Latest News

Wednesday, February 19, 2020

Ini Deretan Kasus yang Gagal Bikin Ade Armando Masuk Bui, Beneran Kebal Hukum?


Dosen Universitas Indonesia Ade Armando mengakui banyak kasus hukum yang menyerangnya. Namun, dia menegaskan, kasus-kasus itu lemah sehingga tidak ditindaklanjuti oleh polisi.

"Coba saja pelajari kasus-kasus pelaporan saya sebelumnya. Ada banyak," kata Ade dalam sebuah video yang diunggah akun Youtube Cokro TV, dikutip, Selasa (18/2/2020).

Ade lantas mulai meruntut kasus-kasus tersebut. Pada 2015, dia dilaporkan oleh salah seorang karyawan Transvision milik Chairul Tanjung, bernama Johan Khan.

"Entah jin apa yang lewat di kepalanya, Johan Khan menganggap kalimat Allah bukan orang Arab itu menghina Allah. Lho, di mana menghinanya? Kan saya bilang Allah bukan orang, kok malah dianggap menghina? Apa Johan Khan justru percaya Allah adalah orang Arab?" sergah Ade.

Ade memang sempat jadi tersangka gara-gara pengaduan Johan tersebut. Tapi lantas di-SP3 oleh polisi karena para saksi ahli yang dimintai keterangan oleh polisi menganggap tidak ada penginaan Allah dalam kalimat tersebut.

Johan kemudian tidak terima. Mereka mempraperadilankan SP3 polisi, sehingga pengadilan Jaksel akhirnya memutuskan kasus saya harus dihidupkan kembali. Sampai sekarang sih kasus ini masih mengambang.

"Kasus-kasus saya yang lain pun sama absurd-nya," kata Ade lagi.

Kemudian, pada Desember 2017, pakar komunikasi ini dilaporkan gara-gara mem-posting foto Rizieq Shihab berbaju sinterklas. Salah seorang murid Rizieq bernama Ratih Puspa Nusanti menuduh saya menghina gurunya itu.

Ade diperiksa polisi. Tapi kasus itu tidak ditindaklanjuti karena di atas foto Rizieq itu, dia sudah menambahkan teks "ini hoax ya."

"Lagipula masak mengenakan baju sinterklas dianggap penghinaan?" katanya.

Lalu, pada April 2018, dia dilaporkan FPI karena di Facebooknya menulis Polri harus menunjukkan kepada publik bahwa FPI bukan anjing binaan mereka. "FPI bilang mereka terhina. Aneh," katanya.

Ade mengaku tidak bilang FPI adalah anjing binaan polisi. Dan kata anjing binaan itu dia gunakan gara-gara kontroversi yang diakbatkan ada bocoran Wikileaks yang mengatakan bahwa yang membentuk FPI adalah kepolisian Indonesia. Di Wikileaks dikatakan, FPI adalah attack dog kepolisian untuk melawan kelompok-kelompok sipil.

"Jadi saya bilang waktu itu, bila polisi tidak ingin dianggap sebagai majikan FPI, polisi harus menunjukkan bahwa FPI memang bukan anjing binaan polisi. Itu konteksnya," kata Ade.

Pada kasus lain lagi, pada April 2018, Ade dilaporkan atas dugaan penyebaran kebencian dan penodaan agama karena dia menulis di Facebooknya bahwa azan tidak suci, azan itu cuma panggilan untuk salat. Sering tidak merdu. Jadi, biasa-biasa sajalah.

"Itu tulisan saya," katanya.

Nah, menurut Ade, pelaporan ini juga mengada-ada. Dia mengatakan azan memang bukan perintah Tuhan.

"Saya justru mempertanyakan kedalaman pengetahuan agama si pelapor karena kok bisa-bisanya menganggap azan adalah sesuatu yang suci," ujarnya.

Lalu, pada Januari 2018, dia dilaporkan Majelis Taklim Nahdlatul Fatah karena posting-an Facebooknya dianggap menghina agama. Padahal di posting-an itu, dia mengingatkan pembaca bahwa tidak semua hadis layak dijadikan hukum.

"Ada banyak hadis yang sebenarnya palsu, dibuat-buat atau tidak jelas konteksnya," katanya.

Dia menggunakan contoh hadis yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad menganjurkan umat Islam minum kencing unta. Padahal jelas-jelas WHO sendiri memperingatkan minum kencing unta itu berisiko membahayakan kesehatan. "Jadi itu konteksnya," lanjut Ade.

