridwan Kamil, Nasdem, Demokrat, Golkar, dan partai-partai besar saja ngeri*, pengen menyambut kedatangan Sang Emam, dan ingin segera setor muka, ga berani mengkritik kerumunan massa yg begitu masif di masa pandemi yg berbahaya, sekelas Satgas Covid saja gemeteran sambil bagi2 masker dan ga berani menegur, jika kegiatan FPeI itu melanggar, kepala otoritas Angkasa Pura saja ga berani bilang ada kerugian atas kelakuan para begundal itu, sekelas penguasa jalan tol aja ga berkutik ketika jalan tol di bikin camping dan lumpuh dg menggelar tikar. Sudahlah semua juga tau... 

*Tapi ketika semua sudah "berhasil", FPeI dibubarkan tanpa perlawanan, demo di pukul mundur*, baleho yg sudah bagaikan Tuhan bersihbersih dari Ibu Kota, laskar bagaikan anak ayam kecemplung Comberan, semua girang, merasa jadi pahlawan, merasa seolah paling berperan. 

*Lupa dgn jerih payah Permadi Arya, Nikita Mirzani, Denny Siregar, Eko Kunthadi, Ade Armando*, Aoki Vera, Rudi S Kamri, dll, dll. Seolah semua terjadi tanpa orang-orang itu, seolah oknum KNPI sangat NKRI dan anti Rasis. Seolah Mayjend, Irjend dsb turun dari langit. Semua ini ada prosesnya. 

_*ADA CAMPUR TANGAN TUHAN, DG MELALUI MULUT JANDA SEXY NYAI NIKITA MIRZANI. JANGAN LUPAKAN INI BRO, JANGAN... TANPA NYAI KITA SEMUA MASIH BEREMBUNYI DI DALAM SELIMUT...*_

*Bahkan kini ada cabang NU yg akan memanggil Abu Janda karna merasa selalu di rugikan.* Aku sih pengen tanya sama Pengurus NU yg ada di Jakarta itu, ketika NU, Kiayi NU, Anggota Banser, dll di bully, di lecehkan, dihina adakah mereka berani memanggil para penghina tersebut. Rasanya sih jauhhhh... Hahahaha

*Kita lupa ya, Papa Pigai itu kalok lagi menghina Presiden seperti Papa Pigai ini* orang yg paling berjasa di Nusantara ini. Saya tau Papa ini sedang di manja oleh siapapun, karna memang ngegemesin, Badannya yg montok, subur, tampan, bikin kita pengen cubit pipinya sambil bilang "ihhh Papa ini ngegemesin deh".

*Harusnya Papa Pigai itu juga jgn terlalu manjalah, sedikit macho deh*, jangan rempong kayak Mama2 rebutan kangkung di Mamang sayur yg keliling komplek. Saya juga pengen tanya sama Papa Pigai, sudah sebesar apa sih jasanya buat Republik ini. 

*Sudahlah, Mas Permadi Arya, sabar ya, biarpun yg selama ini kita bela mati-matian* dan kini berbalik membenci dan ingin menyingkirkan kita janganlah kita berkecil hati, hadapi dg jantan, maklum lawan kita saat ini Papa Manja. Dan semua orang bahkan partai seolah ingin cari sanjungan dari para Papa Manja. Setidaknya kita tau, betapa mereka2 yg sekarang berusaha menyingkirkan Mas Abu Janda sesungguhnya Pengecut dan manja. 

*Halo KNPI, namamu akan tenggelam, jika isinya makhluk model sekelas Aris*, bagi kami yg biasa perang di Alam Ghoib, makhluk2 model itu ga lebih dari ondel-ondel yg dipakek ngamen keliling. Jika ga segera kalian benahi, hehehe organisasi kalian tak ubahnya dg laskar yg tinggal cerita itu.... 