Kemudian, pada Januari 2018, dia dilaporkan Koordinator Laporan bela Islam (Korlabi). Dia dituduh menghina Rizieq Shihab karena saya karena dia menyebutnya banci kaleng.

Ade tidak merasa bersalah karena menurutnya Rizieq itu memang pengecut karena melarikan diri dari Indonesia ketika hendak diperiksa polisi. Tapi kasus itu agaknya tidak ditindaklanjuti karena pihak pelapornya seharusnya adalah Rizieq sendiri. Padahal Rizieq sedang ada di Arab.

Dalam kasus berikutnya, lanjut Ade, Korlabi melaporkannya karena dia menulis Islam jelas bukan agama teror, yang bikin Islam nampak sebagai ajaran teror adalah ajaran dan perilaku seperti Rizieq Shihab and the geng.

Menurut tuduhan Korlabi, dia menyebarkan kebencian. Tapi, lagi-lagi kasus ini tidak ditindaklanjuti karena Ade justru sedang menyatakan bahwa Islam bukan agama teror.

"Yang saya kritik adalah perilaku Rizieq. Dan lagi-lagi kalau ada yang melaporkan saya, ya harusnya Rizieq sendiri," ujarnya.

Kasus lain di akhir 2019 adalah pelaporan tentang posting-an Ade yang memuat gambar Anies Baswedan seolah-olah Joker. Fahira Idris melaporkannya karena menuduhnya mengubah gambar asli Anies sehingga mirip Joker.

"Ini juga tuduhan mengada-ada karena saya cuma meng-upload sebuah meme yang dibuat orang lain. Bukan saya yang mengubah gambar itu. Mudah-mudahan sih kasus ini juga gugur dengan sendirinya," kata Ade.

Atas deratan kasus tersebut, Ade melihat para pelapornya itu terkesan membabi buta ingin memenjarakannya. Padahal, kata dia, kasus-kasus yang mereka miliki sangat lemah.

"Dan jangan salah, ada dua kali laporan yang saya ajukan ke polisi juga ditolak. Pertama saya melaporkan Prabowo Subianto. Kedua, Fahira Idris. Di kedua kasus, polisi menolak laporan saya atas dasar kurang bukti. Jadi saya rasa polisi objektif dan adil kok," tutur Ade.

Baca Juga: Ade Armando Buka-bukaan Ilmu Sakti Berkali-kali Lolos dari Laporan FPI

Ade menambahkan FPI itu memang mengada-ada saja. Mereka hanya ingin membuat hidupnya susah karena dia berani secara terbuka mengecam mereka.

Menurutnya, mereka ingin dia bungkam. Dia menilai ormas itu mengedepankan otot, bukan otak. Tapi dia yakin mereka akan kecewa.

"Karena saya percaya, Allah senantiasa akan melindungi mereka yang menegakkan kebenaran," katanya.

Partner Sindikasi Konten: Viva
Tag: Ade Armando, Front Pembela Islam (FPI)
Penulis: Redaksi WE Online
Editor: Rosmayanti
Foto: Fb Ade Armando Official
https://www.wartaekonomi.co.id/read272586/ini-deretan-kasus-yang-gagal-bikin-ade-armando-masuk-bui-beneran-kebal-hukum/0

Ade Armando: ANIES BASWEDAN AZAB BAGI DKI


Ade Armando: ANIES BASWEDAN AZAB BAGI DKI


Dr. Ade Armando, M.Sc. (lahir di Jakarta, 24 September 1961; umur 58 tahun) adalah seorang pakar komunikasi Indonesia.[1] Ia mengajar di Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), serta di beberapa universitas lainnya pada jenjang sarjana maupun pascasarjana. Ia juga pernah menjadi anggota Komisi Penyiaran Indonesia periode 2004–2007, Ketua Program S-1 Ilmu Komunikasi FISIP UI periode 2001–2003, serta menjadi Direktur Pengembangan Program Pelatihan Jurnalistik Televisi-Internews dari tahun 2001–2002.[2]
https://id.wikipedia.org/wiki/Ade_Armando

Menurut Saya FPI Adalah Organisasi Bermasalah

[Ade Armando] KITA TAK PERLU RAGU BICARA SOAL KEJAHATAN FPI


*Catat: Video ini tidak ada intrupsi iklan.*
*[Ade Armando] KITA TAK PERLU RAGU BICARA SOAL KEJAHATAN FPI*
https://wakilrakyat.iniok.com/2020/02/kita-tak-perlu-ragu-bicara-soal.html
_*Dr. Ade Armando, M.Sc*_. (lahir di Jakarta, 24 September 1961; umur 58 tahun) adalah seorang pakar komunikasi Indonesia.[1] Ia mengajar di Departemen *Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial* dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), serta di beberapa universitas lainnya pada jenjang sarjana maupun pascasarjana. *Ia juga pernah menjadi anggota Komisi Penyiaran Indonesia* periode 2004–2007, Ketua Program S-1 Ilmu Komunikasi FISIP UI periode 2001–2003, serta menjadi Direktur *Pengembangan Program Pelatihan Jurnalistik Televisi-Internews dari tahun 2001–2002.[2]*
https://id.wikipedia.org/wiki/Ade_Armando
*Kami selalu menyuarakan pikiran Rakyat*

SEMOGA YANG MULIA BAPAK PRESIDEN JOKOWI MEMBACA TULISAN INI


"SEHARUSNYA INI URUSAN SAYA.."
Kritikan buat Presiden Joko Widodo.
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/02/semoga-yang-mulia-bapak-presiden-jokowi.html]
“Tuanku, madu yang Tuan makan tumpah di lantai,” kata penasihat raja.
Raja tidak menggubrisnya. Madu itu dimakan lalat. Lalu lalat dimakan cicak, seekor kucing datang dan memakan cicak itu, lalu kucing itu dikejar-kejar oleh anjing.
Raja hanya berkata, “Itu bukan urusan saya...”

Pemilik kucing emosi melihat kucingnya dikejar anjing lalu memukul anjing itu. Pemilik anjing marah dan bertengkar dengan pemilik kucing, masing-masing dibela oleh temannya.
Lalu, lewatlah sepasukan tentara. Setelah mendengarkan penjelasan mereka, sebagian tentara membela pemilik kucing dan sebagian lagi membela pemilik anjing.
Terjadilah pertempuran hebat.

Beberapa jam kemudian, sang raja dan penasihatnya berdiri di atas puing-puing kota yang hancur karena pertempuran itu.
Penasihat raja hanya tertunduk lesu kala sang raja berkata, “Seharusnya ini urusan saya”....

"Bukan urusan saya", nampaknya menjadi kalimat populer sejak Presiden Jokowi sering menjawab pertanyaan insan media perihal problem Indonesia. Menurutnya, persoalan daerah menjadi domain pimpinan daerah, bukan Presiden.

Sebagaimana yang pernah ia sampaikan dalam forum Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) tahun 2017, Jokowi meminta setiap permasalahan daerah tak diadukan kepadanya. “Jangan sampai persoalan-persoalan daerah dibawa ke saya, dikit-dikit saya, enggak lah,” ujar Jokowi seperti dilansir media-media nasional. “Nanti gubernur kerjanya apa, bupati, menteri, kerjanya apa? Ooh, ini ke menteri ya sudah selesaikan ke menteri, bupati selesaikan ke bupati, tidak semua di saya,” ucap Jokowi.

Menurut saya, apa yang diucapkan presiden Jokowi ada benarnya. Jangan semua urusan daerah harus diselesaikan oleh presiden...
Memang seharusnya presiden hanya fokus memikirkan dan melaksanakan hal-hal yang berskala nasional, yang berdampak pada kepentingan nasional ...

Namun tindakan Jokowi sendiri sering bertolakbelakang dengan apa yang diucapkannya.

Pernahkah anda mendengar nama waduk Godang ?
Saya yakin tak ada netizen yang tahu kecuali rumahnya di daerah situ..
Waduk Godang adalah waduk sangat kecil yang terletak di kabupaten Karanganyar. Luasnya tak sampai 100 ha. Bandingkan dengan waduk Gajah Mungkur yang luasnya 8.800 ha atau waduk Jatiluhur yang luasnya 8.300 ha.
Peresmian waduk Godang ini dilakukan oleh Presiden Jokowi sendiri ! 😊

Suharto adalah presiden yang terbanyak membangun waduk. Namun beliau hanya meresmikan waduk-waduk besar saja. Waduk kecil diserahkan pada Gubernur atau bupati setempat. Ga diborong semua..

Indonesia sudah punya puluhan jalan underpass. Tapi Jokowi masih sangat ingin meresmikan setiap underpass. Underpass di Kabupaten Kulonprogo diresmikan presiden. Demikian juga underpass Kentungan, Jogja.