*Malu dong, yg akan kalian singkirkan itu aktivis Anti Radikalisme, Anti Intoleransi*, Anti Rasis, Anti Bullying, cinta NU, cinta Pancasila, Cinta NKRI. Jika kalian ga budek dan ga buta, silahkan buka chanel2 perjuangan Abu Janda, Denny Siregar, Aoki Vera, dll. 

*Jangan sok NKRI, kalok cuma mau ngamen, kalok pengen jabatan berusahalah dg ilmu* dan kebaikan, bukan dg sok pengen jadi Manusia Manja. 

*Halo mas Muanas Alaidit, gimana nih dunia makin manja aja...* Papa Pigai Ngopi yukk.... Biar macho....

_*jika setuju silahkan di bagi....*_

*Penggiat MedSos*

Tuesday, February 2, 2021

[Rudi S Kamri] Art 1) Abu Janda: Si Penjaga Kebhinekaan Indonesia - Art.2 Opsi Arbitrase ( Josef Wnas)

Abu Janda: Si Penjaga Kebhinekaan Indonesia
Oleh:
Rudi S Kamri 
Abu Janda atau Permadi Arya adalah salah satu sahabat saya yang unik dan nyentrik. Saat bicara dengan dia apalagi yang berkaitan dengan kebangsaan dan nasionalisme dia akan antusias, ekspresif seolah seluruh tubuhnya ikut bergerak dan berbicara. Apalagi saat diajak diskusi masalah intoleransi dan radikalisme, dia pasti meledak-ledak, reaktif dan terlihat dengan nyata dia adalah anak bangsa yang sangat cinta Indonesia.

Meskipun terkesan urakan dan menggelegar suaranya, dia pribadi yang sangat rendah hati dan sangat menghargai siapapun yang diajak bicara apalagi kepada orang yang lebih senior usianya seperti saya. Kami satu pihak dalam menjaga marwah NKRI dan Pancasila. Dia secara bercanda, pernah menyebut saya komandan dalam peperangan melawan Intoleransi dan radikalisme di negeri ini, dan dia adalah Panglima Perang yang ada di garis depan. Dia memang hobby melucu dan bercanda.

Tidak bisa dipungkiri, Permadi Arya adalah pribadi yang unik dan menarik. Kecintaannya pada budaya dan agama disimbolkan dalam style berbusana sehari-hari, sering pakai jaket banser plus blangkon sebagai tutup kepala. Bagi saya hal ini bukan sekedar pilihan berbusana yang nyleneh tapi Permadi Arya ingin memberi pesan kebangsaan bahwa agama dan budaya harus saling padu padan, asih-asah-asuh.

Sekarang sahabat unik saya ini sedang tersandung masalah. Sesuatu yang biasa dan lumrah terjadi pada pegiat sosial seperti kami. Ini konsekuensi logis dari perjuangan kami dalam menjaga keindonesiaan Indonesia. Saya sudah bicara banyak dengan Permadi Arya. Saya berikan dukungan dan saran apa yang harus dilakukan. Karena saya pun juga pernah dan sedang tersandung masalah yang serupa tapi tak sama.

Ada dua kasus yang sedang menerpa Permadi Arya. Pertama, kasus pelaporan dugaan tindakan rasisme terhadap Natalius Pigai. Kedua, kasus dugaan penodaan agama. Dua kasus tersebut Permadi Arya dilaporkan oleh Haris Pertama, orang yang mengatasnamakan dirinya Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Saya menduga ada dendam pribadi antara Haris Pertama dengan Permadi Arya.

Kasus yang pertama, terkait rasisme terhadap Natalius Pigai, ini jelas kasus yang mengada-ada. Haris Pertama hanya cari sensasi. Bagaimana mungkin cuitan di twitter tanggal 2 Januari 2021 baru dilaporkan sekarang. Dan seolah-olah berkaitan dengan kasus rasisme yang dilakukan oleh Ambrocius Nababan terhadap orang sama yang terjadi saat ini. Ini kasus ecek-ecek, saya yakin Polri akan kesulitan menemukan unsur pidananya karena istilah 'evolusi otak' itu ambigu dan multi tafsir. Saya yakin kalaupun kasus ini tetap diproses, Tim Pengacara Permadi Arya akan dengan sangat mudah menepisnya.

Untuk kasus kedua yaitu twitt-war antara Tengku Zulkarnaen versus Permadi Arya yang ada narasi Islam arogan, secara obyektif harus saya katakan Permadi Arya masuk garis offside. Tapi bagi saya dengan mempertimbangkan banyak hal, seharusnya kasus seperti tidak perlu harus diselesaikan secara hukum. Ada jalan yang lebih Islami dan bermartabat yaitu dengan tabbayun dan Permadi Arya harus legowo untuk minta maaf kepada umat Islam sambil menjelaskan secara rendah hati dan bijak apa yang sebenarnya dia maksudkan dalam cuitannya tersebut. Bisa jadi kita salah memaknai. Pada intinya dengan rendah hati Permadi Arya harus sowan ke beberapa ormas besar keagamaan seperti Muhammadiyah dan NU serta tokoh-tokoh agama yang lain.

Permadi Arya adalah manusia biasa. Dia juga bisa salah. Kalau dia dianggap salah, mari kita luruskan dan kita nasehati. Dia salah satu anak bangsa yang gigih berjuang mempertahankan keindonesiaan kita. Kita tidak perlu membenarkan kesalahan yang dia buat, tapi kita juga tidak perlu menghakimi dia di luar batas kepatutan. Jangan pula ada yang mengail di air keruh di kasus ini. Apalagi memanfaatkan kasus ini untuk panjat sosial (Pansos) dan panjat politik (Panpol). Pasti akan saya lawan dengan keras dan pedas.

Pesan khusus saya buat sahabat dan adik saya Permadi Arya. Jangan putus harapan dan semangat, selalu berpikir bijak, berani minta maaf dan hadapi semua dengan kerendahan hati. Konsekuensi dari sebuah perjuangan adalah terbentur, terkadang terluka dan terkadang terjatuh. Tapi hal itu tidak harus membuat kita terpuruk dan tidak bangkit lagi. Karena perjuangan kita masih panjang membentang.

Selama paham kekhilafan yang diusung eks kelompok HTI dan kelompok Ihwanul Muslimin dan kroni-kroninya masih ada di negeri ini, perjuangan kita untuk melawan mereka tidak akan pernah berhenti.
Salam SATU Indonesia
31012021

================================

OPSI ARBITRASE

Oleh: Josef H. Wenas

Saya kira Polri perlu mulai mempertimbangkan opsi arbitrase diluar proses pidana dalam persoalan saling tuduh SARA antara Natalius Pigai-Abu Janda yang telah melibatkan para pihak diluar mereka berdua merasa berkepentingan.

Masalahnya Pigai sendiri punya jejak digital terkait ucapannya yang juga bisa dipersepsikan SARA. Saling lapor pidana semacam ini akan membentuk bola salju yang akan mengundang bermacam "vested interests" untuk ikutan membesarkan gelundungannya. 

Kemarin mulai muncul desakan di media mainstream agar Abu Janda segera ditangkap, bahkan lebih jauh lagi, kasus ini akan jadi alat ukur kinerja Kapolri yang baru. 

Besok, kalau jejak digital tuduhan SARA oleh Pigai terhadap etnis Jawa menggelundung jadi bola salju, gantian akan didesak bahwa kinerja Kapolri ukurannya adalah memproses pidana Natalius Pigai.

Jadi mana yang benar, Kapolri diukur dari bertindak tegas terhadap Abu Janda atau terhadap Natalius Pigai? 

Atau terhadap keduanya? Hati-hati, the devil is in the details, apa yang kelihatannya serupa belum tentu sama dalam suatu penyelidikan pidana. Kerumunan Rizieq Shihab ternyata tidak sama dengan kerumunan Rafi Ahmad, bukan?