Belum lagi setiap ruas jalan tol yang rata-rata panjangnya kurleb 15 km, wajib diresmikan sendiri oleh presiden. Jadi pak Jokowi sibuk ke sana ke mari hanya untuk meresmikan setiap RUAS jalan tol. Pernahkan anda baca ada Menteri atau Gubernur yang pernah meresmikan sepenggal jalan tol di era Jokowi ? Kalau ada tolong saya diinformasikan.

Bolehkah presiden membagi-bagikan sertifikat tanah untuk rakyatnya ?
Sangat boleh...
Tapi kalau setiap kali ada pembagian sertifikat tanah kudu dilakukan sendiri oleh presiden, rasanya jadi aneh ...
Harusnya presiden cukup 1 atau 2 x membagikan sertifikat tanah secara simbolis saja. Selebihnya bisa dilakukan oleh Gubernur atau Bupati di masing-masing daerah. Sejak menjabat jadi presiden, sudah berapa puluh kali beliau keliling daerah untuk bagi-bagi sertifikat tanah ?
Wasting time banget kan...

Sementara kasus intoleransi agama yang sudah merebak kemana-mana malah dicuekin saja, beliau malah menyuruh pemdanya yang menyelesaikan padahal beliau sudah tahu, pemdanya sangat memihak pada kaum intoleran..

Bila ada 1 atau 2 kasus intoleransi agama di daerah, memang kepala daerahnya yang wajib menyelesaikannya. Namun kalau kasus intoleran ini sudah menjalar ke puluhan daerah, jelas pemerintah pusat kudu waspada dan harus bergerak cepat...
Jangan tutup mata dan bilang, "ini bukan urusan saya".

Gereja GKI Yasmin, Bogor dan HKBP Filadelfia, Bekasi sudah puluhan tahun punya izin yang lengkap. Bahkan gugatan sudah inkrach di tingkat Mahkamah Agung dan dimenangkan mereka. Namun mereka tetap dilarang ibadah oleh pemdanya yang ketakutan karena ancaman kekerasan oleh kaum beringas. Akhirnya selama bertahun-tahun mereka setiap minggu beribadah di trotoar depan istana negara. Masa panjenengan cuekin terus, pakdhe... padahal panjenengan dibekali 450 ribu polisi dan 500 ribu tentara bersenjata lengkap untuk menegakkan keadilan dan ketertiban. Belum lagi dukungan dari puluhan juta umat NU yang sangat toleran. Masa panjenengan masih keder terhadap sekelompok kecil kaum beringas..??
Karena pemerintah melakukan pembiaran inilah, kaum beringas jadi semakin kalap melakukan persekusi terhadap rumah-rumah ibadah di banyak daerah..

Puluhan kasus intoleransi agama di Indonesia Barat kini mulai dibalas dengan intoleransi juga di Indonesia Timur. Bila terus dibiarkan tanpa solusi yang adil dan tegas, akan terjadi baku balas dan bukan hanya kota yang bakal luluh lantak.. negeri ini bisa hangus terbakar, pakdhe...
Jangan nanti setelah semuanya hancur lebur, baru panjenengan menyesal dan berkata,"Seharusnya ini urusan saya.."
Yahh... terlambat sudah ..

"Pakdhe, kritikan akan menguatkan panjenengan...
Puja-puji hanya akan menghancurkan panjenengan.."
Percayalah..
[https://politikandalan.blogspot.com/2020/02/semoga-yang-mulia-bapak-presiden-jokowi.html]
#agoes_ibram

KAMI BONGKAR KEBOBROKAN ANIES BUKAN KARENA DIBAYAR


KAMI BONGKAR KEBOBROKAN ANIES BUKAN KARENA DIBAYAR
[https://ade135.blogspot.com/2020/02/kami-bongkar-kebobrokan-anies-bukan.html]


AROMA KORUPTOR DI DEKAT ANIES BASWEDAN


Dr. Ade Armando, M.Sc. (lahir di Jakarta, 24 September 1961; umur 58 tahun) adalah seorang pakar komunikasi Indonesia.[1] Ia mengajar di Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), serta di beberapa universitas lainnya pada jenjang sarjana maupun pascasarjana. Ia juga pernah menjadi anggota Komisi Penyiaran Indonesia periode 2004–2007, Ketua Program S-1 Ilmu Komunikasi FISIP UI periode 2001–2003, serta menjadi Direktur Pengembangan Program Pelatihan Jurnalistik Televisi-Internews dari tahun 2001–2002.[2]
https://id.wikipedia.org/wiki/Ade_Armando

Ade Armando: SERIUS ANIES? RP 1,7 TRILIUN UNTUK BALAP MOBIL KALENG-KALENGAN ?


Ade Armando: SERIUS ANIES? RP 1,7 TRILIUN UNTUK BALAP MOBIL KALENG-KALENGAN ?
[https://ade135.blogspot.com/2020/02/ade-armando-serius-anies-rp-17-triliun.html]


Dr. Ade Armando, M.Sc. (lahir di Jakarta, 24 September 1961; umur 58 tahun) adalah seorang pakar komunikasi Indonesia.[1] Ia mengajar di Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), serta di beberapa universitas lainnya pada jenjang sarjana maupun pascasarjana. Ia juga pernah menjadi anggota Komisi Penyiaran Indonesia periode 2004–2007, Ketua Program S-1 Ilmu Komunikasi FISIP UI periode 2001–2003, serta menjadi Direktur Pengembangan Program Pelatihan Jurnalistik Televisi-Internews dari tahun 2001–2002.[2]
https://id.wikipedia.org/wiki/Ade_Armando

Tuesday, February 18, 2020

ANIES LAKUKAN 'PEMBOHONGAN PUBLIK' ADAKAN FORMULA E JAKARTA


ANIES LAKUKAN 'PEMBOHONGAN PUBLIK' ADAKAN FORMULA E JAKARTA
[https://rajabonartv.blogspot.com/2020/02/anies-lakukan-pembohongan-publik-adakan.html]


BIOGRAFI   RAJA BONAR
1  KELUARGA
2 PENIKMAT HIDUP
3 BELAJAR SUFI
4 TINGGAL DI BALI
5 JAGO MASAK
6 PELUKIS DAN LUKISAN MAESTRO
7 RAKYAT KECIL DAN ORANG TUA
8 AHLI INSTRUMENTASI PESAWAT TERBANG
9 DOKTOR ROLLET
10 PACUAN KUDA

RAJA BONAR
1.manusia dengan banyak minat tidak ada batas bagi pikiran terbuka
2.permainan tidak ada akhir berakhir pada kehendak Nya
3.usia ada akhirnya dan kita hanya singgah pada satu perjalanan
4.kemana anda akan pergi jika bukan pada jalan yang benar
5.cerita satu nama hanya ada di dua generasi kecuali pembuat sejarah

12.3.2019
singapura
https://www.youtube.com/watch?v=PKZqqbZs5hc

HILANGNYA RUMAH PARA SENIMAN: TIM DIKOMERSIALISASI


HILANGNYA RUMAH PARA SENIMAN: TIM DIKOMERSIALISASI
[https://rajabonartv.blogspot.com/2020/02/hilangnya-rumah-para-seniman-tim.html]


BIOGRAFI   RAJA BONAR
1  KELUARGA
2 PENIKMAT HIDUP
3 BELAJAR SUFI
4 TINGGAL DI BALI
5 JAGO MASAK
6 PELUKIS DAN LUKISAN MAESTRO
7 RAKYAT KECIL DAN ORANG TUA
8 AHLI INSTRUMENTASI PESAWAT TERBANG
9 DOKTOR ROLLET
10 PACUAN KUDA

RAJA BONAR
1.manusia dengan banyak minat tidak ada batas bagi pikiran terbuka
2.permainan tidak ada akhir berakhir pada kehendak Nya
3.usia ada akhirnya dan kita hanya singgah pada satu perjalanan
4.kemana anda akan pergi jika bukan pada jalan yang benar
5.cerita satu nama hanya ada di dua generasi kecuali pembuat sejarah

12.3.2019
singapura
https://www.youtube.com/watch?v=PKZqqbZs5hc

ADA MANFAATNYA KAGAK ADAKAN FORMULA E JAKARTA





BIOGRAFI   RAJA BONAR
1  KELUARGA
2 PENIKMAT HIDUP
3 BELAJAR SUFI
4 TINGGAL DI BALI
5 JAGO MASAK
6 PELUKIS DAN LUKISAN MAESTRO
7 RAKYAT KECIL DAN ORANG TUA
8 AHLI INSTRUMENTASI PESAWAT TERBANG
9 DOKTOR ROLLET
10 PACUAN KUDA