Kalau Kapolri baru kita nanti berhasil ditarik kedalam dilema bola salju SARA ini, bukan tidak mungkin sasaran berikutnya adalah atasan langsung Kapolri. 

Yang paling updated adalah buntut "Insiden Km 50 Tol Cikampek." Setelah gagal menarik Presiden Jokowi kedalam pusaran kasus ini, lalu ada pihak yang pikirannya ngawur— padahal tahu sudah pasti ditolak— tetap saja mau membawanya ke ICC di Den Haag. 

Bola salju itu liar, bongkar-bongkaran SARA antara Abu Janda-Pigai, bisa saja membesar dengan ikutan kasus-kasus lain yang serupa di masa lalu. Faktanya, selalu ada pihak yang ingin membesarkannya!

Two wrongs don't make a right.
 -Josef H. Wenas, Yogyakarta 31 Januari 2021
https://wakilrakyat.iniok.com/2021/02/rudi-s-kamri-abu-janda-si-penjaga.html

Tags

3 Denny Siregar (14) Aoky Vera (11) 1 Ade Armando (7) Ninoy N Karundeng (7) 2 Raja Bonar (6) Eko Kuntadhi (6) 4 Rudi S Kamri (5) Andre Vincent W (5) Iyyas Subiakto (4) Perangi Radikalisme (4) Analisis Politik (3) Politik (3) Surat Terbuka (3) BUMN (2) Birgaldo Sinaga (2) Dugaan Rekayasa (2) Jubir Teroris (2) Kejahatan Organisasi (2) Pembohongan Publik (2) Perangi Teroris (2) Tingkah Laku (2) Tirta (2) Tito Gatsu (2) Ajaran Nabi (1) Akhmad Sahal (1) Aneh Bin Nyata (1) Aoki Vera - Live (1) Aroma Koruptor (1) Asi News (1) Azab DKI (1) Balap Mobil (1) Banjir Jakarta (1) Benahi DKI (1) Berita Sidang (1) Biografi Ade Armando (1) Dikormersialisasi (1) Diluar Logika (1) Dosen Universitas (1) Dugaan Cina (1) Fakta Sejarah (1) Fraksi Tv (1) Gratis Masuk Sekolah (1) Gubernur DKI (1) Hafal Alquran (1) Halal Dan Haram (1) Hutang Negara (1) Ideologi Negara (1) Instrospeksi Diri (1) Janji Politikus (1) Jaya Wijaya (1) Joko Widodo (1) Jubir FPI (1) Kadrun Berjatuhan (1) Kebobrokan Pejabat (1) Kebodohan Gubernur (1) Kebohongan Pejabat (1) Ken Setiawan (1) Korupsi (1) Kura-Kura (1) Maling Teriak Maling (1) Masalah Reklamasi (1) Melengserkan Jokowi (1) Membela Negara (1) Mobil Kalengkaleng (1) NKRI Harga Mati (1) Neo PKI (1) Nyai Dewi Tanjung (1) Orde Baru (1) Organisasi Bermasalah (1) Ormas Bermasalah (1) Pancasila (1) Pembongkar Kasus (1) Perangi Korupsi (1) Prilaku DPR RI (1) Proxy War (1) Raja Bonar (1) Rencana Menjatuhkan (1) Revisi UU KPK (1) Sarang Teroris (1) Sejarah Kelam (1) Setia Kecurangan (1) Siapa Raja Bonar (1) Soal Banjir (1) Suara Rakyat (1) Syarat Jadi Presiden (1) Terlalu Go3blog (1) Tidak Berlangsungkawa (1) Tolak Wisata Halal (1) Tunggangi Papua (1) Umat Islam (1) Vaksin (1) Wakil Rakyat (1) Wanita Jepang (1) William (1) Wisata Netral (1)