RAJA BONAR
1.manusia dengan banyak minat tidak ada batas bagi pikiran terbuka
2.permainan tidak ada akhir berakhir pada kehendak Nya
3.usia ada akhirnya dan kita hanya singgah pada satu perjalanan
4.kemana anda akan pergi jika bukan pada jalan yang benar
5.cerita satu nama hanya ada di dua generasi kecuali pembuat sejarah

12.3.2019
singapura
https://www.youtube.com/watch?v=PKZqqbZs5hc

TERLALU G*3LOK UNTUK APA "ANIES" ADAKAN FORMULA E JAKARTA


TERLALU G*3LOK UNTUK APA "ANIES" ADAKAN FORMULA E JAKARTA
[https://rajabonartv.blogspot.com/2020/02/terlalu-g3lok-untuk-apa-anies-adakan.html]


BIOGRAFI   RAJA BONAR
1  KELUARGA
2 PENIKMAT HIDUP
3 BELAJAR SUFI
4 TINGGAL DI BALI
5 JAGO MASAK
6 PELUKIS DAN LUKISAN MAESTRO
7 RAKYAT KECIL DAN ORANG TUA
8 AHLI INSTRUMENTASI PESAWAT TERBANG
9 DOKTOR ROLLET
10 PACUAN KUDA

RAJA BONAR
1.manusia dengan banyak minat tidak ada batas bagi pikiran terbuka
2.permainan tidak ada akhir berakhir pada kehendak Nya
3.usia ada akhirnya dan kita hanya singgah pada satu perjalanan
4.kemana anda akan pergi jika bukan pada jalan yang benar
5.cerita satu nama hanya ada di dua generasi kecuali pembuat sejarah

12.3.2019
singapura
https://www.youtube.com/watch?v=PKZqqbZs5hc

Tags

3 Denny Siregar (14) Aoky Vera (11) 1 Ade Armando (7) Ninoy N Karundeng (7) 2 Raja Bonar (6) Eko Kuntadhi (6) 4 Rudi S Kamri (5) Andre Vincent W (5) Iyyas Subiakto (4) Perangi Radikalisme (4) Analisis Politik (3) Politik (3) Surat Terbuka (3) BUMN (2) Birgaldo Sinaga (2) Dugaan Rekayasa (2) Jubir Teroris (2) Kejahatan Organisasi (2) Pembohongan Publik (2) Perangi Teroris (2) Tingkah Laku (2) Tirta (2) Tito Gatsu (2) Ajaran Nabi (1) Akhmad Sahal (1) Aneh Bin Nyata (1) Aoki Vera - Live (1) Aroma Koruptor (1) Asi News (1) Azab DKI (1) Balap Mobil (1) Banjir Jakarta (1) Benahi DKI (1) Berita Sidang (1) Biografi Ade Armando (1) Dikormersialisasi (1) Diluar Logika (1) Dosen Universitas (1) Dugaan Cina (1) Fakta Sejarah (1) Fraksi Tv (1) Gratis Masuk Sekolah (1) Gubernur DKI (1) Hafal Alquran (1) Halal Dan Haram (1) Hutang Negara (1) Ideologi Negara (1) Instrospeksi Diri (1) Janji Politikus (1) Jaya Wijaya (1) Joko Widodo (1) Jubir FPI (1) Kadrun Berjatuhan (1) Kebobrokan Pejabat (1) Kebodohan Gubernur (1) Kebohongan Pejabat (1) Ken Setiawan (1) Korupsi (1) Kura-Kura (1) Maling Teriak Maling (1) Masalah Reklamasi (1) Melengserkan Jokowi (1) Membela Negara (1) Mobil Kalengkaleng (1) NKRI Harga Mati (1) Neo PKI (1) Nyai Dewi Tanjung (1) Orde Baru (1) Organisasi Bermasalah (1) Ormas Bermasalah (1) Pancasila (1) Pembongkar Kasus (1) Perangi Korupsi (1) Prilaku DPR RI (1) Proxy War (1) Raja Bonar (1) Rencana Menjatuhkan (1) Revisi UU KPK (1) Sarang Teroris (1) Sejarah Kelam (1) Setia Kecurangan (1) Siapa Raja Bonar (1) Soal Banjir (1) Suara Rakyat (1) Syarat Jadi Presiden (1) Terlalu Go3blog (1) Tidak Berlangsungkawa (1) Tolak Wisata Halal (1) Tunggangi Papua (1) Umat Islam (1) Vaksin (1) Wakil Rakyat (1) Wanita Jepang (1) William (1) Wisata Netral (1)